Moonlight

1K 153 195
                                        

Hari sudah hampir pukul tujuh ketika Sehun dan Chanyeol berjalan menuju parkiran rumah sakit.

"Hyung, apa tidak sebaiknya kau menunggui Hunnie saja di sini? Aku bisa naik subway."

"Kau bercanda? Sebentar lagi hujan deras. Jung-gu itu jauh dari sini, Sehunie."

Sehun menggigit bibirnya. Jika Chanyeol mengantarnya, maka itu artinya Hunnie akan sendirian. Ia tidak tega.

Seakan bisa membaca pikiran Sehun, Chanyeol tersenyum seraya menambahkan, "Ada eomma yang menjaga anakku di rumah sakit. Tenang saja."

"Aku tidak ingin merepotkanmu." Sehun mengatakan itu tepat ketika mereka mencapai sedan abu-abu Chanyeol.

Chanyeol spontan menghentikan gerakannya yang hendak membuka pintu mobil.

"Sehunie, dengar ya, aku akan mengantarmu. Tidak boleh ada penolakan. Titik."

"Tap-"

"Ini perintah."

Bagus sekali, Chanyeol. Kata-kata pamungkas.


***


"Nyonya Park tampak sehat," Sehun membuka percakapan. Chanyeol baru saja membawa mereka berdua meninggalkan komplek rumah sakit, yang langsung disambut dengan kemacetan karena sedang ada perbaikan jalan.

"Hm. Eomma sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu saat kau masih di Amsterdam. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa," sahut Chanyeol.

"Benarkah?"

"Ya. Eomma stres dan banyak pikiran. Itu mempengaruhi kondisi tubuhnya. Awalnya aku kira eomma hanya kelelahan, tapi aku khawatir karena semakin hari kesehatannya semakin menurun. Akhirnya appa berinisiatif untuk membawa eomma ke rumah sakit."

Sehun terkejut. Dia tidak pernah tau Nyonya Park sempat sakit.

"Apa gara-gara aku?"

Chanyeol diam.

"Gara-gara aku ya? Maaf..." lirih Sehun.

Chanyeol menggeleng. "Ini semua salahku."

"Hyung, tolong berhentilah menyalahkan dirimu."

"Kau sendiri selalu begitu."

Sehun tertunduk.

"Maaf..."

"Tuh kan minta maaf lagi."

Sehun tertawa. "Iya iya maaf."

"Nah itu lagi!" Chanyeol yang gemas akhirnya meluapkan tawa sambil mencubit hidung bangir Sehunnya.

"Ya! Hahahahaha ampun hyung! Ini sakit tahu! Hahahahahahaha" Sehun ikut tertawa dan Chanyeol tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menelisik garis wajah yang selama ini begitu dirindukannya. 

Hingga akhirnya Sehun berhenti tertawa.

"Apa lagi yang terjadi selama aku di Amsterdam?"

"Hmmm..." Chanyeol nampak berpikir. "Banyak."

"Salah satunya?"

"Salah satunya? Aku. Aku gila karenamu", hampir saja Chanyeol mengatakan itu, andai saja ia tidak memiliki penguasaan diri yang baik.

"Salah satunya? Hunnie lahir tiga tahun lalu."

"Ya! Kalau itu aku juga tahu," cibir Sehun. "Yang lain?"

Chanyeol tampak termenung.

"Hyung? Masa tidak ada hal lain yang terjadi? Ayo ceritakan."

"Ada. Aku menangisimu setiap hari."

Love in ColorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang