Sumbangin vote dan comment kalian dibawah ya :)
***
Jika surga begitu indah dan penuh rasa cinta. Maka kamu adalah surgaku.
Aldian Alditama Dirgantara
***
Setelah kejadian di taman tadi, mereka berenam langsung menuju ke basecamp alias rumah Leo. Seperti tadi rumah Leo masih saja sepi hanya ada mbok yem saja dirumah, karena orang tua nya saat ini berada di luar kota untuk mengurus bisnisnya. Walaupun orang tuanya terbilang cukup sibuk, Leo tidak pernah kekurangan apa yang namanya kasih sayang dari kedua orang tuanya. Walau jauh orang tua nya pun sering menghubungi nya, walau hanya mengingatkan untuk makan, ibadah, dan belajar.
Mereka duduk di pinggir kolam renang pribadi Leo sembari memainkan beberapa game. Yang tentunya Aldi sangat tidak ahli dalam hal itu. Tapi mau gimana lagi Bryan terus memaksanya untuk ikut bermain. Bukannya tidak mau ikut bermain, tapi jika ia ikut pasti ujung ujung nya dia juga yang kalah. Dan benar saja.
Game berjalan sesuai peraturan. Dan benar saja Aldi lah yang kalah.
"Yakali gue kalah lagi, terakhir kali gue kalah taruhan lo inget gak lo nyuruh gue ngapain? Godain bencong yang sering mangkal di gerbang komplek kita. Ga ah lo mah jahat banget" gerutu Aldi yang ekspresi wajahnya terlihat sedang jijik.
Leo dan Bryan mengingat ingat kejadian yang dikatakan Aldi barusan. Pasalnya jika mereka ketemuan selalu diluar rumah, jadi jarang sekali mereka memainkan permainan seperti TOD saat ini.
"Ya tuhan Aldi, kejadian itu udah satu tahun yang lalu. Lo masih inget aja, jadi terharu gue" ucap Nathan sambil terkekeh
"Gimana gak inget, hal paling gila yang pernah gue lakuin" ucap Aldi sambil memanyunkan bibirnya.
"Emang pernah bener gitu?" Tanya Salsha yang kini mulai penasaran tentang kisah sahabat keempat laki laki itu yang dua diantaranya adalah kakaknya dan kekasihnya.
"Iya. Emang itu abang lo gila" jawab Aldi yang masih kesal karena mau maunya dia menggoda bencong yang sering mangkal di gerbang komplek hanya atas dasar sebuah game. Sangat memalukan.
"Yakin gue gila?" Tanya Nathan disertai dengan senyum jahilnya
"Iya lah, mana ada orang nyuruh sahabatnya sendiri godain bencong" gerutu nya
"Lagian suruh mau sih kak" timpal Agnes yang juga ikut Nathan kerumah Leo.
Lagi lagi Aldi memicingkan matanya. Bersiap siap untuk menjawab.
"Gimana gak mau. Tangan gue diiket terus gue ditarik sama tu dua bocah sampe ke gerbang komplek"
™
Dan kini ketiga laki laki kecuali Aldi malah tertawa terbahak bahak mengingat hal paling konyol yang pernah mereka lakukan. Hal itu membuat Aldi semakin terhina harga dirinya apalagi di depan pacarnya.
"Gue sih kalo jadi lo ya bang, dibilang gila gini gue gak bakal restuin dia sama adek gue" ucap Bryan kepada Nathan yang berhasil membuat Aldi menoleh.
Berfikir. Itu yang sekarang Aldi lakukan.
"Maaf lah bang, ihh jangan gitu. Bryan provokator. Oke gue mau ngapain aja asal di restuin dah" ucap Aldi memohon.
Membuat Salsha lebih yakin bahwa pilihannya kali ini tidak salah. Apalagi Aldi dan kakaknya sudah kenal dekat, jadi akan membuat hubungan diantaranya jauh lebih baik.
"Nggak nggak. Ya kali gue mau nyuruh lo godain bencong lagi. Tenang gue resruin, asal pajak nya aja" Ucap Nathan yang dibalas dengan Aldi yang mengangkat jempol tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Love
Ficção AdolescenteWajah tampan yang ia punyai seakan hanyalah kamuflase untuk menutupi sifat bad boy nya. "Gue emang orangnya gak bisa serius sal, tapi gue selalu serius sama perasaan gue" ucap Aldi "Lo ngebuat gue serasa sempurna tanpa lo ngelakuin apa apa" kata Sal...
