Chapter 20 - Usai Disini

104 17 2
                                        

Ku kan menunggu, tapi tak selamanya~

***

4 hari kemudian...

Hari ini hari kepulangan Aisha setelah berlibur dari Yogyakarta. 4 hari ini, Aisha tak mendapatkan 1 pun pesan singkat dari Zayn. Sebetulnya cewek itu merasa kehilangan, namun ia tak terlalu mempermasalahkan hal itu.

Alessia merasa janggal dengan ekspresi Aisha. Biasanya cewek itu jarang melamun, "Kenapa sih muka lo kok gak sedep dipandang gitu?"

"Emangnya iya?" Aisha meraba-raba wajahnya.

"Tumben lo nggak chatting-an sama si mantan lo itu?" tanya Alessia.

"Orangnya udah move on." jawab Aisha santai.

"Hati lo tuh terbuat dari apa sih?"

Mata Aisha terus menatap kedepan, "Yang pastinya, bukan terbuat dari plastik."

"Iya lah, udah disolder gak luluh-luluh juga." celetuk Alessia.

"Hahaha.. lucu lo!" respon Aisha dengan ekspresi datar.

"Lo tuh kenapa sih? gengsi kebangetan, jual mahal banget!"

"Ya emang harus gitu lah. Jadi cewek tuh jangan murahan, dirayu dikit luluh."

"Ya nggak gitu juga. Gue yakin kalo lo sebenernya masih nyimpen perasaan ke Zayn. Gue tau kalo lo sebenernya pengen banget balikan sama dia, apa sih yang bikin lo gengsi?"

Aisha beralih menatap kakaknya, "Gue nggak gengsi. Gue cuma pengen dia mendapatkan wanita yang lebih baik dari gue."

"Seriously?"

Aisha mengangguk mantap.

"Logika lo yang bilang kayak gitu. Tapi hati lo bilang sebaliknya."

"Omongan lo wattpad banget sumpah!"

"Tapi emang kenyataannya gitu, bodat! gengsi lo mengalahkan segala-galanya. Lo bohongin diri lo sendiri buat jaga citra lo."

"Udahlah, cerita gue sama dia udah berakhir. He deserve better than me."

***

Sementara Zayn...

Louis menengok ke arah Zayn yang sedang memutar-mutar ponselnya di atas tempat tidur.

"Kenapa sih lo? manyun mulu dari tadi perasaan," tanya Louis.

"Tumben nggak chatting sama Aisha?" lanjutnya bertanya.

"Gue mutusin buat berhenti memperjuangin dia." pernyataan Zayn tadi berhasil membuat Louis terbelalak.

"Sumpeh lu?"

Zayn mengangguk.

"Ya Tuhan, akhirnya teman saya bisa move on juga! makasih, Tuhan!"

Zayn menyipitkan matanya datar ketika melihat reaksi Louis, "Gue belum move on. Gue emang baru mutusin, tapi belum melangkah."

"Gue tuh seneng ngelihat lo move on, nggak galau dicuekin Aisha lagi, bahagia gue ngelihat lo terlepas dari belenggu galau."

"Tapi nggak bisa secepat itu kali."

"Ya nggak apa-apa. Gue tetep support lo kok, anything the best for you." Louis menepuk pundak Zayn.

"Seandainya lo masih ngejar-ngejar Aisha, gue juga masih mau bantu lo kok." lanjutnya.

Zayn tersenyum, "Iya deh. Thanks, bro!" ucapnya pada Louis.

"Yaudah, sekarang kita hunting cewek-cewek cantik kuy!" ajak Louis.

"Gak mau ah, selera lo jelek!" cibir Zayn.

"Ketimbang lo, itu-itu aja!"

Zayn tidak terima, "Berarti kan gue setia!"

"Setia sama waiting for nothing tuh beda!"

Zayn tak menghiraukan ucapan Louis.

***

(an)

Maaf yaa, baru update. 1 minggu kemarin habis USBN. Jadi, ya nggak bisa nulis.

Selamat hari Senin!

reunited | zjm ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang