Zayn dan Aisha adalah sepasang mantan kekasih. Mereka berdua putus karena kurang berkomunikasi. Setelah 1 tahun tidak berjumpa dan berusaha saling melupakan, Zayn kembali datang ke kehidupan Aisha. Zayn kembali dengan membawa sejuta kenangan untuk A...
Aisha sedang berada di cafe bersama Abby, mereka sudah lama tak bertemu karena Abby sibuk dengan pekerjaannya. Aisha tidak bekerja karena tidak diperbolehkan oleh sang kekasih. Padahal ia ingin sekali bekerja.
Tiba-tiba Zayn menelepon Aisha. Sepertinya penting, maka dari itu dirinya mengangkat telepon yang mengganggu quality time-nya bersama Abby.
"Halo, kamu ngapain telepon aku?" Tanya Aisha to the point.
"Assalamualaikum, Aisha. Kamu dimana?" Tanya Zayn balik dengan sindiran.
Aisha mendengus, "Waalaikumsalam. Lagi di cafe sama Abby. Lo ngapain telepon? Ganggu!" Semprotnya.
"Kamu pulang ke rumah sekarang juga." Perintah Zayn tegas.
"Ada apa?"
"Ada aku di rumah."
Aisha berdecak, "Kok kamu--"
"Pulang sekarang juga, Aisha. Aku tunggu." Paksa Zayn dengan mengakhiri teleponnya.
Mau tak mau Aisha menuruti perintah Zayn untuk pulang sekarang juga walaupun dirinya masih belum tahu apa alasan Zayn.
"By, gue pulang dulu ya. Di paksa sama onta Arab." pamit Aisha.
Aisha dan Abby memesan taksi darinh untuk sampai ke rumah Aisha. Jarak antara cafe dan rumah Aisha cukup jauh sehingga memakan waktu yang cukup lama.
Sesampainya di depan rumah, Aisha membuja pintu rumahnya. Aisha dikejutkan dengan beribu origami burung yang menggantung dari atap rumahnya. Beberapa dari tali itu ada yang digantungi oleh foto Aisha yang dipotret secara diam-diam, juga fotonya bersama Zayn.
Aisha melihat satu persatu foto-foto itu dan dibuat tersenyum. Ketika ia menoleh ke belakang, dirinya tak menemukan Abby.
Wah, gue dikerjain nih! Sekarang tanggal berapa sih? Perasaan gue nggak ulang tahun deh.
Suasana dirumah Aisha pun sepi, seperti hanya dirinya saja yang berada di rumah itu.
"Siapa sih, yang bikin semua ini?" tanya Aisha setengah berteriak. "Keluar, lo!"
Setelah puas memandangi foto dirinya, Aisha berniat untuk masuk ke kamarnya. Namun, ia dikejutkan oleh kehadiran seorang cowok dibelakangnya.
"Eh, kaget gue!" pekik Aisha terkejut. "Jadi kamu yang bikin semua ini?"
Zayn tersenyum, "Iya, aku boleh nyanyi nggak?" tanyanya. Tangan kirinya seperti menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya.
Dahi Aisha berkerut untuk kesekian kalinya. Namun, ia masih ingin melanjutkan kejutan-kejutan ini. Maka dari itu, dirinya mengangguk.
Zayn menyanyikan lagu Perfect dari Ed Sheeran dengan suara merdu yang dimiliki olehnya.
I found a love for me Oh darling, just dive right in and follow my lead Well, I found a girl, beautiful and sweet Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love Not knowing what it was I will not give you up this time But darling, just kiss me slow, your heart is all I own And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms Barefoot on the grass, listening to our favourite song When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath But you heard it, darling, you look perfect tonight
*cliche banget ya lagunya?
Setelah selesai bernyanyi, Zayn mengeluarkan tangan kirinya yang membawa boneka Teddy Bear berkukuran setengah dari tinggi badannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*itu sebenernya kegedean. Ya terserah kalian juga sih mau mengimajinasikannya kayak gimana.
Aisha mengambil boneka itu dan memeluknya dari samping, "Apa ini?" tanya Aisha dengan senyuman yang tidak terlepas dari bibirnya.
Aisha terkekeh, "Iya iya, makasih Zayn." ucapnya dengan tulus.
"Oh iya, satu lagi." Zayn mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku celananya kemudian berlutut dihadapan Aisha. "Kamu mau nggak jadi makmum aku?"
Detak jantung Aisha berdetak lebih cepat daripada biasanya. Air matanya berjatuhan karena terharu.
Aisha menarik tangan Zayn, "Kalo kamu mau jadi imam aku, nggak usah berlutut gini."
Zayn pun bangkit dan masih menyodorkan kotak cincin itu pada Aisha, "Mau, nggak?" tanyanya sekali lagi.
Yang ditanya mengangguk dengan pasti, "Iya."
Senyuman itu masih tercetak jelas dibibir Zayn. Dalam hatinya, ia tak berhenti mengucap kalimat syukur kepada Tuhannya. Zayn memasang cincin yang ia beli tempo hari dengan hasil kerja kerasnya selama 6 bulan di jari manis Aisha.
Setelah itu ia memeluk wanita yang dicintainya itu dan mencium puncak kepalanya. Aisha membalas pelukan Zayn. Ia terharu, tak menyangka akan dilamar dengan cara seperti ini.
Zayn melepas pelukannya, menghapus air mata yang membasahi pipi kekasihnya.
"Udahan dong momen teletubbies-nya. Ada 2 jomblo nih, disini!" Teriak Louis merusak suasana keduanya. Dirinya meledek Niall dan Abby yang betah dengan kesendiriannya.
Keduanya menoleh ke arah Louis juga teman-temannya yang berada di sudut dapur. Kebetulan, di rumah Aisha antara dapur dan ruang tamu tidak diberikan sekat.
"Ayo makan dong, gue udah lapar!" tambah Niall.
"Yaudah, yuk makan!" ajak Zayn. "Lo nggak makan, Har?"
"Nggak mau ah, makanan murah!"
"Tapi yang masak Fianca loh!"
"Eh eh, ada semut nih makanannya!" Ucap Harry sambil menyomot satu makanan.
Niall, Louis, Liam, dan Zayn menatap Harry datar. Ya memang teman mereka yang satu itu sudah memendam rasa dengan Fianca sejak lama.
"Pengantin baru apa kabar, nih?" Niall menyinggung Liam.
"Apaan anjir?" tanya Liam.
"Gak ada kabar yang menggembirakan gitu?"
"Doain aja."
"Kita selalu doain lo, kok." sahut Louis sambil menepuk-nepuk bahu Liam.
"Omdo." celetuk Liam.
(an)
Gini aja kali ya, susah mikirin momen buat yang acara resminya 😂. See you on another gaje part of this story!