HAPPY READING!!!
Dhea berjalan sendirian di koridor sekolah, waktu sudah menunjukan pukul setengah 5 sore, seperti biasa Dhea habis selesai latihan Drama.
Dhea menuju kearah lokernya, untuk mengganti baju yang ia kenakan untuk latihan menjadi seragam sekolahnya kembali.
Klik.
Setelah membuka loker, Dhea mengambil seragam sekolahnya, tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Dhea, yaitu satu batang cokelat silverqueen dengan secarik memo disana.
Hai Dhea! Kamu pasti capek ya habis latihan Drama, hehe. Ini aku bawain cokelat kesukaan kamu. Dimakan, ya, Dhe.❤
D.
"Loh? Kenapa cokelatnya bisa ada di dalam loker? Kayaknya nggak ada yang tau katasndinya deh, Siapa yang buka loker-nya ya?" Tanya Dhea kepada diri sendiri. Dhea melihat sekelilingnya lalu bergidik ngeri.
Dhea buru-buru memasukan seragam serta cokelat dan memo-nya, "aku harus cepet pulang dan kasih tau Indah, soal cokelat dan surat ini,"
Dhea langsung berlari menuju halaman sekolah, dan menaiki angkot yang sudah ada di depan sekolah.
Sedangkan sedari tadi, ada seorang cowok yang diam-diam tertawa kecil karena melihat kelakuan Dhea, "kelakuan lo gak pernah berubah ya Dhe, dari dulu masih aja suka parnoan," ucap cowok itu sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, dan segera keluar dari tempat persembunyian-nya.
---
"Iya Ndah, masa ada yang taruh cokelat sama memo itu di loker aku, padahal kan nggak ada tau katasandi loker aku kecuali kamu. OH IYA!!!"
"Dhea!! Jangan teriak-teriak sakit kuping gue nih," ucap Indah sembari menjauhkan ponselnya, "lo nuduh gue yang kasih tau katasandi lo ke orang yang kasih lo cokelat itu kan? Ngaku lo!" Ucap Indah dengan nada yang sedikit sengit.
"Ng-nggak gitu, ng-ngaak gitu Ndah. Kali aja kamu gak sadar sebutin katasandi ke orang itu," ucap Dhea gagap.
"Hahahaha, santai aja Dhea, lo kayak gagap gitu kalo gue ngomong ketus ke elo," ucap Indah sambil memukul-mukul bantal
"Ih, Indah, kamu mah suka gitu, terus gimana ini Ndah?" Tanya Dhea masih dalam keadaan Panik.
"Ya gak gimana-gimana, lo makan aja lah cokelatnya. Lagian kan lo suka banget sama cokelat," saran Indah.
"Yaiya si Ndah, tapi kalo cokelat nya udah diguna-guna gimana Ndah?" Jelas Dhea.
"Harus Husnudzon, Dhea cantik,"
"Iya Indah iya, yaudah cokelatnya aku simpen aja, deh. Aku takut kalau dimakan. Anggep aja ini hadiah dari secret admirer aku, hihi." Ucap Dhea terkikik.
Indah memutar kedua bolamatanya walaupun itu tak bisa dilihat oleh Dhea, "terserah, lo aja, Dhe,"
"Yaudah, kalau gitu udah dulu, ya, Ndah. Aku mau beres-beres dulu. Dadah Indah, see u tomorrow, muahh," ucap Dhea sembari diselingi tawanya.
"Iya Dhea iya." Ucap Indah mengakhiri sambungannya.
---
"Abang! Sini deh Bang, temenin aku main boneka." Ucap Fani di Ruang tamu sembari menggerakan tangan Barbie-nya seolah memanggil Rendy.
Rendy yang baru sampai dirumah, langsung melengos menaiki satu persatu tangga, "males ah, Abang capek, kamu ajak Bibi aja mainannya." Saran Rendy.
"Tapi Bang-- ABANG!! TEMENIN AKU MAIN BONEKA!! BIARIN AJA AKU BILANG MAMAH KALO ABANG GAK MAU TEMENIN AKU ABANG JAHAT, ABANG!!!!," ucap Fani yang masih teriak-teriak.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lovender
Teen Fiction[ Amazing cover by : CitraAditya ] 💚💚💚 "Tetap kaya gini ya." "Maksudnya?" "Ya kita tetap akan sama sama terus." "Kalau suatu saat Kamu punya pacar gimana? "Gue gak akan punya pacar, karena gue mau ngejagain lo." ---------------------------- Ketik...