Zayn dan Aisha adalah sepasang mantan kekasih. Mereka berdua putus karena kurang berkomunikasi. Setelah 1 tahun tidak berjumpa dan berusaha saling melupakan, Zayn kembali datang ke kehidupan Aisha. Zayn kembali dengan membawa sejuta kenangan untuk A...
Setelah berdebat dengan hatinya, Aisha memutuskan untuk mengetikkan pesan.
Aisha
Iya, gapapa.
16:42
"Sok cuek-cuek gitu tapi aslinya peduli." cibir Alessia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aisha memutar bola matanya malas.
Kali ini aja gue peduli sama dia.
Eh, kok dia gak bales sih?
Songong banget, cuma di read doang!
Bodo amat dah!
Ketika hari semakin gelap, Aisha dan keluarganya memutuskan untuk membeli sate klathak sebagai menu makan malam mereka.
"Lo kenapa sih dari tadi cek notifikasi melulu? Nungguin notif dari Zayn ya?" goda Alessia.
"Apaan sih, gue ngecek jam aja."
Sial, kenapa Alessia bisa bener?
Kok semenjak dia muncul lagi, gue selalu nunggu 1 pesan dari dia setiap harinya?
Ampun dah, kenapa gue mikirin dia terus sih?!
"Ngeles mulu lo!"
Sementara Zayn...
Setelah membaca pesan dari Aisha, Zayn bernafas lega. Ia hendak membalas pesan dari Aisha.
Namun, Ia mengurungkan niatnya ketika Niall berkata, "Mending lo gak usah nge-send message ke dia dulu. Siapa tahu dia terganggu pas insiden tadi, lagi pula di ulur dulu. Masa ditarik terus."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Si jomblo ini ada benarnya juga
Tapi, hati Zayn tak tenang. Ntah mengapa rasanya ia ingin segera berkirim pesan dengan Aisha.
Ingin rasanya Ia kembali ke bulan Desember 1 tahun yang lalu. Ia ingin merubah semuanya, mengurungkan niatnya melakukan sesuatu yang membuat semuanya berubah, semua yang sebelumnya manis yang saat ini berubah menjadi hambar.
Suasana ini berubah menjadi melankolis.
(an) TO mulu dah, bosen gue. Terima kasih sudah membaca cerita ini dan sampai jumpa di chapter selanjutnya!