"Akhirnya! Tanah ayem Lope pyu!" Ucap Lolo lebay saat ia turun dari mobil dan tiduran di rumput yang ada di halaman rumah.
"Lebay!" Ejek Edo saat turun dari mobil. Shila? Dia sudah ngacir ke kamar kecil.
"Eh! Lagian, suruh siapa om ngebut! Masa laki-laki takut hantu! Malu sama aku, anak kecil yang imutnya gak ketulungan!" Ucap Lolo.
"Bodo amat!" Edo berjalan masuk tanpa menghiraukan Lolo.
Sementara itu Shila sekarang sedang berada dikamar mandi dilantai satu (anggap aja ada ya😅). Fajar yang sedang turun dari lantai dua terkejut melihat Shila yang masuk rumah dengan terburu-buru lalu masuk ke kamar mandi.
Fajar langsung menghampiri Shila. Dan setelah sampai di kamar mandi terlihatlah Shila yang sedang muntah-muntah. Fajar mendekat lalu memijat tengkuk Shila.
"Mom kenapa?" Tanya Fajar.
"Abis naik rollercoaster." Jawab Shila asal.
"Hah?" Fajar mengerenyit bingung. Lalu ia menengok ke arah pintu rumah yang baru saja dilewati Edo dan dikuti oleh Lolo.
"Oi, Mom lo apain?" Tanya Fajar kepada Edo yang hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lalu Fajar menoleh kearah Lolo. "Itu siapa?"
"Tuyul nyangkut di ban mobil." Jawab Edo cuek.
Lolo melotot marah. "Enak aja! Dasar om tua!"
"Tuyul jelek!" Sinis Edo.
"Om tua! Om tua! Om tua!" Ejek Lolo sambil menjulurkan lidah.
"Tuyul jelek! Awas lo ya!" Edo membuat ancang-ancang untuk berlari.
"KALIAN BERDUA BERHENTI!!!" Teriak Shila disamping Fajar hingga membuat cowok berkacamata itu menutup kedua kupingnya dengan tangan.
"Kenapa sih kalian berantem terus??!!" Lanjut Shila kesal. "Awas nanti saling suka lho!"
"OGAH!!" Teriak Edo dan Lolo bersamaan.
"Tuh kalian aja ngomongnya barengan." Ucap Shila.
"Idih! Demi kodok terbang! Edo lebih milih suka sama cewek bongsor daripada suka sama tuyul jelek!" Ucap Edo. "Lagipula Mom, Edo masih normal ya! Masih suka sama cewek!"
"Ihh! Amit-amit Lolo suka ama OM TUA! Mending juga suka sama Mama Shila!" Ucap Lolo.
"Mama, mama! Emang Mommy Mama lo?!" Ucap Edo sinis.
"Om juga Mommy, Mommy! Emang Mama Shila Mommy om?!" Ucap Lolo lebih sinis.
"Lama-lama, Mom iket juga kalian!" Ucap Shila sambil menatap Edo dan Lolo sinis. Lalu ia menoleh ke arah Fajar. "Kak Fajar juga ngapain keluar kamar?! Kakak kan lagi sakit!"
"Udah sehat kok Mom." Ucap Fajar.
Shila menyentuh kening Fajar sejenak lalu menyentilnya. "Sehat apanya?! Badan kakak masih panas!"
Fajar mengusap keningnya. "Ini sakit lho, Mom!"
Shila berkacak pinggang. "Bodo amat! Sana istirahat di kamar! Gc!"
Fajar cemberut. "Iya, iya." Lalu Fajar melangkah menaiki tangga.
"Btw, kak Rheza mana kak?" Tanya Shila.
"Gak tau, dari tadi kakak panggil tapi gak nyaut. Kayanya tidur di kamarnya deh." Jawab Fajar sambil terus menaiki tangga tapi tatapan matanya kearah Shila.
Shila mengepalkan tangannya. "Ishh! Awas aja kak Rheza!" Shila lalu melangkah cepat menaiki tangga dan pergi ke arah kamar Rheza.
Edo yang melihat hal itu hanya mengangkat bahu sambil berjalan menuju ruang santai. Ia menjatuhkan tubuhnya ke Sofa di ruangan itu mengambil remote tv. Edo menyalakan tv lalu asik menonton tanpa peduli bahwa ia masih memakai seragam sekolah.
"Oi! Joeniour!!" Panggil Lolo yang sedari tadi mengikuti Edo.
Edo menoleh. "Apa lo bilang?"
"Joeniour." Jawab Lolo.
"Junior kali!" Edo mengalihkan pandangannya ke arah tv.
"Bodo amat! Mulut-mulut Lolo!" Ucap Lolo kesal. "Oi joeniour!"
Edo berdecak, ia menoleh kearah Lolo. "Ngapain sih lo manggil gue kaya gitu?"
"Om kan joeniour Lolo!" Ucap Lolo melipat tangannya di depan dada.
Edo mengerutkan keningnya. "Hah?"
"Om anak asuhan baru Mama Shila kan?" Ucap Lolo. "Nah, aku juga kan anak asuhannya Mama Shila. Tapi aku udah diasuh sama Mama Shila lama, karena itu aku Senior dan om joeniour!"
"Anak kecil kaya lo? Senior?" Edo tertawa meledek.
Lolo menyipitkan matanya. "Om gak percaya. Kalau gitu Lolo bakal buktiin keahlian Lolo sebagai senior!" Ucap Lolo.
Edo mengangkat alisnya sebelah. "Oke."
Lalu ruangan hening. Setelah terdiam cukup lama Lolo mengeluarkan obat tetes mata dari saku celananya lalu menggunakannya pada matanya. Sementara Edo mengerutkan kening bingung.
Lalu....
"Huuuwaaaaa!!!! Mama!!!!! Mama Shila!!!!!" Tiba-tiba Lolo berteriak kencang dengan wajah di sedih-sedih kan dan air mata yang mengalir dari matanya.
"Ya ampun! Lolo kenapa?!" Tanya Shila sambil menuruni tangga. Ia berlari menuju ruang santai. Lalu ia melihat Lolo menangis tersedu-sedu disamping sofa dan Edi yang sedang duduk di sofa dengan raut kebingungan.
"Ya ampun Lolo!" Shila menghampiri Lolo lalu menggendong anak kecil berpipi tembem itu.
"Lolo kenapa?" Ucap Shila sambil menepuk-nepuk punggung Lolo.
"Mama! Om tua itu gak ngebolehin Lolo nonton tv!" Ucap Lolo dengan nada di sedih-sedih kan.
Shila melotot garang pada Edo. "Edo! Kamu jangan kaya gitu dong sama anak kecil! Cepet minta maaf ke Lolo!"
Edo hanya menunduk sambil cemberut kesal.
"Edo!!" Ucap Shila.
Edo berdecak. "Iya, iya Edo minta maaf."
"Minta maafnya yang bener!" Ucap Shila segarang Singa lagi berdangdut, oke abaikan.
Edo mendengus. "Iya. Lolo, om tua bin jelek ini minta maaf yaaaaaaaa!!!!!" Ucap Edo sambil tersenyum manis. Yang dipaksakan.
Shila menoleh ke arah Lolo yang berada di gendongannya. Lolo mengangguk "Iya Lolo maafin, om!"
Shila tersenyum. "Oke. Edo, ganti baju sana! Baru nonton tv."
"Iya, Mommy!" Jawab Edo.
"Oke Lolo, kita ke kamar kamu sementara yuk!" Ucap Shila masih tersenyum dan diangguki oleh Lolo.
Lalu Shila berbalik dan melangkah menjauh.
"Curang!" Gumam Edo, lalu ia melihat Lolo menjerengkan matanya dan menjulurkan lidahnya.
Edo mendengus sambil terus memperhatikan pergerakan Shila hingga tubuh Shila hilang di balik dinding.
"Dasar Tuyul jelek! Cebol! Centil! Arghhh!!" Teriak Edo kesal.
"Berisik!" Ucap Andra yang melintas di depan ruang santai dan dihadiahi bantal sofa yang mendarat tepat dimukanya.
Bantal itu terjatuh ke lantai lalu melirik Edo yang sedang menaiki tangga sambil membawa kantong plastik putih ditangannya.
"Wihh! Bakso!!!" Ucap Edo senang saat melihat isi dari kantong plastik tersebut.
Andra melirik tangan kanannya yang tadi memengang sebuah kantong plastik tapi sekarang tak ada. Lalu ia mengejar Edo. "Itu punya gue Sedotan!!!"
☺☺☺
Gimana? Ngebosenin yah? Maaf kalau ada typo.
Maaf baru update, beberapa hari kemarin hp author mendadak koma.
Btw, makasih lho yang udah nge Vomment cerita amburadul bin gak jelas sangat ini!
Jangan lupa tinggalkan jejak ya! 😘😘
Hanifah M.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Sitter?
Novela Juvenil➡Update setiap hari Senin!⬅ Ashila Lynda Everlyn , gadis berusia 17 tahun yang terkenal cepat akrab dengan anak kecil dan selalu ramah dengan siapapun ini harus bekerja menjadi seorang baby sister demi membantu perekonomian keluarganya yang hanya te...
