Part 10

3K 465 18
                                        

(Namakamu) sedang bersantai di dalam rumah sekarang hari libur dan (Namakamu) memilih untuk diam bersantai di dalam rumah

Tokk...tokk..tokk

"siapa sih?!" Kesal (Namakamu), (Namakamu) bangkit berjalan membukakan pintu

(Namakamu) membuka pintu dan ternyata itu Leta

"Eh Le kenapa?" Tanya (Namakamu)

"Gua ada yang mau diomongin sama lo, bisa?" Tanya Leta

"Oh iyaiya bisa kok. Ayo masuk dulu" ajak (Namakamu)

"Engga usah disini aja, gue cuma mau ngomong sebentar" ucap Leta

"Yaudah duduk di sini aja" ucap (Namakamu) sambil duduk di bangku teras rumah dan diikuti oleh Leta

"Lo mau ngomong apa?" Tanya (Namakamu)

"Lo tau kan kalo gue sama Iqbaal udah jadian?" Tanya Leta ,(Namakamu) mengangguk

"Gue minta tolong sama lo ya, jaga jarak mulai sekarang sama Iqbaal, maaf kalo kesannya gue itu ngekang Iqbaal atau sengaja buat kalian menjauh. Engga gitu, maksud gue cuma gue gamau kehilangan Iqbaal, itu aja" jelas Leta

(Namakamu) tersenyum miris "tanpa lo suruh gue juga bakal ngejauhin dia kok, gue juga tau diri, lagian sekarang gue juga udah gaterlalu deket sama dia, chat juga terakhir 2 minggu yang lalu. Lo tenang aja"

Leta tersenyum senang "makasih ya (Nam), yaudah kalo gitu gue pulang ya"

"Le, sebenernya cara lo kaya gini kekanak-kanakkan banget sih. Tapi tenang aja gue bakal jauhin ko" ucap (Namakamu)

Leta tersenyum "dahh gue pulang ya"

Hari senin..

(Namakamu) berjalan beriringan dengan Jeno ke arah kelas dengan wajah ditekuk seperti pakaian belum di setrika

"Kena-why sekarang hari senin?! Gaterima gue gaterima!" Kesal (Namakamu), sedaritadi ia mengomel karna sekarang hari Senin, (Namakamu) kesal karna liburannya belum cukup

"ngomel aje mba, udah ah mending sarapan bentar lagi upacara kita harus menyiapkan energi yang banyak teman!" Ucap Jeno sambil merangkul pundak (Namakamu)

"Ga, kenyang gue makan mulu! Lo aja sana kalo mau makan, gue diet" ucap (Namakamu)

"Eh begeng! Sok-sokkan mau diet lu, badan kaya triplek aja belagu ente!" Ledek Jeno lalu ia berlali menghindari omelan (Namakamu)

"Jenap! Awas ya lo!" (Namakamu) dengan susah payah mengejar Jeno yang sudah jauh

Upacara Bendera sudah dimulai sejak 15 menit ya lalu

(Namakamu) berada di barisan paling belakang Putri, dan Jeno berada di barisan paling belakang Putra dan di depan Jeno ada Iqbaal

"(Namakamu) muka lo pucet, lo ke uks aja sana" desis Jeno

(Namakamu) mengalihkan pandangnnya "gue gapapa Je, selo aja selo" desisnya

"Bahlul ni orang! Ayo ke uks nanti kalo lo pingsan gaada yang mau gotong" desis Ope

"Gausa digotong, gulingin aja gapapa" balas (Namakamu)

Iqbaal yang merasa terganggu dengan suara mereka berdua melihat ke arah belakang "bisa diem ga? Berisik lagi Upacara!" Omel Iqbaal, Iqbaal mengalihkan pandangannya ke (Namakamu) dan melihat wajah pucat (Namakamu)

"lo ke uks sana, pasti lo belum sarapan kan?" Tebak Iqbaal
"Gaperlu makasih" jawab (Namakamu) singkat

Iqbaal menatap sendu temannya dan kembali ke posisi seperti semula

Brukkk

(Namakamu) jatuh pingsan dengan darah yang keluar dari kedua hidungnya

"(Namakamu)!" Jeno dengan sigap menggendong (Namakamu) menuju uks di bantu dengan anggota pmr

Iqbaal yang melihat itu juga panik, tadinya Iqbaal ingin menggedong (Namakamu) namun Jeno sudah lebih dahulu mengendongnya

Iqbaal ikut menghampiri (Namakamu) yang sedang berbaring di uks, saat sampai di depan pintu Iqbaal membuka pintu sedikit dan menampakkan Jeno sedang membantu (Namakamu) minum obat

Iqbaal mengurungkan niat nya dan menjauh dari ukS, Iqbaal menjalankan kakinya ke arah belakang sekolah

"Jadi, gini rasanya cemburu dan sakit hati?"

Dulu kita pernah sedekat nadi, sampai akhirnya kini kita sejauh bumi dan langit.

[4] Cinta dan RahasiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang