"kehadiran yang sekejab namun sangat bermakna dalam hidupku. Terimakasih kamu datang padaku saat itu."
*****
Flash back 8 tahun lalu...
"KENAPA DUNIA TAK ADIL PADAKU?KENAPA TAK ADA KEBAHAGIAAN UNTUKKU? KENAPA KELUARGAKU BEGINI? KENAPA???" aku menangis, berteriak sambil berlari tanpa tujuan. Aku benci dunia ini.
Aku benci hidup sendiri. Aku juga mulai berpikir dunia ini sangat kejam, kenapa aku harus kehilangan nenekku?
Satu-satunya keluarga yang peduli padaku.
Ayah Ibuku orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan dan mereka berdua hampir bercerai hari ini, karena hal itu diketahui nenek penyakit jantungnya kambuh dan nyawanya tak bisa ditolong lagi. Aku kehilangannya.
Aku hampir tak pernah bertemu orang tuaku selama ini.
Sejak aku masih bayi neneklah satu-satunya orang yang selalu ada untuk menjagaku hingga sekarang.
Tapi sekarang apa?
Bahkan setelah kepergian nenek mereka hanya meributkan warisan dengan paman. Tanpa memperdulikanku mereka hanya mendebatkan rumah satu-satunya peninggalan nenek juga perusahaan yang selama ini atas nama nenek.
Paman terus mendesak ayahku untuk menjual rumah yang selama ini kutinggali dengan nenek karena orang tuaku selalu sibuk dengan perjalanan bisnis mereka di luar negeri.
Aku tak ingin rumah ini lenyap karena rumah ini adalah tempatku mengukir kenangan dengan nenek selama ini. tapi aku yang masih kecil ini bisa apa?
Kepergian nenek seakan membuka penderitaan baru untukku. Siapa yang akan peduli padaku sekarang?
Dulu neneklah yang paling peduli denganku.
Tapi sekarang aku telah kehilangan nenek.
Tak ada lagi yang peduli padaku.
Tak ada yang memperhatikan aku lagi, bahkan temanpun aku tak punya.
Aku bukan anak yang mudah bergaul.
Sehingga bagiku sangatlah sulit untuk mendapatkan teman.
Jangankan berteman, bahkan berbicara dengan mereka aku tak pernah bisa. Dan selama ini aku hanya menjadi bahan bulli disekolahku karena aku anak yang terlalu pendiam dan mereka membenci itu.
Saat ini aku hanya terus berlari sejauh mungkin dan aku berhenti tepat di taman yang biasa kukunjungi dengan nenek.
Dulu aku sering kesini dengan nenek setiap libur sekolah.
Sekarang aku sendiri disini hanya untuk mengingat masa-masa itu.
Aku berjalan pelan sambil terus menangis dibawah hujan.
Aku memutuskan untuk duduk dibawah pohon pinus besar diujung taman.
Aku merasa nyaman disini, kerena di tempat ini nenek sering mengajakku menghabiskan waktu bersama.
Aku merasa sedih dan kesepian sekarang. Dimalam yang dingin dengan hujan yang lebat aku sendirian, berharap seseorang akan datang.
Walau aku tahu tak mungkin tapi aku tetap disini.
Aku kedinginan, tapi tak ada yang mencariku. Ayah dan Ibuku, kenapa mereka tidak datang untuk mencariku?
kenapa mereka terus sibuk dengan hal-hal yang tak kumerngerti itu?
Saat ini yang bisa kulakukan hanya termenung ditengah hujan tanpa seorangpun.
Aku menutup mataku dan aku mulai merasakan air mata menetes membasahi pipiku lagi.
Aku menangis semakin menjadi-jadi, tapi air hujan menyamarkan air mataku yang menetes.
Ditengah kesedihanku aku tidak merasakan air hujan jatuh membasahi tubuhku lagi.
Tapi aku masih mendengar suara hujan yang semakin deras.
Perlahan aku berhenti menangis dan membuka mataku.
Apa ini nenek?
Apa dia hidup kembali untukku?
Apakah payung ini darinya?
Atau mungkin orang tuaku yang menjemputku sekarang?
Aku penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Teen FictionPertemuan Clara dengan seorang Pria misterius yang terus membuatnya penasaran. kedatangan pria itu juga akan mengungkap masa lalu Clara yang kelam. siapakah pria itu? ada cerita apa dibalik kedatangan pria itu yang tiba-tiba kepada Clara? apa hubung...
