Longing

811 116 64
                                        

"Hyung."

"Hm?"

"Kenapa kau berubah pikiran?"

"Aku tidak pernah berubah pikiran, Hunnie. Aku hanya terlambat menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu, dan aku minta maaf untuk itu."

"Kau minta maaf karena terlambat tapi tidak minta maaf karena menggagalkan pernikahanku?"

Chanyeol terkekeh.

"Kalau yang itu aku tidak menyesal, jadi untuk apa aku minta maaf."

"Isssshhh..."

"Kenapa? Jangan bilang sekarang kau mau kabur lagi? Lari ke Amsterdam lagi?"

Chanyeol mendengus.

"Jangan pergi lagi Hunnieeeee, kau mau aku sekarat?"

Sehun memutar bola matanya malas. Sejak kapan Chanyeol jadi gombal dan suka ber-aegyo gagal begini?

"Hyung."

"Hm?"

"Lepas."

"Tidak mau."

"Hyung."

"Hm?"

"Lepas."

"Tidak."

"Hyung!!!"

"Diamlah. Ini perintah."

"Aish!"

Ingin rasanya memukul kepala si tiang itu, namun keadaan sungguh tidak memungkinkan mengingat saat ini, dengan tidak tahu malu, Chanyeol mengurung tubuh ramping Sehun dalam dekapan, begitu erat sehingga nyaris sebuah keajaiban Sehun tidak pingsan kehabisan nafas.

Alih-alih melepaskan pelukannya, Chanyeol malah mengeratkannya, menenggelamkan wajah tampannya pada harum bahu dan leher Sehun.

"Hyung."

"Hm?"

"Lepas."

Chanyeol menggeleng.

"Hyung."

"Hm?"

"Aish jangan hm hm saja. Lepas!"

"Tidak mau, Sehun."

"Hyung!"

"Hm?"

"Apa kau tidak malu?"

"Tidak."

"Hyuuuuuuuung..."

"Hm?"

"INI KANTOR POLISI!!!!!!!!!!!"


***


"Ehem."

Chanyeol sontak menoleh ke samping setelah mendengar suara dengan nada jengkel tersebut, dan naasnya, masih memeluk Sehun.

"Eh, Pak Polisi," ujarnya.

Ya. Adegan peluk-memeluk itu terjadi di kantor polisi, setelah setengah jam lalu Chanyeol mendapatkan telepon dari pihak kepolisian yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan laporan tentang sebuah mobil kosong yang ditinggalkan di tengah kemacetan, menghalangi jalan pengemudi lain yang melintas. Setelah melakukan pengecekan nomor kendaraan, ternyata mobil tersebut adalah miliknya.

Chanyeol dengan enggan melepaskan kungkungannya pada Sehun dan beralih untuk duduk menghadapi sebuah meja tulis besar yang berseberangan dengan aparat yang menginterogasinya.

"Jadi, Saudara Park Chanyeol, Anda meninggalkan kendaraan Anda di jalanan untuk mengejar kekasih Anda?"

"Iya Pak. Kalau saya tidak bertindak cepat, nanti kekasih saya keburu menikah dengan orang lain. Untung saja saya datang tepat waktu," cengir Chanyeol tanpa dosa.

Love in ColorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang