Kembar : Wonwoo X Seongwoo
2017
Wonwoo masuk rumahnya dengan tergesa. Dia gak sabar untuk marahin kembarannya yang gak tahu diri udah nyebarin gosipnya sama mingyu di Instagram jurnalistik kampus.
Namun sampai kamarnya, emosinya memudar melihat seongwoo yang sedang tidur meringkuk seperti orang kesakitan. Perlahan wonwoo mendekat, tangannya terulur memegang kening seongwoo yang sudah berkeringat.
"Panas banget," wonwoo mengguncang lengan kembarannya. "Heh bangun, lo sakit ya?"
Seongwoo menggeliat, membuka matanya. Betapa terkejutnya wonwoo melihat mata seongwoo yang merah dan basah. Seperti orang habis nangis semalaman.
"Lo nangis?"
"Hah enggak," Jawab seongwoo lemah. Dia bangkit dari tidurnya dan terduduk lemas memegangi kepalanya.
"Wonu, sakit kepala gue makin parah nih," keluh seongwoo. "Makanya lo cepetan lulus anjir terus sembuhin gue."
Wonwoo berdecak kesal, nih anak lagi sakit tapi masih aja tetep ngeselin kelakuannya. Dikira jadi dokter gampang apa?
Meski begitu wonwoo tetap saja duduk di hadapan seongwoo dan memegang kepalanya. "Sakitnya gimana?"
"Ya sakit banget pokoknya, kayaknya gue terlalu maksain diri deh buat nyoba nginget masa lalu," jawab seongwoo.
"Siapa? Pacar lo dulu itu? Emang udah ketemu?" Selidik wonwoo.
"Udah," jawab seongwoo singkat. "Gak jauh-jauh, ternyata dia ketua BEM kita sendiri. Lucu ya? Dunia sempit banget."
"Si daniel itu?" Wonwoo memandang miris seongwoo yang sedang tertawa, kentara banget itu tawa palsu untuk menyembunyikan perasaannya.
"Lo diapain sih sama dia sampai kayak gini?" tanya wonwoo gregetan. Walau nyebelin dia gak tega juga ngeliat seongwoo yang seperti ini.
Seongwoo menekuk lututnya, menelungkupkan kepalanya, "gak tau, gue gak inget".
"Ya udah kalau gak inget, gak usah dipaksa, lo sendiri yang bakal kesakitan ntar," ujar wonwoo melunak, tangannya mengelus lembut rambut seongwoo.
"Ya tapi gue merasa bersalah, dia nungguin gue 5 tahun. Sementara gue gak inget apapun," suara seongwoo mulai bergetar.
Wonwoo memegang sisi kepala seongwoo supaya terangkat, betapa kagetnya dia melihat kembarannya yang sudah menangis. Seumur hidupnya baru kali ini dirinya melihat seongwoo menangis.
Sumpah, seongwoo bukan tipe orang yang cengeng seperti ini. Bahkan saat dia harus dimarahin papanya habis-habisan seongwoo tak pernah sekalipun menangis.
Dalam hati wonwoo berjanji akan membuat perhitungan dengan orang yang sudah berani-beraninya membuat kembarannya seperti ini.
"Lo amnesia kan bukan kemauan lo, jadi berhenti nyalahin diri sendiri," bujuk wonwoo yang kini sudah memeluk tubuh kembarannya.
"Wonu, besok gue mau ikut terapi," ucap seongwoo tiba-tiba.
"Hah terapi ingatan? jangan! itu sakit banget," pekik wonwoo tak setuju mendengar rencana gila kembarannya itu.
Sejak seongwoo kecelakaan dulu, dokter memang sudah menyarankan untuk mengikuti terapi ingatan. Tapi mengingat prosesnya yang menyakitkan dan juga papa Dujun yang menolaknya keras membuat seongwoo hidup dalam suasana baru tanpa tahu masa lalunya sama sekali.
"Tapi gue harus ikut, gue gak bisa tenang kalau masih dihantui masa lalu kayak gini," ujar seongwoo kekeuh.
"Batu banget sih lo jadi orang, kan udah gue bilang tadi, itu bukan salah lo. Lagian terapi ingatan itu mahal tauk," bujuk wonwoo lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembar : Wonwoo X Seongwoo
Fiksi PenggemarSatunya punya mulut sepedes cabe Satunya otaknya gesrek gara-gara kebanyakan micin
