Dinner with Sasuke

9.8K 564 82
                                        

Don't like don't read

Sasuke kini berjalan tergesa, entah apa yang terjadi dengan Sakura. Dari nadanya, Sasuke yakin jika ada yang membully Sakura saat dia lengah.

Sialan ..!!!

Sasuke tak tau jika Hinata menggunakan trik kotor seperti ini. Sebegitu rendahnya kah Hinata?

"Siapa yang melakukan ini?" Geram Sasuke marah.

Tentu saja marah, kekasihnya kini berlumuran telur dan kotor. Berani sekali siapapun orang itu melakukan ini pada Sakura.

"Aku tak tau..hiks.. aku tak tau Sasuke-kun tiba-tiba ada yang melempariku telur dari berbagai arah. Tapi tidak hiks.. tidak ada satu orang pun disini..!!"

Tangis Sakura mulai pecah. Dia sangat malu sekarang dengan penampilan ini. Jika saja... jika Saja Sakura orang kaya seperti Hinata. Tentu saja Sakura akan menghajarnya tanpa takut dikeluarkan dari sekolah.

"Lebih baik kau ganti baju dan mandi. Aku akan membelikan seragamnya dulu." Perintah Sasuke lembut.

"T-tapi seragamnya begitu mahal, aku tak sanggup untuk membelinya..!!" Panik Sakura.

Tuk...

Sentikan 2 jari Sasuke berikan di jidat lebar Sakura. Menggumam kata tak apa lalu berlalu begitu saja. Tanpa tau kalau kini Sakura tersenyum kecil.

"Tuh kan, Sasuke datang!! Aku yakin sekali dia pasti sekarang menyalahkanmu atas insiden ini Hinata..!!" Ucap Ino keras.

Kini mereka bertiga, menghadap Hinata yang masih bersantai. Bukan tanpa alasan mereka seperti ini. Jika Sasuke sebelum menunjukkan sscara terang-terangan hubungan perselingkuhannya saja sudah kasar. Bagaimana dengan Sasuke yang sekarang?

Sialan ...!!

Naruto mengeratkan genggamannya hingga kuku jarinya memutih. Hinata adalah miliknya, dan tak akan Naruto biarkan Sasuke menyentuhnya.

"Tenanglah, semua akan ku atasi sendiri." Ucap Hinata santai.

Memang benar, Hinata harus kuat sekarang. Dia tak boleh lemah akan Sasuke yang telah menghianatinya.

Tanpa tergantung oleh orang lain berlebih, Hinata harus bisa menghadapi Sasuke dan kemarahannya.

"Aku akan melindungimu." Ucap Naruto tegas.

Hinata kini mengalihkan maniknya ke arah Naruto. Menggeleng pelan seolah memang menolaknya halus. Hinata masih tak ingin bergantung pada punggung orang lain. Dia adalah Hyuga, dan Hyuga tak boleh lemah.

Kelas kini terasa sepi, masih banyak murid yang belajar sendiri maupun berkelompok. Hening akan membantu mereka berkonsentrasi penuh. Hingga Sasuke memasuki kelas bersama dengan Sakura.

Survive or Leave 18+ (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang