Beberapa saat kemudian, Syo dan Ryuu menjelaskan yang sebenarnya tentang Masumi, Hinata dan tentu saja tentang Exolord yang mengirim dia ke kota Hanasaki.
Syo tahu Haruka sangat sedih saat mengetahui Masumi dan Hinata mati, namun tampaknya dia tak terlalu terkejut mengenai kebenaran bahwa Masumi dan Hinata adalah vampire yang membunuh warga kota Hanasaki.
Hal itu mungkin saja karena Haruka sejak awal sudah tahu kalau Hinata dan Masumi adalah vampire.
"Haruka..."
Haruka terlihat sedih dan air matanya yang belum kering membuat hati Syo seperti tersayat pedang yang sangat tajam.
Dia tahu telah menyakiti orang yang paling dia cintai.
"Haruka, Syo melakukan semua ini demi melindungimu, jadi kau jangan menyalahkannya!!'
Ryuu mencoba menenangkan hati Haruka dan di saat yang sama dia juga membela Syo.
Haruka memang tahu kalau Syo mencoba melindungi dirinya, tapi-
"Melindungiku? Melindungiku dari apa? Teman baikku? Sahabat yang ada di saat aku butuh? Sahabat yang paling mengerti diriku? ..... Melindungi aku dari sahabatku yang menolongku di saat kalian berdua diam saja melihatku menderita?"
Mendengar itu, Syo dan Ryuu bagai tersambar ribuan petir.
Mereka berdua telah melakukan kesalahan paling besar dan paling tak bisa dimaafkan dalam hidup mereka.
Mereka berdua berniat menolong dan menyelamatkan Haruka, namun kini mereka berdua justru menjatuhkan Haruka ke dalam jurang yang lebih dalam dan menyakitkan.
Syo yang menyadari itu hanya menatap mayat Masumi dan Hinata yang tergetak berdampingan tak jauh dari mereka.
Entah mengapa Masumi dan Hinata tersenyum saat mati.
"Haruka, maafkan aku. Aku tahu aku telah membunuh orang yang kau sayangi. Aku juga tahu kalau aku tak di sisimu di saat kau menderita, namun.... aku tetap harus membunuh mereka agar tak ada korban lagi."
Haruka langsung menggertakkan giginya. Dia sedang marah dan tak menerima alasan Syo.
Bagi dirinya, alasan itu tak cukup digunakan sebagai alasan untuk membunuh mereka berdua.
"Haruka, meskipun mereka telah tiada, namun masih ada aku dan Ryuu yang akan menjaga dan selalu di sampingmu untuk melindungimu! Jadi relakan mereka pergi, mungkin mereka sekarang lebih baik daripada terus membunuh orang dalam hidup mereka"
Syo berusaha memeluk Haruka, namun Haruka melangkah mundur dan menjauh dari Syo dan Ryuu.
Mereka berdua tahu kalau Haruka masih belum menerima kematian mereka berdua, namun tetap saja ini terasa menyakitkan saat orang yang ingin kau lindungi menjauh dan tak mau menerima uluran tanganmu.
"Terlambat. Kalian sudah sangat terlambat!!"
"......"
"......."
Mereka berdua terdiam membeku dan tak bisa membalas perkataan Haruka. Mereka berdua tahu apa yang dikatakan Haruka memang benar adanya.
Mereka terlambat.
Terlambat selama satu tahun.
"Dengar. Aku tak peduli apakah mereka berdua vampire, monster bahkan iblis sekalipun. Kalian tahu, meskipun mereka berdua adalah vampire dan pembunuh, namun hanya mereka berdua yang memahamiku dan menerimaku. Sementara kau seorang manusia telah membunuh orang yang menyelamatkan hidupku, katakan......apa mau kalian yang sebenarnya...? Jika kalian ingin membunuhku, kenapa kalian tak membunuhku bersama mereka berdua?"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Promise
VampireBisakah kau membunuh orang yang kau cintai? AN: Cerita ini sedikit berhubungan Love and Soul. Hanya saja karakter dan tempat yang berbeda.