Setelah hampir seminggu Ikram dirawat di Rumah Sakit, akhirnya Dokter memperbolehkan Ikram untuk pulang karena keadaan Ikram yang semakin hari semakin membaik. Namun Dokter masih menyarankan Ikram untuk rawat jalan agar keadaan Ikram menjadi seperti sebelum kecelakaan terjadi.
Tidak lupa Sina menjemput Ikram di Rumah Sakit untuk mengantarnya pulang ke rumah.
"Akhirnya bisa tidur di kasur ini lagi sama pacar tersayang" ucap ikram sambil berbaring di kasur dan memeluk guling kesayangannya
"Gini nih efek kelamaan jomblo, guling aja di jadiin pacar" ledek sina
"Idih bilang aja lu sirik mau di peluk gua, sini aku peluk" ucap ikram sambil merentangkan kedua tangannya tanda akan memeluk sina
"Awas lu meluk gua, gua cekek tu leher biar patah lagi" ancam sina
"Gapapa lehernya yang dipatahin asal hati aku jangan di patahin yaa" goda ikram
"Najis" ucap sina ketus
"Udah deh lu jangan banyak gombal, sekarang lu minum obat terus tidur biar lu cepet sembuh. Inget 2 hari lagi UKK loh" ucap sina
"Gua ketinggalan pelajaran banget Sin, gua takut nanti ga naek kelas" ucap ikram lemas
"Apa gunanya sahabat kalo ga bisa bantu sahabatnya" ucap sina sambil memegang tangan ikram
"Makasih" ucap ikram dengan senyuman
"Sekarang lu makan dulu ya, lu kan harus minum obat" ucap sina
"Tangan gua masih sakit Sin, suapin dong" rengek ikram
"Alah modus lu, yaudah bentar gua ambilin dulu ya" ucap sina lalu meninggalkan ikram untuk mengambil makanan
Ikram senang mendapatkan perhatian dari Sina, tapi di lain sisi ia takut perasaannya pada Sina berganti menjadi rasa Cinta, karena akhir akhir ini bila Sina berada di dekatnya, ada sesuatu yang berbeda yang membuat jantungnya itu berdetak tak karuan.
"Woy bengong mulu, kesurupan baru tau rasa" teriak sina mengagetkan
"Anjir lu ngagetin aja, kalo gua jantungan trus mati trus masuk neraka gimana?" ucap ikram
"Gilaa, udah nih makan dulu biar lu bisa minum obat" ucap sina sambil mendekatkan sendok pada mulut Ikram
Lalu Ikram pun melahap makanan yang ada di sendok itu, namun tatapannya masih tidak bisa berpaling dari wajah Sina. Ia tak tau ada magnet apa yang kini membuat dirinya sangat mengagumi sosok Sina.
"Hey ko lu malah ngeliatin gua kaya gitu banget sih" ucap sina yang terlihat risih
Ikram masih saja diam memandangi gadis dihadapannya itu.
"Woy bengong mulu lu" teriak sina
"Eh iya Sin ada apa?" ucap ikram yang terlihat panik
"Lu kenapa sih ngeliatin guanya gitu banget, risih gua ga suka" ucap sina ketus
"Ihh maaf tadi ada belek di mata lu, mau bilang tapi gaenak jadi aja gua bengong ngeliatin muka lu" ucap ikram sambil tertawa
"Ikrammm!!!!" teriak sina sambil memukul badan ikram
"Aw sakit kali Sin, gua masih sakit nih" ucap ikram sambil mengelus ngelus badannya
"Bodo, mati aja sekalian lu" ucap sina kesal
"Buset sadis, alah lu juga paling nanti nangis nangis 7 hari 7 malem kalo gua mati" ledek ikram
"Ih apaan sih, tau ah kesel gua sama lu" ucap sina
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected
Teen FictionKetika angin menyentuh kulitku dengan lembut... Rintik hujan menyapa bumi... Detik demi detik semakin berlalu... Ketika itu pula aku hanya bisa terdiam dengan diliputi rasa bersalah... Dan hanya bisa tertunduk sambil berkata . . . . . . . . . . . . ...
