Paraphrase

1K 146 140
                                        

"Caaaa duduk di sini dulu ya, Hunnie."

"Ne, eomma."

"Eh?" Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia tidak salah dengar bukan? Apa yang baru saja anak ini katakan?

"Aku bukan eomma, anak manis."

Hunnie menggeleng. "Eomma."

Sehun menghela nafas. Baiklah, ia kalah. Anak kecil ini sungguh keras kepala. Mengingatkannya pada seseorang.

Hunnie memperhatikan sekelilingnya. Sehun membawanya masuk ke sebuah gereja yang cukup tua dan hangat, duduk di bangku kayu yang berjejer rapi menghadap altar.

"Kau tau di mana alamat rumahmu?"

Hunnie yang baru berusia tiga tahun tentu saja tidak hafal alamat rumahnya. Ia menggeleng.

Sehun tampak berpikir. Kalau begini mungkin dia harus mulai mencari alamat rumah Hunnie kecil dengan bertanya kepada penduduk sekitar.

"Tadi Hunnie main belsama appa di lapangan. Hunnie lali-lali, lalu Hunnie hilang..."

Di dekat sini cuma ada satu lapangan. Baiklah, ini lebih mudah. Dia tinggal membawa Hunnie kembali ke lapangan. Appanya pasti masih di sekitar sana mencarinya.

"Hmmm baiklah. Siapa nama appamu?"

"Palk Chanyeol."

Bagaikan terhantam godam, Sehun merasa dunianya berputar. Tunggu. Park Chanyeol? Apa mungkin Park Chanyeol yang itu? Mungkin saja mengingat gereja ini dan lapangan yang Hunnie katakan barusan memang berada di kawasan pemukiman tempa tinggal Chanyeol dan keluarganya. Chanyeol? Memberi nama anaknya... Sehun? Dan kenyataan bahwa Hunnie mengakui bahwa dia tidak punya ibu... apa maksudnya? Apa Joohyun pergi meninggalkan mereka?

"Park... Chanyeol?"

Hunnie mengangguk.

"Appa Hunnie tampan loh sepelti anggota boyben EXO. Nanti kalau eomma liat appa, eomma pasti cuka cama appa Hunnie. Lalu kalian bisa pacalan kayak dlama yang suka ditonton nenek di televisi. Hihihihi," cerocos Hunnie.

Sehun tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang dikatakan Hunnie selanjutnya. Pikirannya hanya tertuju pada kenyataan bahwa anak ini adalah anak Park Chanyeol, dan Chanyeol sudah berpisah dengan Joohyun.

Joohyun adalah kebahagiaan Chanyeol. Jika benar Joohyun sudah pergi, maka sekali lagi Tuhan tidak mengabulkan doanya.


***


"Johnny, apa kau sudah jauh?"

"Belum, aku masih di sekitar gereja, macet sekali di sini. Ada apa, Hun?"

"John, aku baru saja bilang padamu bahwa hari ini yang terakhir, bukan? Karena itu... Bisakah aku mohon bantuanmu?"

Johnny terdiam. Ini bukan pertanda baik.


***


"Aku ingin semua yang masih tersisa di antara kalian selesai sebelum kami menikah."

"Karena itu, Park Chanyeol, katakan padaku. Apa yang bisa membuatmu bahagia?"


***


"Appa."

Hunnie yang berada dalam gendongan Chanyeol mengeratkan pelukannya pada leher Chanyeol begitu melihat wajah dingin Johnny.

Johnny tersentak. Ia baru menyadari kehadiran bocah kecil dalam dekapan Chanyeol. Anak itu... apakah anak Chanyeol dengan istrinya?

"Hunnie akut, appa," cicit Hunnie lagi.

Love in ColorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang