Kalo kata orang hari jumat itu hari keramat, apalagi kalau sudah kliwon.
Dengan langkah diam-diam Diyan mendekati Nara yang sedang makan camilan sambil menonton kaset horor.
Mereka sengaja menutup seluruh celah cahaya sehingga kondisi dalam gelap-gelapan.
"Mampus, dari dulu geram banget gue sama dia." batin Diyan.
Tivi masih menyela, tidak ada gerakan mencurigakan dari Nara.
"HANTU!" teriaknya menepuk pundak Nara dari belakang, tapi tak ada suara dari gadis itu.
Ctek!
Tiba-tiba lampu hidup dan terang benderang.
"Lo ngapain di sana, Yan?" tangannya masih menyentuk saklar lampu.
"Na-Nar, lo barusan dateng ya?" tanya Diyan tergagap.
"Gue baru dari kamar mandi." ungkap Nara serius. "Kenapa memangnya?" tanyanya heran.
Diyan meneguk ludahnya, "Terus, gue tadi ngagetin siapa dong?"
"Siapa?"
"HA-HANTU!!!" Diyan terpelanjat keluar kamar dan berlari entah kemana. Meninggalkan Nara yang bertanya-tanya.
"Oh, kayaknya yang dia maksud kamu ya Beryl." Nara melempar asal boneka beruang yang tertutup selimutnya. "Hehe, salah sendiri punya niat ngagetin gue. Hahahahahahah..." tawanya terbahak-bahak.
***
Pelajaran : Niat buruk akan selalu berakhir buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
School Life!
Humor[WARNING]Ini cerita gak jelas yang sangat-sangat gak jelas. Isinya ±200 kata. Jangan berharap ini cerita panjang yang panjangnya seperti terusan suez. Ini hanya cerita pendek yang sangat-sangat pendek tentang Nara dan teman-temannya. Saya jamin t...