HAPPY READING GUYS!!
----
Dhea masih terus saja berlari, mulutnya berkomat kamit tak henti menyumpah serapahi Rendy.
"Apa-apan sih itu orang, kenal juga enggak, malah ngajak pulang bareng, udah kalau gak mau pulang bareng malah ngajak pacaran,"
"Emang aku cewek apaan coba,"
"Dasar cowok sok akrab,"
"Gila,"
"Gak jelas,"
Dan masih banyak lagi sumpah serapah yang lain, hingga Dhea sudah sampai di Halte seberang.
Dhea sudah menaiki angkutan umum tersebut, dan angkutan umum pun membawa Dhea dengan selamat pulang ke rumahnya.
Dhea turun di depan komplek perumahannya, Dhea berjalan santai dan memasang headset di kedua telinganya.
"Setelah kau ingkari, tanpa ada bahasa yang bisa ku mengerti," bibirnya bernyanyi tanpa sadar, matanya masih lurus ke depan, ketika sudah sampai di depan rumah, Dhea heran kenapa bisa ada motor besar disana.
Dhea buru-buru masuk, "Assalamualailum Bu, Dhea pul-" ucapannya terpotong saat melihat sesosok makhluk dengan cengiran lebarnya.
"Hai Dhea," ucap cowok itu sambil melambaikan tangan.
"Waalaikumsalam Dhe, kamu udah pulang?" Tanya Ayu.
"Ibu..., kok dia bisa ada disini sih?" Ucap Dhea bisik-bisik kepada Ayu.
"Itu pacar kamu, ya? Tapi kok beda sama yang nganterin kamu waktu itu?,"
"Ibu, Rendy bukan pacar aku, Bu. Aku aja baru tau kalau dia ada sini,"
"Yaudah, Ibu ke dapur dulu ya, Ibu mau siapin makanan untuk kalian,"
"Kalian, Bu?"
"Iya, kamu sama Rendy,"
"Loh, emang Rendy gak pulang?" Tanya Dhea penasaran.
"Enggak, dia bilang mau belajar bareng sama kamu, makanya dia masih disini,"
"Tapi Ibu, aku gada tugas." Jelas Dhea.
"Belajar kan gak harus ada tugas dulu, sayang. Yaudah ya, Ibu tinggal dulu. Nak Rendy, Ibu ke dapur dulu ya?" Pamit Ayu.
"Iya, tante."
Setelah Ayu berlalu, Dhea langsung melirik tajam ke arah Rendy, yang di pandang pun hanya cengengesan sekaligus garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Liat nya jangan kayak gitu dong Dhe, niat gue kan baik kesini, mau belajar bareng."
"Tapi kamu gak janjian dulu sama aku, kalau mau belajar bareng,"
"Lagian, lo sih tadi kan gue tawarin mau anterin pulang, tapi lo nya gak mau, yaudah gue kesini aja,"
Dhea memutar kedua bola matanya, "Kamu tau dari mana rumah aku?" Tanya Dhea penasaran, pasalnya hanya Indah dan teman sekelas sepuluh waktu itu, itupun tidak semuanya tahu rumah Dhea.
"Gue kan punya banyak narasumber, sekali tanya langsung dikasih," ucap Rendy bangga.
Dhea berdecak malas, "Yaudah, kalau gitu aku mau ganti baju dulu,"
Rendy mengangguk dan mengeluarkan ponselnya.
---
Dhea sudah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian santai, dan Dhea pun membawa tiga buku yang tebalnya masing-masing 10 senti meter.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lovender
Teen Fiction[ Amazing cover by : CitraAditya ] 💚💚💚 "Tetap kaya gini ya." "Maksudnya?" "Ya kita tetap akan sama sama terus." "Kalau suatu saat Kamu punya pacar gimana? "Gue gak akan punya pacar, karena gue mau ngejagain lo." ---------------------------- Ketik...