Sudah hampir seminggu aku dirawat di rumah sakit ini. Hanya Nathalie lah yang selalu setia menemaiku saat aku di rumah sakit. Tidak dengan Kerrie maupun Karin yang hanya sekali datang untuk menjengukku. Aku duduk di kursi roda dengan Nathalie yang berada di belakang untuk menuntunku. Kami memutari taman bawah rumah sakit, Nathalie benar benar sabar mendengarkan semua curahan hatiku. Curahan hati bahwa diri ini sedang menahan amarah, sedang rindu, dan sedang bahagia.
"kenapa ya orang itu sering mengikuti kita?" tanyaku saat kami akan kembali ke kamar pasien.
"orang itu? Siapa ?" kulihat Nathalie memutar kepalanya untuk melihat kebelakang " tidak ada siapa siapa dari tadi?"
"ohh ya, mungkin aku sedang berhalusinasi" aku sangat yakin bahwa orang berjas hitam itu mengikuti kami dari tadi. Sesaat setelahnya aku tersenyum pada keluarga pasien dari kamar sebelah yang lewat disampingku, kurasa Nathalie juga melakukannya karna dia sungguh ramah meski dengan orang yang tidak dikenal.
"aku iri dengan mereka, mereka selalu kemana mana ber-empat, sama seperti kita dulu saat di sma"
"ber-empat? Mereka Cuma ber 3 Kath"
Aku benar benar bingung ada apa dengan mataku aku selalu melihat apa yang Nathalie selalu tidak bisa, yang pertama orang berjas dan sekarang anak berseragam sekolah. Sebenarnya mata siapa yang salah? Aku atau Nathalie?
Aku diam sesampainya di kamar dengan pikiran itu terus berada dalam benakku. Orang berjas itu selalu mengikutiku, saat di taman, di kantin, maupun di kamar. Sesaat kemudian suster datang untuk mengecek apa semua baik baik saja, karna katanya aku boleh pulang segera.
Aku bertanya pada suster yang berada di sisi ranjangku mengenai pasien dari kamar sebelah. Aku benar benar terkejut mendengar pernyataan bahwa mereka ber-empat bersahabat, dulunya, sampai akhirnya salah satu sahabat nya meniggal karna sakit, dan yang tersisa hanya mereka ber-3. Apa sekarang aku bisa melihat hantu seperti yang ada di novel novel? Aku benar benar terkejut dan tak percaya apa yang mataku lihat.
Aku keluar untuk membeli makanan di kantin. Sesaat setelah aku membayar, aku dikejutkan oleh orang berjas hitam yang selalu mengikutiku kemana saja. Aku benar benar muak kenapa Ia selalu mengikutiku, dan dengan bodohnya aku berteriak "apa maumu?". Orang orang disekitar lift melihatku keheranan karna memang di sampingku tidak ada siapa siapa.
Aku melihat Ia berhenti tepat di depan spanduk dengan tulisan Korea dan benderanya. Aku tak mengerti apa artinya, sesaat kemudian aku melihatnya menunjuk pada orang yang sedang membaca sebuah artikel di hp nya. Ku lihat di artikel itu bertuliskan 'hot news : Alex Sang Bintang ditemukan meninggal '. Aku termenung tak mengerti lalu kembali ke kamarku.
Aku mengambil hp ku lalu membuka berita di Google. Kubaca kembali artikel mengenai meninggalnya Alex sang bintang. Alex merupakan aktor Korea yang sangat digemari oleh para remaja saat ini. "mayatnya ditemukan di apartemennya dengan bekas tusukan pisau di pinggang kiri ( Selasa, 4 Juli 2017) begitulah kalimat yang tertulis di berita tersebut.
Aku meletakkan kembali hp ku ke atas meja di sisi ranjangku. Orang berjas itu masih saja mengikutiku, kali ini dia menunjuk pada hp yang telah kuletakan. 'kling' terdengar sebuah pesan masuk, telihat jelas pesan itu bertuliskan " bantu aku, aku bukan yang terakhir" dengan nomer pengirim yang tidak kuketahui.
Aku menulis setiap bagian kejadian yang terjadi di buku diary ku. Aku telah memutuskan bahwa aku akan membantu orang berjas itu. Aku membaca ulang apa yang sudah kutulis untuk mengingatkanku. Hingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk pergi ke Korea dengan alasan liburan. Karna tentu saja jika kuceritakan pada mama apa yang sebenarnya terjadi mama pasti tak akan percaya.
YOU ARE READING
Four Notes
Fanfictionmenjadi detektif memang seru. tapi bagaimana jika petunjuk yang kamu dapat, didapatkan dari hantu? namaku Katherine sekarang pekerjaan ku adalah detektif terkenal. sebelum menjadi detektif terkenal, tahukah kamu aku mendapat banyak masalah? petunjuk...
