Kenapa sekecewa ini?

4.8K 541 24
                                        

"Kamu nggak perlu repot-repot jemput aku sepagi ini Om."

"Emang kamu mau naik apa ke toko? Jalan kaki? Motor kamu aja ada di toko-kan?"

Diana mengangguk membenarkan ucapan Keyro, sejak jam tujuh pagi Keyro sudah berada di rumah Diana, sarapan di sana dan menunggu Diana untuk bersiap-siap bekerja. Sekarang mereka berdua sedang di dalam perjalanan ke toko.

"Kamu belum jawab permintaan maaf aku semalem dan tadi pagi." kata Diana.

Keyro menoleh sekilas ke arah Diana dan fokus kembali ke depan. "Nggak ada yang perlu di maafin, kamu nggak salah."

"Tapi-kan kamu udah ke rumah, kamu udah ajak aku makan malam sama Papa gant--"

"Mereka juga nggak tahu kalau kamu mau dateng dan makan malem bareng. Jadi santai aja." ucap Keyro berbohong.

Diana terdiam. Aku kepedean. "Oh oke, sorry."

Gimana bisa aku terlalu percaya diri gini sih? Hell no! Na! Kamu siapa sih? Cuma Diana Annora yang beruntung bisa kenal dan jadi teman CEO! Jangan terlalu percaya diri! Wanita-wanita di luar sana juga pasti sudah pernah merasakan makan malam bersama dengannya! Bukan kamu aja! Teriak Diana dalam hati.

"Nenek!"

Diana tersentak dan mengerjapkan matanya. "Apa sih? Kagetin aja!"

"Kamu mau ikut saya ke kantor?"

"Nggak-lah! Aku mau ke toko." jawab Diana.

"Yaudah turun."

Aku di suruh turun di tengah jalan gini? Diana melihat ke kiri dan ternyata sudah sampai di depan tokonya, dia terkekeh sendiri. "Udah sampai ya ternyata."

"Jangan ngelamun mulu makanya, cepet tua ntar." kata Keyro asal.

"Ngarang aja kamu, yaudah makasih banyak ya." Saat Diana ingin membuka pintu Keyro menahan tangan Diana kembali.

Cup!

Satu kecupan mendarat di kening Diana, wanita itu terdiam membayangkan kembali apa yang Keyro lakukan tadi. Dia menciumku?

"Jangan lupa makan siang yaa. Semangat kerjanya." ujar Keyro dengan tersenyum manis.

"Iy--iya, kamu jug--juga ya Om." jawab Diana terbata dan langsung keluar dari mobil lalu berlari masuk ke dalam toko.

Keyro langsung melajukan kembali mobilnya menuju kantor yang dia yakinkan belum banyak para karyawan yang sudah datang, karena ini masih terlalu pagi.

Ponsel Keyro berbunyi. Erlangga's calling...

"Yo Lang?"

"Apa kabar lo? Sombong banget nggak ada kabar lagi." ujar Erlangga di sebrang sana.

"Sibuk sama kantor Lang, jangan lebay lo." jawab Keyro dengan tertawa.

"Gimana-gimana udah dapet wanita sederhananya belom?"

"Sialan lo! Kerjaan lo kan ini! Hilangin sekarang juga itu gosip-gosip sialan!"

Erlangga tertawa di sana. "Lah gapapa kali, biar lo cepet dapet jodoh."

"Ngaca dulu."

"Sedikit lagi gue dapet dia Ro! Gue traktir lo sepuasnya kalo gue dapetin dia lagi!"

Keyro tertawa. "Semangat terus bro! Bar punya Kevin kita booking nanti. Udah dulu Lang gue lagi di jalan nih, nanti di lanjut lagi."

Setelah mengucapkan salam Keyro mematikan sambungannya dan fokus kembali ke depan, Isu-isu tidak jelas yang bilang kalau Keyro sedang mencari pendamping wanita itu adalah hoax. Itu kerjaannya Erlangga. Erlangga adalah pemilik salah satu stasiun TV dan majalah terkenal, maka dari itu isu-isu tersebar di kalangan para remaja dan wanita-wanita yang menganggumi Keyro.

Karena DianaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang