Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Sekolah, dan sekarang Sina serta para siswa yang akan tampil dalam acara tersebut telah siap di belakang panggung.
Seperti biasa, tangan Sina selalu saja dingin saat akan tampil seperti ini. Sina adalah tipe orang yang gampang nervous, terkadang ia pun sampai bulak balik kamar mandi saking nervous nya.
Disisi lain ada Azfar yang sama tegangnya dengan Sina, bukan tegang karena akan tampil, ia sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Namun kali ini ia tegang karena ia akan mengungkapkan perasaannya pada Sina. Azfar sadar bahwa keputusannya untuk mundur itu salah, ia sudah sangat yakin dengan perasaannya itu karena beberapa minggu belakangan ini hubungannya dengan Sina semakin dekat dan Azfar yakin bahwa Sina juga memiliki perasaan yang sama padanya. Untuk itu ia tak mau mengulur ngulur waktu lagi.
"Hufttt tenang Far tenang, semua akan berjalan lancar" ucap azfar pada diri sendiri sambil mengatur nafasnya
Azfar pun mengampiri Sina dengan rasa gugup. Karena ia baru pertama kali menggungkapkan perasaannya pada seorang wanita. Sina lah wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta.
"Sinaa gimana persiapannya? Udah siap tampil?" tanya azfar yang terlihat sedikit gugup
"Eh lu Far, emm siap sih siap tapi gua suka tegang kalo tampil di acara acara gini hehehe" ucap sina
"Emm Sin gua mau ngomong sesuatu boleh?" ucap azfar
"Boleh, mau ngomong apa?" tanya sina
"Tapi jangan disini, bentar ikut gua" jawab azfar sambil menarik tangan sina meningalkan tempat itu
Kini Azfar dan Sina telah di taman belakang sekolah, Sina penasaran dengan apa yang akan dikatakan Azfar sampai sampai harus di tempat yang sepi seperti ini.
"Yaudah sekarang mau ngomong apa?" tanya sina
"Emm anu Sin, sebenernya gua itu" ucap azfar keliatan sangat gugup
"Gua apa? Superman? Batman? atau sebenernya lu Super Dede?" ucap sina terkekeh
"Yaelah Sin gua lagi serius nih" ucap azfar sedikit kesal
"Iya iya, yaudah mau ngomong apa? Susah banget mau ngomong sampe keringetan gitu" ucap sina yang melihat keringat yang bercucuran dari kepala azfar
"Huhhh oke jadi gini" azfar menghela nafas
"Gua suka sama lu dan nanti gua mau tampil di depan sana, dan lagu itu gua persembahin buat lu dan kalo lu juga suka sama gua lu harus jawab juga pake lagu dan.." ucap azfar yang diputus oleh sina
"Dan intinya lu nembak gua gitu?" tanya sina dengan alis yang di angkat dan senyum yang terlihat dibibirnya
"Emm ya bisa dibilang gitu sih hehe" ucap azfar yang memperlihatkan lesung pipi nya
"Nanti gua bakal nyanyiin lagu yang menggambarkan perasaan gua sama lu, dan lu wajib balesnya pake lagu juga. Terserah lu bakal bawain lagu apaapun gua bakal terima tapi kalo bisa sih yang bikin gua seneng hehe. Kalo lu bawain lagu yang menurut gua lu itu bales perasaan gua atau dengan kata lain lu juga suka sama gua. Otomatis kita jadian" ucap azfar panjang lebar
"Ko kesannya lu maksa ya, gua kan udah belajar lagu dari jauh jauh hari Far, masa gua rubah gitu aja lagunya" ucap sina yang terlihat kesal
"Terserah lu sih itu mah, intinya gua tunggu jawab lu yaa Sin. Gua balik dulu kesana mau siap siap. Byee" ucap azfar yang langsung meninggalkan sina
"Unik juga cara dia ngungkapin perasaannya, anehh tapi gua suka" bisik sina
Sina bingung apa yang harus ia lakukan, ia bingung harus membawakan lagu apa. Sedangkan ia saja tak tahu lagu apa yang akan dibawakan Azfar nanti untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected
Teen FictionKetika angin menyentuh kulitku dengan lembut... Rintik hujan menyapa bumi... Detik demi detik semakin berlalu... Ketika itu pula aku hanya bisa terdiam dengan diliputi rasa bersalah... Dan hanya bisa tertunduk sambil berkata . . . . . . . . . . . . ...
