Daniel masih memandangi seongwoo yang kini tekun menulis di depannya. Dia membagi selembar kertas menjadi dua lalu menuliskan nama banyak orang di sana.
"Lo nulis apaan itu?"
"Oh ini gue lagi ngedata nama temen-temen sekelas gue, mana yang yang masih single dan mana yang taken, di antara mereka pasti ada pacar lo," ujar seongwoo pantang menyerah.
Daniel mendesah pelan, "kenapa sih lo penasaran banget sama kisah percintaan gue?"
"Ya jelas dong, bahan menarik UKM jurnalistik nih, kalau ramai kan otomatis followers naik dan itu bisa datengin bahan endorsean," jawab seongwoo santai.
Daniel sudah mau protes namun seongwoo sudah mengumpat keras ketika ada seseorang yang memukul kepalanya dengan sebuah kamus tebal.
"Bangsat lo ngapain sih?" Tanya seongwoo marah-marah ketika tahu kembarannya lagi berdiri di belakangnya dengan muka datar.
"Lo tuh ya ditungguin dari tadi malah mojok di perpus, ikut pulang gak?" Tanya wonwoo jutek.
"Gue masih ada kuliah sejam lagi, lo pulang aja dulu sana, ntar jam 5 balik lagi, jemput gue," perintah seongwoo.
"Enak aja lo, ogah gue bolak-balik, bareng aja taeyong sono," elak wonwoo.
"Dasar kembaran gak guna lo," sindir seongwoo.
Wonwoo sudah hampir bales lagi, tapi tiba-tiba seongwoo menyelanya dan bertanya ke daniel, "eh gue kok gak pernah lihat mingyu lagi sih?"
"Sakit dia," jawab daniel singkat.
"Hah sakit apa?" Wonwoo tiba-tiba ngegas.
"Demam katanya sama flu berat."
Seongwoo memandangi wajah wonwoo yang kelihatan khawatir banget. Dia kemudian tersenyum lalu berdiri mendorong kembarannya itu.
"Udah lo jenguk dulu dia sana! Dia sakit pasti gara-gara lo nih."
"Kok gue sih?" Tanya wonwoo gak terima.
"Ya habis lo cuekin terus sih anaknya, kali aja dia stress terus sakit, udah sana cepetan pergi bego!" Perintah seongwoo makin keras mendorong wonwoo.
Wonwoo sempat ragu tapi kemudian dia memilih pergi mengikuti perintah dari kembarannya itu.
"Kerjaan lo banyak ya? Sampai jadi mak comblang segala?" Sindir daniel melihat kelakuan ajaib seongwoo barusan.
"Iya, tapi tarif gue mahal lho," jawab seongwoo congkak.
"Berapa emang?"
"Buat PDKT 5x pertemuan 500 ribu sampai sejuta, kalau sampai jadian bisa 2 juta," jawab seongwoo enteng.
"Kenapa? Lo mau dicomblangin juga?" Tawar seongwoo melihat ekspresi aneh di wajah daniel. "Eh tapi kan lo udah punya pacar ya?"
Seongwoo kemudian meletakkan pulpennya lalu melihat kembali tulisannya. Dia tersenyum dan merasa puas.
"Daniel, coba fokus ke gue sekarang. Gue bakal bacain nama-nama temen gue yang single, bilang pass ya kalau itu bukan pacar lo," perintah seongwoo seenaknya.
"Nayoung?"
"Pass"
"Chungha?"
"Pass"
"Sejeong?"
"Pass"
"Nayeon?"
"Pass"
"Joy?"
"Pass"
"Sana?"
"Pass"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembar : Wonwoo X Seongwoo
FanfictionSatunya punya mulut sepedes cabe Satunya otaknya gesrek gara-gara kebanyakan micin
