Serangkai kata untuk Raisa

1.7K 33 0
                                        

Surat Cinta Bukan Untuk Starla

Selamat Pagi, Ibu Negara. Si galak dari gua hantu.

Aku tersenyum melihat kalimat pertama di kertas ini.

Sebelumnya Kenan mau minta maaf udah masuk ke kehidupan Raisa.

Soalnya sumber kehidupan Kenan cuma ada di Raisa.

Gimana dong?

Walaupun kamu hanyalah KW-an Raisa

Kenan Pearce tetep cinta sama Raisa

Walaupun Raisa udah nikah sama Hamish.

Yang penting kamu nikah sama aku.

Ngomong apa dah gue.

Oiya, Coba Rais lihat kolong meja deh.

Aku mengerutkan keningku. Meraba kolong meja. Kok basah gitu ya.

DEMI KERANG LAUT SPONGEBOB DI UDARA.

Maaf ya kemarin nitip sampah plastik batagor sama teh gelas. He He He.

Habisnya kemarin otaknya udah ke isi sama wajah kamu

Jadi aku susah mikirin surat untuk kamu

Ini hanyalah surat copas dari internet

Salam kenal dari Kenan Andaru
Si Pemuja Raisa Dirmawati

Jakarta, 23 Oktober 2017
Yang tertanda tangan di bawah ini

Kenan Andaru
(Calon Suami)

Itu surat terakhir.
Surat terakhir sebelum dia meninggalkanku, sendirian. Karena kesalahan pahaman yang dia lihat.

Dia pergi seperti tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskannya. Itu menyedihkan, tetapi itu nyata.

"Kenan! aku mau jelasin, Nan." Teriakku di lorong sehingga suaranya menggema. Sorotan matanya begitu dingin.

"Percuma. Kepercayaan gue udah runtuh, Sa. Mending lu pergi dari sini."

"Gue cuma sayang sama lu, Nan."

"Sayang?" Dia tersenyum miring, seperti ada rasa kecewa di hatinya.

"Rasanya lu bilang cinta sama gue aja susah, Sa. Gimana kita ngejalaninnya? Mending kita udahin aja hubungan sampah ini. Dari pada lu ngerasain sakit. Cukup gue aja." Kenan pergi. Dia benar-benar pergi.

Aku tahu Kenan berpikir aku tidak tersakiti dalam kasus ini.
Dia berpikir aku seseorang yang dingin. Aku tidak pernah membiarkan dia mendekatiku. Tetapi aku membiarkan seseorang mendekatiku, dia adalah sahabatku.

Air mata ini semakin cepat mengalir saat kamu meninggalkan aku, Kenan.

Saat kau mulai menjauh, hatiku semakin rapuh. Itu sangat terasa.

"I love you, Kenan. Jangan pergi, please. Aku ngga mau kita putus." Aku berlari memeluknya dari belakang.

Kenan melepaskan tanganku, berbalik ke belakang. Dia menatapku. Raut wajah yang tak pernah aku lihat. "Hati gue udah ngga bisa nerima lu lagi, Sa. Sekalinya kepercayaan gue hilang sama seseorang, gue ngga bisa percaya lagi sama dia. Gue udah pernah ngasih tau hal itu kan? Maaf, Sa. Perjuangan gue cuma sampai sini. Sorry, gue pengecut."

Dia sama sekali tidak berbohong. Dia meninggalkanku yang berdiri di lorong.

Kesalahan yang ku buat sekarang menjadi bumerang hidupku.

Kamu berhasil, Kenan.

Kamu berhasil buat aku rapuh untuk kesekian kalinya.

Tere LiyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang