9. Pernyataan Cinta

32 5 0
                                        

Happy reading 😊

*****

Alsha duduk di kursi kantin dengan perasaan jengah. Baru kali ini ia merasa tak nyaman dengan tempat ini. Biasanya ia hanya akan sendiri di bangku pojok kantin menikamati makanan pesananya sambil membaca buku.

Sekarang, ia bahkan risih saat mendapat tatapan berbinar dari orang-orang. Hampir 17 tahun ia hidup di dunia ini, dan baru kali ini ia mendapat tatapan seperti itu.

"Alsha cantik mau makan apa?" dia Reno, bad boy paling terkenal di sekolah ini.

"Lu ngomong aja mau makan apa, biar gue yang traktir."

"Kalo lo bosen sama makanan disini kita bisa delivery kok, lo mau?"

'Sok kaya duit juga minta bokap, sok sok an' batin Alsha.

Dan ya, meski banyak mata yang menatapnya kagum, Alsha tetaplah alsha yang tak akan berbicara pada semua orang yang dianggapnya 'asing'

"Hai Alsha cantik, gue mau denger lo nyanyi lagi dong." kali ini Ivan membuka suara, dia bukan badboy tapi ia tak kalah terkenal dari reno.

''Jangan mau sha, biar gue aja yang denger lo nyanyi."

"Yee sirik aja lu kutu kebo."

"Monyet, lu pikir lu siapa bisa ngatain gue?"

"Gue? Jadi lo ga tau gue siapa? Biar gue kasih tau bahwa gue ini anak kepala sekolah disini."

"Cuma anak kepala sekolah aja belagu."

Alsha menggelengkan kepalanya, ini lebih buruk dari dugaaanya. Gadis ini bersumpah akan memberi pelajaran bagi siapapun orang yang merekam dan menyebarakan video nya.

Sebelum semuanya semakin buruk, ia harus memanggil guru BK. Ia tak ingin menjadi alasan keributan ini, dan pada akhirnya ia juga ikut dihukum.

"Ikut gue!" Seseorang menarik tangan Alsha agar menjauh dari tempat itu.

*****
Gadis cantik ini menatap sebuah foto yang nampak sangat indah saat itu. Foto dengan kedua sahabatnya, dan Rafa menjadi satu-satunya laki-laki difoto tersebut.

Foto 2 tahun yang lalu, mereka tampak bahagia saat itu. Senyum ceria jelas terlihat dibibir ketiganya. Rafa yang memenangkan sebuah kejuaraan basket dan menjadi pemain terbaik di tim nya. Sedangkan Alya dan Alsha, keduanya juga jadi juara dalam olimpiade matematika dan kimia.

"Lo beda sha, gue ga kenal lo yang sekarang."

"Apa pengorbanan gue selama ini sia-sia?"

"Kenapa lo kejam banget sama gue?"

"Kalo emang ini mau lo, gue bakal perjuangin perasaan gue. Dan gue ga akan biarin lo deketin dia lagi."

Kelas saat itu sepi, hanya ada Alya dan seorang siswa bernama ryan yang tidur dibelakang. Alya tau pasti jika temannya itu tak mendengar semua ucapannya, karna suaranya begitu lirih.

*****

"Lo aman sekarang." ucap seseorang yang membawa Alsha tadi.

Alsha menatap pemuda dihadapannya, ia mengamatinya dengan cermat. Ia terkejut bukan main saat mendapati jika orang yang menariknya bukan Justin, melainkan orang lain.

Alsha kembali menatap pemuda itu dengan tajam seakan bertanya 'siapa lo?'

"Eh sorry-sorry, gue ga bermaksud buat kurang ajar kok." pemuda itu melepaskan tangan Alsha yang sejak tadi digenggamnya.

'Siapa lo?' Alsha kembali menatap pemuda itu dengan tajam.

"Gue Brandon, adik kelas lo." pemuda itu mengulurkan tangan pada Alsha.

'Gue ga perduli siapa lo' batin Alsha.

Tanpa mengucap terimakasih, Alsha melangkah pergi.

"Eh tunggu!" Brandon menahan tangan Alsha.

"Lepasin tangan gue!" Alsha menghentakkan tangan Brandon.

''Gue cuma mau bilang terimakasih"

Alsha mengerutkan dahinya, bukankah ia yang ditolong meskipun ia tak meminta? Lantas mengapa pemuda ini yang berterimakasih?

"Lo mungkin lupa, tapi gue ga bakal lupa soal pertolongan lo ke gue."

"Gue ga perduli."

"Terserah lo, yang jelas gue bakal selalu ada disamping lo"

Alsha kembali melangkah, tanpa memperdulikan Brandon yang terus mengoceh dibelakangnya. Tak ada waktu untuk mendengarkan pemuda itu, pemuda yang sama anehnya dengan justin.

Dimana Justin? Biasanya mahluk antah brantah itu akan menempel seperti permen karet pada Alsha. Tapi hari ini, alsha sekalipun belum melihat batang hidungnya.

'mungkin pindah'

"Alsha gue suka sama lo"

Alsha menghentikan langkahnya, ia benar-benar berhenti. Apa pemuda dibelakangnya itu gila?

Mana ada orang yang menyatakan cinta di pertemuan pertama?

"Gue beneran sha, gue bener-bener cinta sama lo."

Alsha menutup kupingnya, dan melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi. Ia akan menjadi gila sungguhan jika keadaan terus seperti ini.

~bersambung~

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa vote dan komen nya ya 😊😊

Senin, 19 maret 2018
21.49

Sayap PelindungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang