Kembar : Wonwoo X Seongwoo
2017
Daniel tersenyum memandang seongwoo yang sekarang sedang memakai cardigannya lalu merapikan rambutnya. Poni rambutnya yang turun semakin membuat daniel gemas.
Entah kenapa daniel menjadi merasa tidak puas. Dia ingin memiliki seongwoo seutuhnya. Dia benar-benar tak ingin kehilangan sosok yang sudah mengisi hatinya selama 5 tahun ini.
"Daniel, ayo anterin aku pulang!"
"Gak usah pulang, kamu tidur sini aja ya?"
Seongwoo menoleh, "kenapa?"
"Aku kangen kamu, jangan pulang dulu," daniel tiba-tiba berdiri dari duduknya lalu memeluk seongwoo. Kepalanya jatuh ke pundak seongwoo.
Seongwoo bingung melihat perlakuan aneh daniel yang tiba-tiba begini. Namun tangannya terulur mengelus rambut daniel pelan.
"Kamu kenapa hmm? Sepertinya banyak pikiran?" Tanya seongwoo.
Daniel diam saja, dia melepas pelukannya. Daniel kemudian menuntut seongwoo ke tempat tidurnya dan membaringkannya.
"Di luar hujan deras. Jangan pulang. Aku ingin tidur bersamamu."
Bulu kuduk seongwoo meremang mendengar kalimat terakhir daniel. Walau dia bego masalah percintaan tapi dia tahu kemana arah pembicaraan daniel.
Belum selesai seongwoo berpikir, daniel sudah ikut berbaring di sampingnya dan memeluk seongwoo erat.
"Aku takut kehilanganmu."
Ah anjir kenapa daniel jadi mellow gini sih, otak seongwoo yang cetek mana paham. "Hah, aku gak kemana-mana kok."
Daniel makin mendekat, bibirnya sudah berada tepat di telinga kanan seongwoo. Deru nafasnya yang cepat membuat seongwoo merinding.
Tangan daniel terulur memiringkan wajah seongwoo hingga wajah mereka berhadapan. Senyum daniel mengembang melihat wajah seongwoo yang sudah memerah.
Seongwoo memejamkan matanya tatkala bibir daniel sudah menempel di bibirnya. Awalnya hanya kecupan kecupan lembut lalu berubah menuntut dengan lumatan kasar.
Seongwoo mendorong tubuh besar daniel tatkala dia merasa nafasnya sudah habis.
"Hhhh...hhhh... daniel daniel aku kan lagi sakit, kalau kamu ketularan gimana?" Cicit seongwoo mencoba mengalihkan perhatian. Daniel dalam mode sekarang sungguh menakutkan baginya.
"Gapapa, sakitmu adalah sakitku juga."
🍁🍁🍁🍁🍁
Wonwoo menggenggam erat pegangan pintu mobilnya. Wajahnya tegang, matanya melirik ke samping. Mingyu ada disampingnya menyetir dengan kecepatan tinggi.
Tepat setelah wonwoo mengucapkan kata putus mingyu segera merebut kunci mobil pacarnya itu. Memaksa wonwoo masuk dan membawa mobil itu pergi entah kemana.
Wonwoo sudah berulang kali bertanya. Namun mingyu tetap diam saja tak bergeming. Mingyu menyetir seperti orang kesetanan dengan kecepatan di atas 100km/jam. Dan itu membuat wonwoo takut.
"Aku belum mau mati muda!" Teriak wonwoo frustasi.
Wonwoo bisa bernafas lega tatkala mobilnya berhenti di kawasan puncak. Dengan gemetar dia melepas sabuk pengamannya.
Wonwoo sudah mau keluar dari mobilnya namun tangannya ditahan oleh mingyu. "Denger ya gak ada kata putus diantara kita."
Wonwoo mendesah pelan, dia berusaha melepas cengkeraman tangan mingyu. "Tapi aku anak seorang mafia, orang jahat."
"AKU GAK PEDULI, MAU KAMU ANAK MAFIA, PENJAHAT ATAU PEMBUNUH SEKALIPUN, KAMU TETAP MILIKKU!!" Teriak mingyu tepat di depan wonwoo yang kini shock berat.
Melihat wonwoo yang ketakutan, mingyu melepas cengkeramannya pada tangan wonwoo. Tangannya ganti terulur mengelus lembut pipi putih wonwoo.
"Maaf maaf sayang, aku gak bermaksud bikin kamu takut. Tapi aku bener-bener menolak kalau kamu minta putus karena masalah ini."
"Gyu, aku gak pantas buat kamu," ucap wonwoo terbata-bata,
"Aku mencintaimu sebagai dirimu apa adanya, tanpa melihat latar belakang keluargamu sekalipun," ujar mingyu lembut.
Wonwoo masih menggeleng-gelengkan kepalanya. "Gyu kamu gak tahu papaku. Kalau dia saja bisa berbuat seperti itu ke daniel, aku takut... aku takut kamu ikut bernasib sama seperti daniel."
Air mata wonwoo yang ditahan-tahannya dari tadi akhirnya pecah juga. Seumur hidup baru kali ini dia menangisi orang di luar seongwoo. Dan karena ini wonwoo jadi menyadari bahwa mingyu adalah orang yang spesial baginya.
Mingyu merengkuh tubuh wonwoo dalam pelukannya. Mengusap lembut punggungnya mencoba menenangkan. Setelah dirasa wonwoo sudah tenang, mingyu menangkup wajah kekasihnya itu lalu mengecup bibirnya lembut.
"Kamu gak percaya sama aku? Apapun yang terjadi aku bakal terus merjuangin kamu. Sekalipun itu harus berhadapan dengan papamu," ujar mingyu sambil tersenyum.
"Jujur aku gak takut dengan papamu, sayang. Tujuanku cuma kamu dan aku rela melakukan apapun agar tak kehilangan kamu," tegas mingyu.
"Kamu harus percaya sama aku. Aku tidak sepengecut yang kamu kira. Aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena kamu anak mafia."
"Ingat, aku sudah mencintaimu selama hampir 12 tahun. Kamu pikir aku akan semudah itu melepasmu? Gak akan pernah!"
Wonwoo memandang mingyu dengan tatapan penuh arti. Dia tak menyangka seseorang yang dulu pernah dia sepelekan ternyata punya rasa cinta yang mendalam baginya.
"Kamu percaya aku kan?" Tanya mingyu sekali lagi, penuh harap.
Wonwoo tersenyum kemudian melingkarkan tangannya di leher mingyu. Dia memejamkan matanya lalu mencium lembut bibir mingyu.
"Iya mingyu aku percaya kamu. Ayo kita hadapi masalah ini bersama-sama."
🍁🍁🍁🍁🍁
Daniel membuka matanya perlahan tatkala sinar matahari mulai masuk menerangi kamarnya. Senyumnya mengembang saat melihat seongwoo masih ada dalam dekapannya.
Daniel semakin mengeratkan pelukannya dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuh bagian atas dirinya dan seongwoo yang terbuka.
Dengan gemas daniel menciumi seluruh wajah seongwoo mulai dari kening, mata, hidung, pipi hingga bibir mungilnya. Daniel tersenyum melihat seongwoo yang masih saja tertidur dengan nyenyaknya.
Memang semalam mereka tidak melakukan apa-apa. Dengan polosnya seongwoo justru ketiduran setelah orgasme. Membuat daniel harus menahan hasratnya seorang diri.
Meski begitu dia merasa senang akhirnya bisa memiliki seongwoo seutuhnya selama hampir 5 tahun berjuang sendirian.
Daniel masih saja betah menciumi rambut seongwoo sampai sebuah pesan masuk ke hpnya. Dari sepupunya, seungchol yang juga kakak dari woozi dan sekarang bekerja sebagai polisi.
"Kasus tuan Dujun dibuka kembali. Dia sekarang masuk buronan polisi. Ayahmu terpilih menjadi ketua tim penyidikan. Beliau sekarang tengah dalam perjalanan kembali ke jakarta. Hati-hati Dan."
TBC
🍁🍁🍁🍁🍁
Hehehehe ketipu ya? Ciaaaa...
Pasti udah banyak yg berharap ehem-ehem taunya cuma beginian doang mana pendek banget lagi.
Wkwkwkwkwk...
Meski begini doang, aku bikinnya susah lho gaes, ngumpulin niatnya aja sampai berhari-hari.
Iya aku sempet kena writer block karena bingung sendiri mau ngelanjutin. Konfliknya terlalu berat bor.
Ya sudah gitu aja, ditunggu kritik dan sarannya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembar : Wonwoo X Seongwoo
FanfictionSatunya punya mulut sepedes cabe Satunya otaknya gesrek gara-gara kebanyakan micin
