Part 17

311 27 0
                                    

"Kini, usai sudah segala penantian panjangku setelah temukan dirimu duhai kekasih ku"

♡♡♡

Libra menatap bingung pada seseorang yang berdiri di hadapan mereka "Lho Celine, bukannya lo lagi sama Rio?" Tanya Libra.

Celine tersenyum menatap sekilas ke arah Leo, lalu menggeleng.

Libra mengernyit bingung "Rionya kemana?" tanya Libra lagi.

"Rio lagi pesen makanan, aku boleh gabung gak sama kalian?" Tanya Celine.

Libra mengangguk "Ya boleh sih," ucap Libra sedikit ragu, karena melihat perubahan wajah yang kentara pada Leo.

"Ck! ngapain sih ni orang pake ke sini segala, ganggu aja! Dasar medusa drama!" rutuk Leo dalam hati.

Setelah makan, semua rombongan harus kembali lagi ke dalam bus masing-masing untuk melanjutkan perjalanan

***

"Aaaa Riooo! Mariooo. kita udah sampe aja. Gue mau jalan-jalan!" Teriak Libra Antusias.

"Jalan-jalan gigi lo, kita ngumpul dulu bege!" Sungut Rio.

Saat Libra akan menjawab, terdengar instruksi dari guru pembina

Ok. anak-anak, sekarang tolong berkumpul berdasarkan kelas kalian masing-masing. Kita akan akan mengambil absen terlebih dahulu" Instruksi Pak Yaldi, selaku pembina acara.

Lalu seluruh siswa mengikuti perintah dari pak Yaldi.

"Sekarang saya akan membagi beberapa kelompok. kelompok ini berdasarkan kelas kalian masing-masing. dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. setiap kelompok berisikan 4 laki-laki dan 6 perempuan" ucap pak Yaldi.

Setelah pak Yaldi membagi kelompok dengan tugasnya masing-masing.

Seluruh siswa di persilahkan mendirikan tenda mereka masing-masing.

"Lun, lo tau cara diriin tenda ini gak?" Tanya Libra.

Luna tampak berpikir dengan mengetuk-ketukan jari ke dagu. Libra menatapnya dengan tatapan penuh harapan.

"Enggak!" Jawab Luna dengan wajah polos.

Libra ternganga "Eh buset, terus tadi lo ngapain?" Kesal Libra.

Sementara Luna hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosanya.

Libra melengos dan duduk lesehan di atas tanah "Duhh! gimana nih, cewe kelompok kita gak ada yang ngerti cara diriin tenda" Lirih Libra.

"Butuh bantuannya nona?" Tawar seseorang. yang memecah lamunan Libra.

Libra mendongak, melihat siapa orang itu. ternyata.

"Leo!" Pekik Libra dengan wajah sumringah.

Leo tersenyum "Kenapa gak minta bantuaan aja sih? gengsi?" Sindir Leo.

Libra cengengesan "Bukannya gitu, gua kasihan aja liat kalian, kalian kan cuma bertiga, lah gua ber-enam" Jelas Libra.

"Ya, gak papa lah Libra, gua kan cowok, lagian kita satu kelompok kan? Jadi, udah jadi kewajiban gua bantuin kalian," ucap Leo

PROOKKK... PROOKKK... PROOKK.

Libra menepukkan dua tangannya di depan Leo "Wow! Amajing. Gue jadi salut ama lo, keren, gentleman" puji Libra.

Leo tertawa renyah "Haha, lo ngomogn gitu karena ada maunya kan," kekehnya "Udah ayok bantuin gue," lanjut Leo

"Hehe. Siap pak boss!" Kekeh Libra.

 LibraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang