"We do not remember days, we remember moments." - Cesare Pavese.
Kali ini aku menyambut pagi. Dan menjadi saksi matahari yang perlahan-lahan naik yang sinarnya menyelinap dan menerangi kamarku melalui pintu yang terbuka. Momen seperti ini adalah salah satu momen ajaib yang ku harap dapat ku bagi dengan dia yang tak lagi dapat ku gapai.
Dua tahun yang telah ku lewati tanpa melewatkan satu haripun, aku lalui dengan merindukannya dan mengenangnya. Bahkan namanya mungkin telah menjadi kata tetap yang tinggal di otakku. Bersamaan dengan merindukannya, hidupku tetap berjalan. Aku menyelesaikan kuliahku lalu aku membuka bisnis kecil-kecilan yang ku beri nama "Cafe of Words" yang merupakan sebuah kafe yang menyatukan peminat musik dan penikmat buku. Bisnis kecil yang membuat aku bangga dan bahagia memilikinya.
Aku pernah mendengar sebuah pertanyaan yang berbunyi, apa yang kamu lihat saat membayangkan hidupmu sepuluh tahun kedepan? Dan mereka bilang, jika kamu bisa melihat jelas bagaimana masa depanmu, maka hidupmu akan bahagia. Karena kamu masih memiliki 'harapan'.
Tapi, jika ada yang bertanya padaku tentang bagaimana aku melihat hidupku sepuluh atau lima belas tahun lagi, aku tidak bisa menjawabnya karena aku tidak punya jawabannya. Ketika aku membayangkan sepuluh tahun ke masa yang akan datang, aku tidak bisa melihat hidupku berubah. Yang aku lihat adalah aku masih merindukan sosok seorang Lando. Aku rasa aku akan memikirkan memori tentang Lando untuk jangka waktu yang cukup lama.
Memori. Satu-satunya yang di tinggalkan Lando untukku adalah kenangan ya kenangan tentangnya. Terkadang aku berpikir, walaupun sekarang kenangan tentang Lando masih sangat segar dan itu bagaikan luka yang baru, tapi apakah sepuluh tahun lagi atau lima belas tahun lagi ingatanku tentang Lando akan tetap sama? Atau kenangan tentang Lando akankah memudar?
Satu hal yang paling membuat aku takut yaitu adalah kehilangan memori tentang Lando karena itu artinya Lando benar-benar hilang.
Takkan ada lagi jejak Lando yang terukir di hidupku. Dan aku tidak mau itu terjadi.
Ku lihat seekor kupu-kupu hinggap di salah satu pucuk bunga mawar yang ada di balkon kamarku. Mengingatkan aku pada hari itu. Dengan matahari yang sama, awan yang sama dan kenangan yang sama saat bersama dia.
(Flashback)
Alarmku berbunyi dengan nyaring membuat aku hampir melompat dari tempat tidurku untuk segera bangun. Dan dengan ngantuk yang masih tersisa, aku menggeret paksa kakiku menuruni anak tangga dan bergegas ke dapur. Dengan cepat aku mulai mengeluarkan isi kulkas satu persatu. Buah-buahan, sayur-sayuran, roti dan masih banyak lagi tergeletak dengan berantakan di atas meja.
"Aduh aduh anak Ibu pagi-pagi udah di dapur aja. Tumben." Goda Ibu yang sepertinya baru saja dari taman belakang untuk memberi makan ikan-ikan yang ada di kolam. Dan aku tersenyum dengan godaan Ibu.
"Prilly mau piknik bu." Kataku pada Ibu sambil memotong buah stroberi yang kemudian ku susun dengan apik di sebuah kotak makanan.
"Pantesan, anak Ibu mau nge-date toh ceritanya. Sini Ibu bantuin." Kata Ibu yang tak bertanya lebih lanjut dengan siapa aku akan pergi piknik karena aku yakin Ibu sudah tau jawabannya. Lalu Ibu mengambil alih bahan-bahan untuk membuat sandwich dan memotongnya dengan ahli. Cuaca beberapa hari ini bagus untuk jalan-jalan di luar rumah. Oleh karena itu aku dan Lando memilih untuk pergi berpiknik.
Dua jam kemudian aku dan Lando sampai di taman dan menggelar sebuah kain bermotif kotak-kotak sebagai alas kami di bawah salah satu pohon yang rimbun. Tak jauh dari kami juga terlihat beberapa orang yang juga sedang menikmati indah nya matahari.
Aku mengeluarkan semua makanan yang tadi telah aku siapkan bersama Ibu dan membuka seluruh tutupnya.
"Wow.. Ini kamu semua yang nyiapin?" Tanya Lando sambil memandangi semua makanan yang ada di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memori Lando
RomanceKecelakaan yang terjadi pada Prilly Wintery membuat seluruh memorinya menghilang tanpa bekas. Namun melalui sebuah lagu, Prilly menemukan patahan-patahan memori itu. Memori apakah yang akan di temukan Prilly? Apakah Prilly akan lebih baik tanpa memo...
