Sehari setelah kejadian Ikram yang tiba tiba tidak bicara pada Sina, Ikram pun meminta maaf pada Sina karena sikapnya yang membuat Sina heran. Sebelumnya Sina sempat kesal akan sikap sahabatnya yang secara tiba tiba itu, namun itu semua hilang ketika Ikram memberikan alasan kenapa ia mendiami Sina selama diperjalanan. Ikram mengatakan bahwa ia tidak bicara sepanjang jalan karena tak kuat menahan BAB, sontak yang tadinya Sina ingin marah malah tertawa setelah mendengar alasan Ikram itu.
Selama bulan puasa kegiatan Sina hanyalah Bukber. Ya, Sina disibukan dengan berbagai acara bukber. Bukber tk , bukber sd, bukber smp, bukber sma, serta bukber perkumpulan remaja mesjid di kompleknya. Namun yang paling berkesan adalah ketika ia beserta Keluarganya diundang Buka Bersama dengan Keluarga Azfar. Betapa senangnya Sina karena Keluarganya bisa dekat dengan Keluarga Azfar.
Lain hal dengan Ikram, setelah seminggu berpuasa ia beserta Keluarga harus terbang ke Padang karena Nenek dari Ikram masuk rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya semakin parah. Namun Papa dan Ikram pulang duluan ke Bogor sebelum lebaran, selain Papa Ikram ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, Ikram dan Papanya pun ingin merayakan Lebaran di Bogor agar dapat langsung berziarah ke makam Ibu, Kakak dan Adiknya itu.
Dan setelah hampir sebulan lamanya berpuasa, kini saatnya bagi seluruh umat Islam di dunia untuk melaksanakan Hari Raya Idul Fitri. Begitu pun Sina dan keluarga yang sudah menyiapkan semuanya untuk Hari Raya esok.
Ikram : Sinaa ada di rumah ga? Gua takbiran sendiri di rumah, ga ada rendang dan kawan kawan. sepi banget kaya hati gua :(
Pesan dari Ikram yang membuat Sina tersenyum saat melihat pesan tersebut.
Sina : ada di rumah, sini aja banyak makanan
Tanpa basa basi Ikram pun langsung melajukan motornya itu menuju rumah Sina.
Dan kini Ikram sudah berada di rumah Keluarga Sina, baru saja datang ia langsung disuguhkan banyak makanan oleh Bunda, karena keadaan sedang lapar Ikram pun tak malu malu untuk menyantap semua makanan yang sudah disediakan Bunda untuknya.
"Kenyang?" tanya sina
"Belom ih, soalnya belum ada dessert" rengek ikram
"Amit amit gatau diri, udah bagus lu gua kasih rendang bukan laja" ucap sina kesal
"Hahaha ampun nyai, udah kenyang ko udah kenyang" ucap ikram sambil memegang kedua pipi sina
"Eh iya adek lu mana? Mau kenalan dong sama calon adek ipar" ucap ikram
"Najis, tuhh dia lagi maen kembang api sama Ayah sama Bunda di halaman belakang" ucap sina
"Kesana yu" ucap ikram sambil tangan menarik sina menuju halaman belakang
"Sakaa!!" teriak sina
"Iya ada apa ka?" ucap saka yang sedang asik memainkan petasan bersama ayah
"Ini ada yang mau kenalan" ucap sina dan saka pun langsung menghampiri sina
"Hey Saka, kenalin nama gua Ikram, panggil aja Zayn soalnya temen temen gua suka manggil gitu. Jangan anggap gua kaka ya soalnya kita seumuran" ucap ikram memperkenalkan diri
"Jih sarap so asik" ucap sina ketus
"Hahaha oke ka siap, salam kenal juga ya. Semoga kita bisa jadi teman baik" balas saka
"Tapi maaf kayanya gua ga bisa jadi temen lu" ucap ikram yang membuat sina dan saka sedikit kaget
"Lah kenapa?" tanya sina heran
"Iya ka kenapa?" tanya saka pula
"Karena lu bakal jadi adek ipar gua, bukan jadi teman haahhahaah" ucap ikram sambil tertawa
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected
Novela JuvenilKetika angin menyentuh kulitku dengan lembut... Rintik hujan menyapa bumi... Detik demi detik semakin berlalu... Ketika itu pula aku hanya bisa terdiam dengan diliputi rasa bersalah... Dan hanya bisa tertunduk sambil berkata . . . . . . . . . . . . ...
