Happy reading 😊
****
Guru Biologi membagikan hasil tugas minggu kemarin. Dia tersenyum simpul saat melihat nilai salah satu anak didiknya.
Anak tersebut mengalami perkembangan yang pesat, bahkan bisa dibilang sebuah keajaiban. Mungkin memang selama ini anak itu memendam semuanya.
Ia beralih menatap buku ditangan kirinya. Pemuda kebanggaan kelas ini, yang biasanya selalu diperingkat teratas kini justru merosot jauh ke bawah.
"Andra, Alsha maju kalian kedepan kelas!" ucap Guru tersebut.
Andra menatap Alsha yang duduk tepat dibelakangnya. Tapi yang ditatap justru mengalihkan pandangannya. Gadis itu melipat kedua tangannya didada, lantas berdiri dengan wajah datarnya.
"Andra kenapa kamu diam saja disitu, cepat kemari!"
"Iya pak." Andra menghela napas kasar, ia tau jika hal ini akan terjadi pada dirinya.
"Alsha Bapak kagum dengan kamu, prestasi kamu naik secara drastis."
"Terimakasih Pak." ucap Alsha datar.
"Dan kamu andra, kenapa prestasi kamu bisa sampai seperti ini? Kamu harus fokus, contoh Alsha!"
Ini bukan kali pertama Alsha mendapat pujian dari guru-gurunya. Sejak ia memutuskan untuk 'mengeluarkan suara' semua hal buruk seakan menjauh dari nya dan beralih pada Andra.
Pemuda itu selalu menjadi bulan-bulanan para Guru, saat nilai nya yang selama ini baik dan teratas tiba-tiba merosot jauh kebawah.
''Selamat Al." ucap Andra dengan senyum tulusnya.
"Gue ga butuh itu dari lo." ucap Alsha dengan suara lirihnya.
"Baiklah kalian berdua silahkan duduk kembali!"
Alsha kembali melangkah diikuti Andra dibelakangnya, kali ini tatapan mata seisi kelas menatap Alsha takjub. Mereka semakin tak percaya pada bakat tersembunyi gadis itu.
Beberapa hari yang lalu, gadis itu mendapat nilai sempurna di ulangan Matematika dan Kimia. Belum lagi kedatangan seorang Produser terkenal yang ingin mengorbitkannya, yang sudah pasti membuat heboh seisi sekolah.
"Gue ga nyangka dia sekeren itu."
"Apalagi gue, dia selalu di urutan ke 40 di kelas, dan sekarang di urutan pertama."
"Dia dapet keajaiban kali ya? Secara gue ga pernah liat dia belajar."
"Iya ya, si Alsha kan ga pernah dengerin guru kalo lagi ngasih materi"
"Gue harus berguru nih sama dia"
"kalian berdua yang duduk disana, diam atau keluar dari kelas saya!"
*****
"Heh cewek aneh, ga usah belagu deh. Lo ngerasa hebat sekarang hah?" Yashinta mendorong Alsha cukup keras, membuat gadis itu terdorong kebelakang.
"Lo ga pernah dengerin ya kalo gue ngomong. Gue mau lo jauhin Andra!" Yashinta kembali maju selangkah, Alsha mundur kebelakang.
Masih dengan wajah datarnya, Alsha melipat kedua tangannya di dada setelah membetulkan letak earphone nya yang sempat terlepas.
Sedikitpun tak terlihat wajah takut pada Alsha. Hidupnya bahkan lebih menakutkan daripada kelakuan Yashinta padanya.
"Gue ga mau tau, lo harus jauhin Andra!" ucap Yashinta sekali lagi.
"Kalo gue ga mau? Lo mau ngapa?" ucap Alsha, kali ini dengan tersenyum miring.
"Sekarang lo udah berani ya jawab gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap Pelindung
Teen FictionBagaimana bisa seorang manusia hidup menyendiri layaknya Malaikat? selalu menerima kesalahan dan keburukan yang diperbuat oleh orang lain. Mengasingkan diri demi saudara kembarnya. Bahkan setelah begitu banyak hal yang dilakukannya ia masih saja ta...
