Bab 19

14 5 6
                                        

Kini Sina dan Tante Dian sedang menunggu informasi dari Dokter mengenai keadaan Ikram saat ini sambil Tante Dian menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa Ikram. Menurut informasi dari Tante Dian, keadaan Ikram tadi kritis sehingga harus dilarikan ke ruang ICU.

Tak lupa Sina pun menghubungi orang tuanya, temen temannya dan juga Azfar bahwa sekarang Ikram sedang di rumah sakit karena kecelakaan.

Sedang tegang tegangnnya menunggu, akhirnya Dokter pun keluar dari ruangan ICU dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.

"Dok gimana keadaan anak saya dok? Dia baik baik aja kan?" tanya tante dian dengan penuh kecemasan

"Alhamdulillah, berkat doa dari kalian semua Ikram sudah melewati masa kritisnya tadi. Dan sekarang sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap" tutur dokter tersebut

"Alhamdulillah" ucap sina dan tante dian bersamaan

"Terimakasih ya dok" ucap tante dian

"Sama sama bu, kalo begitu saya permisi dulu" ucap dokter

Tak lama Ikram dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap. Walaupun sampai detik ini Ikram belum juga sadar.

"Sin tante mau urus administrasi dulu ya, kamu jaga Ikram dulu gapapa ya?" ucap tante dian

"Oh iya tan gapapa, biar Ikram aku aja yang jaga" ucap sina

Kini Sina duduk di samping Ikram yang sedang berbaring lemas tidak sadarkan diri. Ia melihat wajah Ikram yang terlihat pucat dan terdapat banyak luka serta memegang erat tangan Ikram, berharap Ikram akan segera sadar.

Sina sangat takut kehilangan Ikram, ia tidak mau merasakan kehilangan orang yang ia sayangi. Ia belum siap apabila terjadi sesuatu pada Ikram.

"Ram bangun, ada gua disini" ucap sina dengan isak tangis dan posisi kepala yang menunduk

Namun tak lama ada tangan yang mengelus lembut rambutnya. Seketika ia mengangkat kepalanya dan melihat Ikram yang tengah tersenyum padanya.

"Alhamdulillah lu udah sadar" ucap sina sambil menghapus air matanya

"Kenapa nangis?" tanya ikram lemas

"Gapapa cuma kena debu tadi" jawab sina berbohong

"Jujur aja lu gamau kehilangan gua kan?" ucap ikram meledek sina

"Apaan sih pede banget lu" ucap sina sambil tersenyum

"Gapapa kali jujur aja" ledek ikram

"Terserah" ucap sina kesal

"Yeh marah, suaminya lagi sakit bukannya di manja manjain" ucap ikram

Sina menghela nafas

"Lu kenapa bisa gini sih Ram? Gua yakin lu pasti ngebut kan? Lu kan kalo ngendarain motor udah kaya setan" ucap sina

"Sotoy lu, gua tadi pelan banget malah kecepatannya cuma 60" ucap ikram santai

"Apaa??? Lu bilang 60 pelan banget? Sarap dasar" teriak sina

"Berisik kali Sin, ini rumah sakit bukan tempat karaoke yang kedap suara" ucap ikram memarahi sina

"Ya lagian lu bikin gua kesel aja, untung lu ga mati. Kalo mati gimana?" ucap sina yang terlihat marah sekaligus khawatir

"Ya ga gimana gimana, gua bakal kembali pada Allah semata" ucap ikram santai

"Yaa tapi Ramm" rengek sina

"Tapi apa?" tanya ikram

"Gua gamau lu mati" ucap sina dengan suara pelan

"Yehh ni anak baper, gua cuma bencanda kali. Gua bakal sehat lagi demi lu, gua janji" ucap ikram dengan senyum yang lebar

UnexpectedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang