"Kok jadi aku sih Pa?"
"Emang kamu! Yaudah kerjain aja dulu pekerjaan kamu, semuanya ada di ruang kerja kamu." ujar Papa Matthew.
Keyro menghela napasnya dan mengangguk, karena tiga hari dia tidak bekerja sekarang kertas-kertas sialan menumpuk di ruang kerja Keyro.
Padahal Keyro ingin bersantai di rumahnya dia juga berniat membawa Diana untuk bermain ke rumahnya, namun di batalkan karena pekerjaannya yang sudah menunggu.
"Kakak!"
Keyro menoleh ke asal suara. Keyza.
"Apa?"
"Lo kemarin janji sama gue buat kasih tahu siapa cewek itu." kata Keyza.
"Cewek itu siapa?" tanya Keyro. "Udah deh Key jangan ganggu, gue mau kerja." lanjutnya lalu berjalan ke arah ruang kerjanya.
Keyro melihat tumpukan kertas yang berada di meja kerjanya, dia menghela napasnya dan menduduki singga sananya lalu tenggelam dalam tugasnya, tidak ada yang bisa berkutik jika Keyro sedang bekerja, kecuali--
"Kak. Liat headset Papa nggak?"
--kecuali Papa Matthew.
"Aku baru balik ke rumah, ya mana aku tahu di mana. Emang buat apa sih?"
"Ck. Kepo banget, ini urusan orang tua." jawab Papa Matthew. Keyro terbengong melihat kelakuan Papanya yang sedang membuka laci-laci di dalam ruangan ini.
"Aku lagi kerja Pa, ganggu aja ih."
"Dih itu kerjaan juga dari Papa."
"Yaudah Papa nih yang kerjain." kata Keyro seraya memberikan kertas-kertas itu.
"Ogah. Mending gue di kamar sama my Baby." jawab Papa Matthew lalu berjalan keluar dan menutup pintunya dengan tidak santai.
Keyro memijat pangkal hidungnya. "Nggak Papa, nggak Bang Rano. Sama sintingnya." gumam Keyro.
Sudah hampir satu jam Keyro berkutik pada kertas-kertas di hadapannya, dia meletakkan pulpennya dan bersandar di kursinya, memejamkan mata dan meregangkan kedua tangannya.
Sepintas diotaknya terbesit nama Diana. Keyro tersenyum lalu mengambil ponsel yang berada di sakunya.
Keyro Karl.
Hai.
Tidak perlu menunggu lama, pesan Keyro sudah di baca Diana.
Diana A.
Hai juga Om.
Keyro Karl.
Lagi apa nek?
Diana A.
Berdiri di mesin uang dan aku suka pekerjaanku😂😂
Keyro Karl.
Jangan kelelahan. Udah makan?
Keyro menunggu hampir tiga menit, dan ponselnya berbunyi. Dia melihat jawaban pesan dari wanita itu.
Diana A.
Siap! Udah kok. Kamu udah? Maaf ya tadi ada pelanggan lumayan banyak.
Keyro Karl.
Udah kok. Yaudah lanjut kerja lagi gih. Semangat ya!
Tidak ada jawaban, Keyro meletakkan ponselnya kembali dan berkutat lagi pada pekerjaannya.
Cling!
Dengan terburu-terburu Keyro membuka ponselnya.
Diana A.
Kamu juga ya semangat kerjanya!😊
Tak terasa bibir Keyro berkedut dan tersenyum seraya membaca balasan pesan dari wanita itu. Ih gue apaan sih senyum-senyum gini!
KAMU SEDANG MEMBACA
Karena Diana
Romance[16+] Wanita periang yang tak kenal lelah dan menjadi tulang punggung keluarga di pertemukan dengan seorang pria yang bisa merubah hidupnya dengan sedikit masalah-masalah yang harus Ia hadapi. Bagaimana kisah selanjutnya? Yuk baca! Jangan lupa di vo...
