Chapter 06.

4.8K 649 33
                                        

Rinduku tertinggal di masa lalu.







Malam yang ricuh. seingat Jungkook, baru kali ini semuanya terjadi. Seonha terisak khawatir kepada mata putra sulungnya dan Yoongi yang menurut saja dipapah ke dalam mobil. Sementara Jungkook mulai menangis khawatir, dia juga takut, Jungkook takut mencelakai sipapun.

"Masuk dan tidur saja!" Seonha bicara dengan nada membentak, Ia sedang kalut dan bermaksud ingin menenangkan Jungkook, lalu pergi begitu saja meninggalkan anak bungsunya sendirian yang tadinya ingin mengikuti .

"Eomma, jangan marah" Yoongi berusaha membela, entah dirinya atau Jungkook. Dia masih meringis memegangi pelipis yang mengeluarkan darah.

Sementara Seonha fokus ke jalanan di balik kemudinya. "Jangan banyak bicara, kita akan segera sampai"

Tidak banyak yang Seonha pikirkan, dia takut, terus takut akan keadaan. Segala tindakannya malah sperti berlebihan seakan-akan tengah membawa orang sekarat, walaupun luka Yoongi tidak bisa dianggap remeh.

Seonha hanya ketakutan, karena dia juga sempat kehilangan penglihatan diusia muda, dan dia tidak ingin anaknya merasakan hal itu. Beberapa waktu lalu dia kalap, termasuk membentak Jungkook dengan spontan.

Seonha duduk gelisah setelah menyerahkan Yoongi sepenuhnya kepada dokter setelah beberapa saat yang lalu mereka sampai di rumah sakit.

Seonha berhenti mondar mandir saat seorang dokter menghampirinya bersama Yoongi dengan perban di pelilis.

"Ini hanya luka bakar kecil. tapi, kemungkinan luka yang terdapat di pinggang akan membekas, selebihnya Yoongi baik-baik saja" Sang dokter berbicara dengan ramah, memaklumi Seonha yang dengan cemas mengkhawatirkan anaknya, padahal luka seperti itu bisa diobati sendiri di rumah. Mungkin Seonha sangat mencintai putaranya, pikir dokter muda itu.

Setelah mengurus semuanya dan mengucapkan trima kasih, Seonha segera pulang bersama Yoongi. Sekarang pikirannya tertuju untuk Jungkook, kenapa dia begitu gegabah memarahinya, mungkin bukan apa-apa, tapi Seonha sangat mengenal bagaimana seorang Jungkook kecil yang pemikir, anak itu mungkin tengah menyalahkan diri sendiri, terlebih ditinggalkan sendirian begitu.

Mengingat semuanya, Seonha semakin memacu mobilnya membelah dinginnya udara malam dan salju di jalanan.

Beberapa waktu yang dilalui ibu dan anak dalam keheningan akhirnya berakhir saat mereka sampai di rumah putih yang tampak agung dari jalan, Yoongi melesat keluar setelah Seonha memarkir mobilnya.

Yoongi gelisah, merasa bersalah. Seonha lebih lagi.

Apalagi saat Ia melihat Jungsoo di ruang keluarga, dia tahu suaminya seorang pemarah dan tidak bisa dibantah, serta tidak melihat sebuah masalah dengan mengupasnya terlebih dahulu.

"Di mana Jungkook?" Seonha bertanya dengan tegas.

"Aku tidak tahu sejak kapan dia menjadi anak nakal dan mencelakai kakaknya"
Dan masih terlihat sisa kemarahnnya saat itu.

"Kau selalu saja begitu, semuanya tidak sepenuhnya seperti apa yang dia pikirkan, lalu kau dengar kemudian disalurkan secara gamblang!"
Seonha tidak mau kalah berteriak, cukup dia yang sudah salah paham, jangan sampai Junsoo juga.

"dimana Jungkook sekarang?"

Kali ini Yoongi, dia sudah cukup dewasa untuk memahami perdebatan orangtuanya. Dan Yoongi tidak perduli apapun saat itu, kecuali Jungkook.

Beberapa detik Yoongi menunggu jawaban atas pertanyaannya, tetapi beberapa detik terakhir menuju menit Ia berlari ke lantai atas, ke kamar Jungkook dan mendapati pintu kamar mandi dikunci dari luar. Jungkook pasti di dalam, karena hukuman terkejam dari Jungsoo adalah kurungan di kamar mandi.

AWKWARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang