“Pemeran pengganti,
Mungkin, aku hanya sebagai pelarian
Dari kesendirianmu tanpanya
Mungkin, aku hanya sebagai pengisi waktu luang
Dari kesibukanmu tanpanya
Mungkin, aku hanya sebagai pelampiasan
Dari kecewamu tanpanya..
Mungkin aku hanya sebagai pendengar keluh kesahmu
Disaat tidak ada yang ingin mendengarkan ceritamu
Tak ada yang salah darimu, hanya aku yang terlalu berharap padamu..
Aku yang terlalu memberimu ruang, aku yang membiasakan ada kamu..
Hingga, aku tidak menyadari
Aku siapa, kamu siapa?
Aku kembali dihadapkan pada sebuah kenyataan..
Bahwa, aku hanya sebagian kecil dari bahagiamu..
Semuanya begitu dekat dariku namun perlahan-lahan menjauhiku..dengan kenyataan aku hanya sebagai
pemeran pengganti disaat pemeran utama tidak disana bersamamu
Aku tak dapat melanjutkan semua ini
Aku merasa kecewa oleh diriku sendiri.
Ku ambil langkah untuk menebus rasa bersalahku..
Dengan menjauh darimu.. sejauh mungkin sampai kita tak bertemu untuk kedua kalinya.
Terimakasih.. pernah memberi keindahan sesaat dalam hidupku dan cukup beruntung aku, karena tuhan sempat memberiku kesempatan bersua denganmu..
Dariku untukmu.”
— 🍂
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Dia yang Ada di Bumi
RandomAku masih ingat, bagaimana kamu mengubah sesak menjadi tawa, dan luka perlahan pudar. Bersama akar-akar kebahagiaan, kamu besarkan keceriaan. Tumbuhlah senyum, aku petik setiap hari, dan ia tak pernah habis hanya dengan perlakuanmu yang manis. Saat...
