Mimpi yang Indah

494 50 8
                                        

Hoseok pov-


Aku terbangun dengan tiba-tiba lagi.


Ini sudah yang kesekian kalinya dalam minggu ini.


Peluh membasahi kening hingga pelipisku dan nafasku memburu. Aku mengusap peluhku dengan tisu di atas meja komputer Jungkook. "Hyung Tidak apa apa??" tanya Jungkook dengan nada panik.


"Apa aku ketiduran lagi, Kook?" Tanyaku. Dia menghela nafas panjang lalu menyenderkan punggungnya ke kursi, lalu melihat layar monitornya lagi. "Iya, dan terbangun tiba-tiba lagi seperti biasa." Katanya santai. "Maaf, Jungkook-ah, sepertinya Hyung akan kembali ke kamar Hyung. Jika ingin bercerita lagi, panggil saja hyung di kamar ya." Kataku lalu meninggalkan kamar Jungkook setelah anak itu mengangguk setuju, tanpa memisahkan manik matanya dari layar monitornya.


14 Januari 2018


21.18


"Besok kita harus berangkat pagi kata Sejin Hyung." Kata Namjoon pad Jin Hyung di dapur. Aku mendengarnya. "Apa kalian sedang membuat salad?" tanyaku. "Iya, kemari dan cobalah..." kata Jin Hyung. "Wajahmu pucat lagi, Hobi-ah..." kata Jin Hyung. "Iya mimpi hal itu lagi hyung..." katanya menghela nafas panjang.


"Hoseok-ah, itu semua tidak nyata... lagi pula untuk apa kau takut?"


Iya.


Seharusnya aku tidak takut.


Akupun tidak bisa mengingat jelas bagaimana kejadian-kejadian dalam mimpiku itu.


15 januari 2018


"Hoseok, Jungkook, Jin, Taehyung, kalian di mobil itu, sisanya di mobil ini." Kata Sejin Hyung, manajer kami. Iya, kami adalah BTS. Salah satu Boy Band Korea bentukan Bang Sihyuk PD-Nim, Dibawah naungan Bighit Ent.


Hari ini akan ada syuting sebuah short movie di salah satu lokasi yang tidak terlalu terekspose media, ada di pinggiran kota Seoul.


Sesampainya di sana, kami sampai di sebuah kafe. Semua setting sudah dilakukan, dan kami member BTS tengah di make up yang disesuaikan dengan konsep syuting kali ini.


"Jadi setelah Taehyung pergi meninggalkan lokasi, J-Hope berdiri di titik ini, di sini, meletakkan kedua tangannya di pinggang dan melihat sekitar." Kata sutradara menjelaskan.


Aku dan Taehyung menganggung tanda kami paham dan semuanya bergegas untuk melakukan take. Kami berdua bersiap-siap hingga sutradara berkata "Action!"


Kami berdua akting dengan rapi karena hanya sedikit dialog di situ.


"Hoseok hyung aku akan kembali lagi besok... aku pergi dulu..." kata Taehyung melambaikan tangan padaku. "Baik... Hati-hati di jalan ya!" kataku.


Setelahnya aku kembali ke poseku barusan dan aku melihat sekeliling lagi. Setelah scene itu, hujan buatan diguyurkan secara sedikit, mewakili gerimis. Salah satu tanganku membentuk posisi mengadah ke langit. Aku melihat ke atas dan secara tidak sengaja mataku mengarah ke arah gedung di sebrang Kafe dimana aku syuting. Mataku membelalak, teringat akan salah satu penggalan mimpi yang ku alami. Aku melihat seorang wanita berdiri di sana, menengok kebawah, ke arahku. Tanpa mata dan kulit yang pucat. Hanya sebagian tubuhnya yang terlihat dari jendela di lorong salah satu lantai apartemen itu.


-----

FIN



(✅)Dare to read it alone?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang