Sumbangin vote dan comment kalian dibawah.
***
Hujan deras diluar kelas seperti ini membuat kita rindu dengan rumah dan hangatnya kasur. Sudah hampir dua jam pelajaran kelas XII Mipa lebih tepatnya kelas Salsha ini tidak dimasuki oleh guru pengajar, jam kosong.
Mungkin karena guru guru malas berjalan dari ruang guru ke kelas karena derasnya hujan. Kalau benar seperti itu, sama saja dengan muridnya.
Salsha melihat ke arah Agnes yang sudah tertidur pulas di bangku belakangnya, padahal tempat duduk Agnes ada disampingnya. Ia memilih untuk membaca novel saja. Setelah sekian lama membaca, ia merasa bosan. Salsha menutup novelnya dengan malas. Hingga seorang gadis duduk disampingnya. Dara, gadis keturunan Indonesia Jerman itu duduk disamping Salsha, dengan rambut sepunggung yang digerai indah. Salsha tau Dara teman sekelasnya juga ketua kelas, tapi ia tidak tau mengapa ia tiba tiba menghampiri nya, setahunya Dara terkesan murid yang pendiam, tegas, dan rajin.
"Hai Dar." Sapa Salsha ramah
"Haii. Selamat ya Sal" katanya sambil mengulurkan tangannya
Salsha bingung dengan apa yang dimaksud dengan Dara.
"Selamat buat?" Tanya Salsha dengan raut masih kebingungan
"Jadian sama kak Aldi kan? Selamat" ucapnya tulus
Salsha ikut menjabat tangan Dara dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
"Lo fans nya Aldi juga?" Tanya Salsha penasaran. Buat apa Dara memberikan ucapan selamat kepadanya jika tanpa dasar apa apa.
"Bukan kak Aldi, tapi sahabatnya" Jawab Dara jujur
"Kadang gue iri liat kak Aldi jalan bareng sahabatnya, mereka kelihatan bahagia banget. Gak kaya gue, gue gak punya sahabat. Semua temen gue cuma manfaatin otak gue. Lo juga tau sal, semua cewek suka sama kak Aldi, tapi gue nggak. Setiap gue ngelihat kak Aldi bareng sahabat nya pandangan gue jatuh pada sosok dia sal" Jelas Dara panjang lebar
Salsha tersenyum tulus ke arah Dara, sahabatnya Aldi siapa? Leo? Bryan? Atau Nathan? Ah tidak mungkin Nathan.
"Sekarang lo sahabat gue. Kita sahabatan, sama Agnes juga"
"Ahh serius lo mau?"
"Iya dong"
Langsung Dara memeluk Salsha. Saat itu juga Agnes bangun dari tidurnya.
"Ihh pelukan gak ngajak" ucap Agnes
"Sini sini" kata Salsha
Mereka kini berpelukan bertiga. Mungkin setelah ini Dara akan merasakan apa yang namanya sahabat sejati.
"Btw sahabatnya kak Aldi yang lo suka siapa?" Tanya Agnes
"Ha? Lo denger?"
"La si anjing, dari tadi gue gak tidur kali, cuma nutup mata doang"
"Sekarang ngomongnya kasar banget nes?" Ucap Salsha
"Ehh ini ketularan abang lo AH Sal. Kok jadi bahas ini, siapa dar?"
"Kepo deh"
***
"SALSHAA!!!"
Mendengar namanya dipanggil salsha menoleh ke arah pintu kelas. Disana berdiri Leo sendirian. Leo masuk ke kelas itu dengan sesekali mengatur nafasnya. Mungkin dari kelasnya kesini Leo berlari, pikir Salsha.
"Ada apa kak?" Tanya Salsha
Bukannya menjawab Leo malah menyodorkan sebuket bunga kepada Salsha. Salsha yang melihat bunga itu pun matanya berbinar, sekaligus juga bingung bunga dari mana itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Love
Teen FictionWajah tampan yang ia punyai seakan hanyalah kamuflase untuk menutupi sifat bad boy nya. "Gue emang orangnya gak bisa serius sal, tapi gue selalu serius sama perasaan gue" ucap Aldi "Lo ngebuat gue serasa sempurna tanpa lo ngelakuin apa apa" kata Sal...
