Chapter 5 - Dejavu

19.8K 4.3K 2.3K
                                        

Kembar : Wonwoo X Seongwoo
©2017

"Turun gak lo?"

"Hah ini dimana?"

Seongwoo menggeliat dan mengucek matanya memandang sekeliling. Dia sekarang sudah berada di suatu lingkungan perumahan yang entah itu ada dimana.

"Lo mau sampai kapan senderan di punggung gue terus?"

Seongwoo tersentak dan langsung mengangkat kepalanya, mengusap ilernya yang udah nempel kemana-mana sampai ke jaketnya daniel segala.

Iya, seongwoo dengan begonya ketiduran pas dibonceng daniel. Dari awal daniel sudah marah-marah diintilin seongwoo terus. Namun semakin dia ngusir semakin kekeuh juga seongwoo meluk pinggangnya erat.

Seongwoo melirik jam tangannya, gila sudah jam 5 sore yang itu berarti juga dia sudah dibawa daniel pergi selama satu jam. Dia turun perlahan dengan kepala yang masih agak pusing.

Daniel memarkir motornya di depan sebuah rumah berwarna oranye dan cokelat. Dia masuk dengan tergesa dan meninggalkan seongwoo yang masih kebingungan di depan.

Perlahan seongwoo mengikuti daniel, saat sampai di pintu, dia memeriksa dengan seksama nomor rumahnya. Tertulis disana Perumahan Puncak Permai, Bekasi.

"Lah, gue udah nyampe bekasi aja, gimana gue pulangnya ntar?" Seongwoo membatin dalam hati.

"Lho Daniel, tumben pulang?" Suara seorang perempuan separuh baya membuyarkan lamunan seongwoo.

"Gak kok Ma, ini cuma ngambil hardisk sebentar, nanti balik ke kos lagi," jawab daniel sopan dan memeluk wanita tersebut yang ternyata adalah mamanya.

"Tapi kamu nginep kan? Udah sebulan lho kamu gak pulang?"

"Gak Ma, besok daniel ada ujian penting, habis ini juga balik lagi," ucap daniel.

Mamanya sudah mau protes lagi namun matanya tertuju ke sosok seongwoo yang sedang berdiri kebingungan di pintu. "Itu siapa daniel?"

Merasa diperhatikan, seongwoo langsung maju dan menyalami tangan mama daniel erat. "Saya seongwoo, teman dekatnya daniel tante."

Daniel melotot mendengar pengakuan palsu seongwoo namun mamanya sepertinya sudah tertipu daya akal bulusnya.

"Wah tante senang sekali. Daniel jarang banget lho bawa temennya sampai rumah. Kamu pasti temen spesial nih," ujar mamanya ramah.

"Hehehehe mungkin tante," jawab seongwoo dengan senyum yang dibuat-buat.

"Seongwoo sudah makan?"

"Belum tante," jawab seongwoo dengan tidak tahu malunya.

"Ya udah ayo makan sini," ajak mamanya daniel lalu menggandeng lengan seongwoo menuju ruang makan. "Daniel ayo makan juga."

"Ntar aja Ma, daniel ke belakang dulu lihat peter sama rooney," jawab daniel cepat lalu pergi ke belakang rumah.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Wah kamu tuh badan kurus tapi makannya banyak ya?" Komentar mama daniel melihat seongwoo yang sedang makan dengan lahapnya.

"Habis masakan tante enak sih," jawab seongwoo dengan mulut penuh nasi.

Seongwoo gak bohong, emang semua masakan mamanya daniel itu favorit dia. Mulai dari soto ayam, semur jengkol, ayam cabe ijo sampai aneka gorengannya. Gurih dan pedas semua, kesukaan seongwoo banget.

"Kamu mau tambah seongwoo?" Tawar mamanya daniel.

"Emang boleh tante?" Tanya seongwoo dengan muka tebalnya.

Kembar : Wonwoo X SeongwooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang