Alsha dan Brandon menengok pada orang yang berjalan mendekati meja mereka.
Pemuda itu berjalan dengan gagahnya, wajahnya pun berseri-seri tapi saat matanya melihat Alsha, alisnya berkerut seolah tak percaya jika ia bisa bertemu gadis itu.
"hay bro" Brandon dan Pemuda itu segera berpelukan melepas rindu, jujur saja ini lebay.
"apaan sih kita satu sekolah kali" ucap Pemuda itu memasang wajah sok kesal.
Gelak tawapun pecah saat Brandon melihat wajah sahabat sekaligus sepupunya itu.
"oh ya kenalin dia Alsha, calon pacar gue?"
"gue kenal kali, sama dia"
Alsha sendiri merasa canggung, dan terjebak di suasana ini. Dia berada di tengah sementara dikanan kirinya ada Brandon dan Justin. Ya pemuda yang menjadi sahabat Brandon adalah Justin.
"oh iya gue lupa. Kalian kan sekelas" Brandon menepuk pelan jidatnya.
"iya gue sekelas sama dia. Lagi pula dia calon istri gue" ucap Justin sekenanya.
Dan ya, ucapan itu berhasil membuat Alsha memelototinya sementara Brandon dan orang tuanya memasang wajah serius.
"iya, calon istri kalo dia nya mau sih" ucap Justin diakhiri dengan kekehan.
"jadi kalian saingan nih ceritanya" ucap mama Brandon.
"ya gitu deh tante" Justin
"tapi inget ya jangan sampai kalian musuhan karna hal ini" ucap mama Brandon lagi.
"siap ma"
"ok tante"
***
Seperti apa yang sudah Alya katakan pada dirinya sendiri, ia akan berjuang untuk dirinya sendiri. Tak lagi memperdulikan perasaan Alsha.
"Lex pulang sekolah temenin aku ke toko buku bisa?" tanya Alya yang kini duduk disamping Rafa.
"ga bisa, ya. Aku mau latihan" ucap Rafa dingin.
"yah padahal ada buku baru yang mau aku beli" Alya mendesah kesal saat mendapati respon dingin dari Rafa.
Rafa memang begitu, saat banyak orang saja ia akan baik pada Alya. Namun saat mereka hanya. Berdua Rafa berubah menjadi sedingin es.
"kalo Alsha yang ngajak kamu jalan, pasti kamu langsung mau" ucap Alya dengan kesal.
"Ya, kamu ngomong apaan sih. Aku ga bisa karna emang hari ini ada latihan basket, jangan sangkut pauitin Alsha sama masalah ini"
"kamu tau ga sih Lex, berapa lama aku harus nunggu kamu mau ngomong sama aku? Lama. Lama banget, sampe aku lupa seberapa lamanya"
"kamu selalu ngomong manis ke Alsha, sementara ke aku, kamu ga pernah mau ngomong. Sebenernya aku punya salah apa sih sama kalian berdua"
"Alya, aku ga bermaksud kaya gitu sama kamu"
"tapi kenyataanya kamu udah nyakitin aku Lex, seolah-olah aku ini cuma orang asing diantara kamu sama Alsha"
***
"pagi sayang"
"pagi calon istri gue"
"ish apan sih lo, sana jauh-jauh dari yayang beb gue"
"lo tuh yg jauh-jauh dari calon bini gue"
Alsha menggeleng pelan, seraya mengumpat dalam hati. Mata orang-orang dilorong ini seakan ingin membunuh Alsha. Jujur ini lebih kejam dari tatapan mereka sebelum kedua mahluk ini berada dibelakang Alsha.
Mereka Justin dan Brandon, most wanted boy disekolahan ini. Pemuda-pemuda yang menjadi incaran banyak gadis yang ternyata justru jatuh hati pada gadis 'aneh' seperti Alsha.
"lo berdua bisa diem ga sih?"
"Dia nih Al, ga bisa diem"
"gue? Lo kali dasar curut" ucap Brandon tak terima.
Alsha tak lagi bersuara, kini ia berdiri diambang pintu ruang kelasnya. Ia bisa melihat dengan jelas air mata yang keluar dari mata Alya. Dan juga Rafa yang terus-terusan meminta maaf.
Drama baru lagi?
"sono lu pergi! Kelas lo bukan disini" ucap Justin dengan wajah gembiranya.
"ehh jangan pegang-pengang pacar gue" Brandon.
"apaan orang dia bini gue"
Alsha kembali memutar bola matanya malas. Kapan dua anak manusia ini berhenti melakukan tindakan bodoh?
Dari pada memisahakan keduanya, Alsha memilih berjalan menuju bangkunya, memasanf earphone nya lalu menidurkan kepala diatas meja.
Tak perduli jika Alya masih saja menangis, tak perduli jika dua anak manusia itu masih bertengkar.
~bersambung~
Angelaa
Selasa, 24 April 2018
17.06
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap Pelindung
Teen FictionBagaimana bisa seorang manusia hidup menyendiri layaknya Malaikat? selalu menerima kesalahan dan keburukan yang diperbuat oleh orang lain. Mengasingkan diri demi saudara kembarnya. Bahkan setelah begitu banyak hal yang dilakukannya ia masih saja ta...
