Bab 2 - Dia Sahabat ku

2K 100 3
                                        


Aku baru saja tiba di Korea, kulihat jam yang ada di dinding bandara. Jarum jam menunjukan hampir pukul setengah sembilan malam. Aku mengambil koperku lalu mengahmpiri James yang sudah menungguku.

Aku naik taksi bersamanya untuk menuju hotel yang kupesan jauh jauh hari. Setibanya disana aku berpisah dengan James karna Ia akan kembali ke rumah lamanya.

Pukul 7 pagi, aku menikmati hari liburku yang pertama dengan berenang, hal biasa yang mungkin tak perlu jauh jauh sampai ke Korea hanya untuk menikmatinya. Setelahnya, aku turun ke lantai bawah untuk breakfast , banyak hal yang kurencanakan pada hari pertama, mengunjungi Namsan Tower juga adalah hal wajib yang harus kulakukan saat ke Korea.

Jam menunjukan pukul 09.00 tetapi James masih juga belum datang. Bodohnya aku tak meminta nomor hp nya jika memang kami merencanakan pergi bersama. Hanya selang beberapa menit kulihat James memasuki pintu lobby, saat itu dimukaku hanya ada senyum bahagia.

---

"apa kau punya pacar di Indonesia?" James bertanya padaku saat makan siang.

"tidak, bagaimana dengan mu?"

"tidak juga, aku tak pernah berjalan jalan dengan perempuan"

"kau pasti sangat sibuk ya sampai tak pernah ada waktu untuk berjalan jalan?" aku mencoba meyakinkannya

"Aku tak pernah berjalan dengan perempuan yang tidak aku suka"

"tapi kau berjalan dengan ku?"

"ya itu berarti aku menyukaimu"

Jantungku berdebar dua kali lebih ceoat dari biasanya. Senang mendengar kata kata yang sebelumnya tak pernah ku dengar dari laki laki manapun.

----

Malamnya aku terus berpikir akankah besok akan menjadi hari yang lebih baik? Akankah ada kata kata dari James yang akan membuat jantungku berdebar lebih kencang lagi? Aku memejamkan mataku karna tak ingin memikirkan hal itu lebih dalam lagi. Tapi entah kenapa aku selalu merasa ingin tersenyum, jika mengingatnya. Sungguh kata yang sederhana namun mampu membuat hati terpana.

Hari hari di Korea kuhabiskan dengan hal hal sederhana tetapi sungguh menyenangkan karna aku berpergian dengan James, detektif muda yang tampan dan baik hati. Jika kau berada di posisiku, bagaimana kau dapat menjelaskan perasaan mu dalam tulisan? Aku ingin tau pendapatmu.

---

"kau akan pulang besok ya?" tanya James padaku

"Iya"

"aku akan mengantarkanmu, beritahukan saja aku jam berapa pesawatmu berangkat"

"baiklah, aku ingin membeli beberapa souvenir khas Korea untuk sahabatku, bisa kau mengantarku setelah ini?"

"tentu saja, kurasa aku akan sangat merindukanmu, saat kau kembali nanti" katanya dengan muka tanda bersedih, "telpon aku jika kau di Korea"

Aku hanya mengangguk dan tak menjawab perkataannya. Sedih rasanya harus berpisah. Kuharap kita bisa bertemu lagi James.

Four NotesWhere stories live. Discover now