17

274 55 4
                                        

Sampai di rumah, gue langsung menuju ke ruang keluarga. Linong mengikutin gue dari belakang.

Gue duduk di sofa depan tv, sedangkan Linong masih belum duduk. Bodo amat. Berdiri aja sana. Gak peduli gue.

Gue menarik napas kasar.

Pengen rasanya langsung marah teriak-teriak ke ini orang. Tapi..

Argh!

Linong masih berdiri di depan gue.

"Kalo mau marah atau nangis sekarang aja," kata Linong.

What?

Setelah denger hal itu, gue langsung liat ke arah Linong.

Sumpah ya. Mukanya nyebelin banget. Muka paling nyebelin yang pernah gue liat seumur hidup.

Dengan hentakan keras, gue berdiri dari sofa.

"Kenapa gak ngasih tau gue? Kenapa? Lu pengen gue sakit hati? Bukannya lu sendiri yang bilang kalo gue nangis lu yang repot?" bentak gue. Kali ini gue bener-bener mengeluarkannya.

Linong diem aja. Keliatan dari matanya, dia kayak terima-terima aja gue giniin.

"Kalo lu tau Kak Xukun itu brengsek kenapa gak langsung to the point aja? Kenapa gak langsung bilang kalo gue bukan satu-satunya?"

Sial. Dada gue makin sesek.

"Gue tuh gak peka. Makanya tolong kasih tau.."

Astaga.

Ujung mata gue kerasa basah.

Ini kenapa gue nangis lagi?

Author POV

Hana menutupi mukanya. Dia tidak mau Linong melihatnya menangis.

Sesekali Hana menarik napas kasar untuk menyelesaikan tangisannya, tapi selalu gagal.

Linong terbiasa hanya mendengar Hana bercerita tentang kisah yang tidak ada hubungannya dengan dirinya. Kali ini berbeda. Linong menjadi salah satu tokoh di cerita ini.

Hana terkejut.

Dia merasa ada yang memeluk dirinya.

Ya. Siapa lagi kalau bukan Linong?

"Sorry. Awalnya gue cuma gak mau bikin beban lu nambah. Ternyata, pilihan gue salah. Sorry...," kata Linong sambil masih mendekap Hana dengan kedua tangannya.

Hening. Selama beberapa detik, tidak ada yang gerakan atau perkataan apapun.

"Nong?" suara serak Hana memecah keheningan.

"Maaf maaf. Gue gak maksud," kata Linong sambil melepas pelukan.


Duh awkward. -Hana

Gue ngapain sih? -Linong

🌌

Tbc.

(a/n)
Linong jadi center Firewalking, ambyar saya. Bye world :)

Btw, makasih vommentnya 💕

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Btw, makasih vommentnya 💕

Listener +Chen LinongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang