Kembar : Wonwoo X Seongwoo
2017
Papa Dujun memang terbilang anti mainstream. Cara dia mendidik anak kembarnya sangat unik. Sudah tahu kedua anaknya gampang berantem, sampai umur 20 tahun pun masih dibuat sekamar.
Entahlah, kata papa Dujun biar mereka makin kompak dan akrab. Padahal kenyataannya tiap malam mereka harus adu bacot dan berakhir gulat di lantai seperti sekarang ini.
Wonwoo lagi duduk tenang di kursi meja belajar ngerjain tugas anatomi. Sementara seongwoo lagi nungging di lantai, fokus ngeliatin hpnya, ngapain? Stalking Instagramnya Ketua BEM lah.
"Haissshhh kenapa gak ada foto selfienya? Yaelah isinya kucing semua nih?" Dumel seongwoo masih tetap scrolling layar hpnya.
"Wah jangan-jangan dia homo nih gak ada foto selfie sama cewek sama sekali?" Komentar seongwoo masih saja berisik bikin acara belajar wonwoo terganggu.
Karena gak tahan dengan segala bacotan kembarannya, wonwoo akhirnya menendang bokong seongwoo sampai empunya nyungsep dalam keadaan kepalanya terantuk hpnya sendiri.
"Sial, lo ngapain sih? Benjol nih kepala gue!" Sungut seongwoo marah sambil ngusap-ngusap dahinya. Dia kemudian beralih liat hpnya terus tiba-tiba teriak histeris.
"Brengsek wonwoo!!! Gimana ini gara-gara lo jadi kepencet like nih, mana foto dua tahun lalu lagi. Ketauan dong kalau gue lagi stalking!!" seongwoo menjambak rambutnya frustasi.
Karena gak mau menderita sendirian, seongwoo kemudian menjambak wonwoo sampai jatuh dari kursinya. Dan bisa ditebak setelah itu mereka gulat layaknya kucing berantem.
Pertengkaran mereka berhenti setelah papa Dujun yang tiba-tiba masuk kamar dengan tampang garangnya.
"DIEM!! MAU PAPA BIKININ SASANA GULAT DALAM KAMAR BUAT KALIAN?" tanya papanya emosi.
Dibentak papanya seperti itu langsung deh keduanya diem terus duduk bersimpuh sambil nundukin kepalanya. Serem bor liat papa dujun marah.
"Kalian itu ya udah 20 tahun masih aja kayak gini terus? Coba bilang masalahnya apa?"
Namun keduanya justru diam saja dan menggeleng. Tipikal kembar wonwoo seongwoo, sebenci-bencinya mereka berdua namun mereka akan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus mengadu ke orang lain.
"Lagi-lagi selalu aja diem kalau papa tanya. Ya udah kalian tidur sekarang, lampunya papa matiin, awas sampe kedengeran lagi suara orang berantem," perintah papa dujun final.
Seongwoo dan wonwoo pun langsung lari naik ke ranjangnya masing-masing dan menutup tubuh mereka dengan selimut sampai kepala.
Suasana sejenak hening dan gelap. Namun dapat dipastikan jika kedua orang di kamar itu belum ada yang memejamkan mata.
"Heh lo udah tidur? Gue takut nih," Tanya wonwoo lirih.
Namun tak ada jawaban dari kembarannya. Wonwoo mengira seongwoo sudah lelap ke alam mimpi. Tak berapa kemudian, tiba-tiba ranjangnya berderit. Secara tiba-tiba seongwoo masuk ke selimut dan memeluk wonwoo.
"Takut kenapa hmm?" Tanya seongwoo tepat di telinga bikin wonwoo merinding.
"Brengsek, lo ngapain ke sini? Balik sana!" Sungut wonwoo.
"Hussst brader jangan berisik aja, ntar ketahuan papa," bisik seongwoo meletakkan jari telunjukya di bibir wonwoo. "Lagian pas kecil kan lo sering gue peluk gini kalau lagi takut."
Wonwoo merengut tapi tetep nurut-nurut aja dipeluk kembarannya yang lebih tua 3 menit itu. "Gue takut nih sama stalker gue."
"Hah stalker lo ngapain lagi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembar : Wonwoo X Seongwoo
FanfictionSatunya punya mulut sepedes cabe Satunya otaknya gesrek gara-gara kebanyakan micin
