18. Perubahan Awal

16 4 0
                                        

Setelah memutuskan keluar dari rumah orang tuanya, Alsha tinggal di ruangan tak terpakai di restoran Justin.

Sebenarnya baik Justin maupun Brandon menentang hal tersebut. Namun Alsha tetaplah Alsha yang tak akan mendengarkan orang lain bukan?

"Good morning my sunshine" kata justin yang bersandar di kap mobilnya.

"ya"

Alsha mengambil sepedahnya, namun dengan cepat dihalangin oleh Justin.

"lo tega sama gue?"

"hah?"

"gue udah bangun pagi-pagi buta cuma buat jemput lo Sha, dan lo mau ninggalin gue gitu aja?" keluh Justin dengan wajah sebal.

"ga ada yang nyuruh lo jemput gue" jawab Alsha sekenanya.

Alsha kembali ingin melanjutkan langkah kakinya, yang lagi-lagi ditahan oleh Justin.

"sha?"

"hmm"

"lo tau kan gue suka sama lo?"

"iya, trus?"

"lo gimana sama gue?"

"engga gimana-gimana"

Justin memutar bola matanya malas. Alsha tetaplah Alsha yang tak akan menghangat demi orang lain.

'untung gue sayang'batin Justin

***

Hari ini tak ada Brandon ditengah mereka berdua. Hanya ada Justin dan Alsha. Sejak tadi pun Justin tak berhenti tersenyum senang pada semua orang yang ditemuinya.

Sampai-sampai mba siti, tukang sapu sekolah menganggap otak Justin sudah bergeser jauh dari tempatnya. Karna tindakan Justin yang tiba-tiba saja mencium pipi mba siti didepan umum.

"Al?" suara Andra menghentikan langkah kaki Alsha dan Justin. Suara yang sejak semalam tak lagi didengar.

"kamu tidur dimana semalem? Balik kerumah ya Al?" Andra mengatakan itu dengan tulus. Pemuda itu bahkan tak tidur semalaman setelah Alsha keluar dari rumah.

"engga"

"kakak mohon Al, kamu pulang ya." keadaan kelas saat ini masih sepi, belum banyak yang datang, karna itulah Andra berani mendekati adiknya.

"gue akan pulang, asal lo putus sama yashinta" ucap Alsha malas, setelahnya gadis itu menidurkan kepalanya dimeja.

"ga bisa, kaka ga mau papa sampai kecewa"

"kalo gitu gue ga akan pulang"

"ANDRA!!" Teriak seseorang dari ambang pintu kelas, Andra bukannya tidak tahu jika suara itu milik Yashinta.

Pemuda itu tetap berdiri disamping meja adiknya. Tak ingin lagi menyakiti adiknya lebih dalam. Sudah terlalu banyak luka yang dia ciptakan untuk adiknya.

"berapa kali gue harus bilang sama lo untuk jauhin Andra?" napas Yashinta menggebu-gebu, wajahnya merah padam dan matanya menatap Alsha dengan tajam.

"gue ga deketin dia" jawab Alsha santai.

Yashinta semakin geram dengan respon yang diberikan Alsha. Gadis aneh ini memang harus diberi pelajaran.

"berhenti nyakitin adik gue!!" bentak Andra keras, dan hal itu berhasil membuat Yashinta menganga tak percaya.

Bukan hanya Yashinta, kelas yang mulai ramai dengan penghuninya pun dibuat tak percaya dengan pernyataan Andra barusan.

"Andra sama Alsha kaka adik?"

"mereka beneran saudara?"

"tapi mereka ga kaya kaka adik kan?"

Pernyataan Andra barusan menjadi bahan gosip baru bagi teman-temen kelasnya, bahkan gosip itu akan menyebar ke seluruh penjuru sekolah.

"kamu bercanda kan ndra? Ga mungkin cewek aneh ini adik kamu" ucap Yashinta yang tak ingin percaya dengan ucapan kekasihnya tersebut.

"dia emang adik gue, dan untuk lo semua jangan pernah ganggu Alsha lagi"

Semua orang dikelas hanya dapat menelan ludah mereka secara kasar. Andra dikenal sebagai most wanted boy, yang paling ramah dan baik didepan semua orang.

Tapi kejadian pagi ini membuatnya merubah image yang telah lama dibangun.

Alsha sendiri hanya tersenyum miring dengan tindakan yang dilakukan kakaknya.

***

Alsha menarik tangan Rafa menuju ruangan bu nani, guru kesenian mereka.

Setelah pernyataan Andra tadi pagi, seisi sekolah dibuat kaget. Karna selama ini Alsha dan Andra tak pernah terlihat bersama. Bahkan tak pernah ada percakapan antara keduanya.

"jadi lagu apa yang akan kalian nyanyikan?" tanya bu nani

"lagu favorit kami bu" jawab Rafa dengan senyum yang terukir dibibirnya.

"baiklah, setelah jam sekolah selesai kalian temui ibu di ruang kesenian"

"Baik bu" jawab Alsha dan Rafa dengan kompak.

Mereka kembali berjalan beriringan menuju kelas, tak jarang saat berjalan ada saja yang membicarakan keduanya.

Rafa, jujur saja ia sangat risih. Ia terbiasa mendapat pujian dari orang-orang dan sekarang ia menjadi objek gunjingan.

Bagaimana Alsha bisa melewati semua hal sendirian?

"lo duluan aja"

"Tapi Al?"

***

"gue kira lo lupa tempat ini Sha"

Alsha mengernyitkan dahinya saat mendapat pernyataan seperti itu dari Justin, saat tiba ditaman belakang sekolah.

"kenapa?"

"lo kan artis disekolah ini"

"siapa bilang"

"sejak andra ngakuin lo sebagai adik, lo udah jadi bahan pembicaraan Sha"

"jauh sebelum itu juga mereka biasa ngomongin gue kan?"

"ya tapi ini beda Sha"

"menurut gue sama aja, entah kebaikan atau keburukan yang gue lakuin bakal tetep jadi omongan kan. Jadi gue pilih buat ga ambil pusing"

"Alsha?"

"ya"

"gue suka sama lo"

~bersambung~

Ikuti terus lanjutan kisah hidup Alsha. Mohon maaf jika banyak typo bertebaran.

Jangan lupa vote dan komen cerita ini 😊

Sayap PelindungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang