Diputar juga lagunya biar enak pas baca. Sengaja kupilihkan lagu terfavorit ku.
Dan jika kalian suka ceritaku. Tolong setelah baca, klik tanda bintang ya. Aku akan sangat senang jika kalian melakukannya.
Dont like dont read
●
●
●
"Jadi, disinilah kita bertemu. Uchiha Sasuke."
Hinata menatap dingin tunangannya. Genggaman pistolnya mengerat kala mengingat semua noda yang tertoreh di dalam tubuhnya.
Sasuke terkekeh kecil. Mengecup pelan pistol silver di tangannya.
"Kau juga membawa panda itu disini Hinata?" Tanya Sasuke dengan tawanya.
Gaara menggeram namun tetap bersikap tenang. Sangat hafal dengan tabiat Sasuke yang suka memancing emosi seseorang. Tangannya menyentuh pundak Hinata. Mengecupnya pelan di surai indigonya.
"Aku yang akan membunuhnya. Jangan mengotori tanganmu dengan darahnya. Tujuanmu hanyalah Itachi dan selamatkan Neji." Bisik Gaara pelan.
Hinata terdiam dan menutup matanya. Mengangguk pelan lantas mengacungkan pistolnya pada Itachi yang masih terduduk santai. Tapi...
Duakhhh...
Salah satu bawahan Itachi menendang Neji yang hampir sekarat. Hinata membola dengan tangan gemetar. Kakaknya... bertelanjang dan sekujur tubuhnya penuh luka.
Hinata meneteskan air matanya. Hampir menerjang sekumpulan yakuza yang siap akan pistol dan pedangnya. Tapi Izumo menghentikannya. Membisikkan kata penenang agar tidak ada kesalahan fatal.
Nafas Hinata tersenggal cepat. Sesak menerpa dadanya. Dan Sakura tertawa keras. Semua mata kini teralih padanya.
"Lihatlah dirimu yang kotor itu. Kenapa kau tidak mati saja dan pergi menjauh? Setidaknya penderitaanmu akan berakhir saat itu juga."
Sakura berucap keras. Satu tangannya mengusap poni pinknya. Merapikannya ke belakang. Entah darimana keberanian itu muncul. Satu hal yang pasti, keberadaan Hinata yang bermandikan darah dan kotor sangat lucu di matanya. Membuatnya ingin melihat perebut cintanya menderita.
"Kau lucu, siapa yang perebut siapa. Kau jelas tau hal itu, Haruno." Ucap Hinata marah.
"Hahahahahahaha....." Sakura tertawa keras.
"Yah.....itu menurutmu, tapi menurutku kau harus lenyap agar kekasihku tidak jatuh pada pesonamu." Lanjut Sakura dingin.
Itachi menyeringai lebar, tak menyangka jika kekasih gelap adiknya sampai ikut andil dalam rencananya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sasuke pelan.
"Jangan menekanku Sasu, aku telah membulatkan tekadku." Nada Sakura menaik satu oktaf.
Gaara meengepal, merasa hina menatap Sakura yang tak punya harga diri dan akal.
"Apa begitu mudahnya kau membuang temanmu?" Tanya Hinata pelan.
Amenthystnya menggelap. Merasa marah atas apa yang Sakura perbuat juga. Hinata membencinya, sekaligus menyayanginya. Dan Sakura terdiam tanpa menjawab.
"Kalau begitu, aku tak akan punya penyesalan juga." Ucap Hinata dingin.
Settt...
"Eh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Survive or Leave 18+ (Complete)
FanficSemua tokoh Naruto hanya milik M.K Warning...!!!18+ #Naruhina slight Sasuhina Hinata harus memilih, antara Sasuke yang notabene adalah tunangannya yang selingkuh dengan sahabatnya. Atau Naruto yang selalu ada untuknya bahkan mencintainya.
