Rafa dan Alsha menemui Bu Nani setelah jam sekolah selesai. Mereka harus latihan, agar sekolah mereka menjadi juara lagi tahun ini.
"Al?" Rafa melihat Alsha yang sedang sibuk dengan gitar acustiknya. "Besok ada waktu ga?" tanyanya lagi.
"Kenapa?" Alsha menoleh sebentar pada Rafa, lalu melanjutkan mengutak-atik gitarnya.
"Ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu" Rafa menelan ludahnya kasar, jujur ia tak pernah merasa segugup ini saat berbicara dengan orang lain. "Ada waktu?" tanya Rafa lagi.
"pulang kerja?" ucap Alsha sekenanya.
"oke" Rafa terpekik girang dalam hati, entahlah ia benar-benar merasa gembira saat ini.
"Baiklah, mari kita mulai latihannya" ucap Bu Nani yang datang dengan sebuah kertas ditangannya.
Rafa mulai memetik senar gitarnya, dilanjutkan dengan Alsha yang juga memainkan gitarnya.
Lagu yang mereka bawakan bukan hanya sebuah lagu biasa. Itu kenangan. Lagu kenangan untuk mereka berdua, sebelum semua hal berubah seperti saat ini.
"ok latihan hari ini cukup, kalian harus menyelaraskan permainan gitar masing-masing" ucap Bu Nani setelah menyelesaikan latihan hari ini. "satu hal lagi, bangun chemistry agar penonton terhanyut dengan lagu ini"
"baik bu" Rafa dan Alsha mengangguk paham dengan arahan yang diberikan oleh Bu Nani.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap Pelindung
Roman pour AdolescentsBagaimana bisa seorang manusia hidup menyendiri layaknya Malaikat? selalu menerima kesalahan dan keburukan yang diperbuat oleh orang lain. Mengasingkan diri demi saudara kembarnya. Bahkan setelah begitu banyak hal yang dilakukannya ia masih saja ta...
