Behind the Scenes

664 68 10
                                        

Hai!

Saya tahu ini tidak penting, tapi saya memutuskan buat bikin "Behind the Scenes" dari setiap book yang sudah selesai, sebagai wadah untuk menampung kegembiraan maupun keluh kesah selama proses pembuatan masing-masing book.

Part ini tidak harus kalian baca kok, hehe, ini hanya sebagai memento pribadi saya dari setiap cerita yang saya tulis.

Baiklah, saya mulai ya.

Love in Color adalah fanfition pertama saya, kelinci percobaan saya, eksperimen menulis saya. Awalnya gemes sendiri sama kakak-kakak ChanHun, dan setelah observasi beberapa saat di fanfiction.net, AO3, dan Wattpad, cerita tentang mereka ternyata jauh lebih sedikit dibanding couple kenamaan seperti ChanBaek atau HunHan, misalnya. Jadi saya gemes ingin menuangkan ide yang ada di otak dalam bentuk tulisan, karena jujur pada saat itu sudah begitu banyak imajinasi ChanHun yang terngiang-ngiang di otak dan minta disalurkan.

Sempat bingung menentukan topik apa dulu yang akan saya jadikan cerita pertama, karena pada saat itu sudah kebayakan ide dari berbagai genre (bahkan fantasi hahahahah), tapi saya rasa semua sudah tahu kalau saya begitu mengagungkan genre angst, maka angst pertama yang saya jadikan tulisan adalah angst dengan tema poligami hohohoho. Kenapa yang ini yang duluan? Jawabannya adalah karena gesrek aja ngeliat daddy Yeolli yang sukanya tebar pesona sana sini, gayanya playboy abis dan harus dimanfaatkan emang hahahahhaha

Dan dengan bermodalkan nekat dan percaya diri, voila! Jadilah Love in Color.

Inspirasi utamanya tentu saja lagunya Taeyeon yang berjudul sama, Love in Color. Buat yang penasaran dengan lagunya, boleh dicek link Youtube di chapter "Love in Color" (chapter 9). Dalam bayangan saya waktu awal pembuatan book ini, dari awal sampai akhir ceritanya semacam sepia, menceritakan kehidupan dua manusia yang tidak hitam, tidak putih, namun juga tidak berwarna. Sepia.

Makanya saya banyak menggunakan foto-foto sepia aesthetic sebagai cover untuk tiap-tiap chapter dalam book ini hehe.

Suka duka?

Banyak! Hahahahaha.

Sukanya karena banyak pembaca yang mengapresiasi karya ini, saya kaget dan terharu karena karya lebay begini ada juga ya ternyata yang suka. Itu semakin menjadi motivasi saya buat menulis setiap chapter dengan lebih baik, walaupun tetap saja satu chapter selesainya bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, karena seringkali kapasitas otak sedang tidak bersahabat. Namun terlepas dari itu semua, para pembaca tetap setia menunggu dan saya sangat bersyukur untuk itu.

Terima kasih banyak untuk para pembaca setia.

Dukanya karena terus terang hasil jadi Love in Color masih di bawah ekspektasi saya, saya merasa masih kurang baik dan masih banyak plothole di sana-sini yang tidak berusaha saya perbaiki (baik karena malas maupun karena murni tidak sadar). Sempat terbesit untuk mengulang bagian tengah cerita sampai ending supaya lebih greget, tapi akhirnya saya memutuskan biarlah Love in Color jadi seperti ini dulu apa adanya tanpa revisi, sebagai pengingat saya di masa depan bahwa "Oh, jadi seperti ini ya fanfiction pertama yang saya tulis, masih bolong-bolong dan aneh ya hahahahaha" dan juga untuk mengukur progress tulisan dari book pertama ke book kedua, book kedua ke book ketiga, dan seterusnya.

Saya adalah penulis yang tidak berkeberatan dengan silent readers, karena saya menulis untuk diri sendiri, sebagai hobi. Mendapatkan apresiasi berupa vote dan comment adalah bonus buat saya. Jadi silahkan menikmati karya saya (kalau ada di antara kalian yang masih mau menikmati hehe) tanpa harus terbebani dengan kewajiban vote atau comment.

Sebagai penutup, saya harap semakin banyak book tentang ChanHun bermunculan.

Sampai jumpa di book selanjutnya (yang pastinya sama absurdnya)!

Celine H.

December 2, 2017

1.06 PM

Love in ColorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang