11. One Day With Brandon

35 5 0
                                        

Alsha duduk di salah satu bangku penonton. Dan Brandon, pemuda itu berada di sampingnya. Lengkap dengan kotak P3K nya.

Brandon mulai menuangkan obat merah di kapas yang digenggamnya, kemudian ia mulai mengobati Alsha. Sudut bibir gadis itu berdarah karna tamparan keras dari Yashinta tadi.

"Lo ga kesakitan?"

"Ga usah ditahan kalo lo mau teriak"

"Gue janji ga akan marahin lo"

Alsha menatap manik mata Brandon, meski tak tau jelas siapa pemuda ini, nyatanya ia merasa jika Brandon orang baik dan dia aman bersamanya.

"Sakit" Alsha menghindar saat kapas itu mencoba mendarat di lukanya.

"Ini biar lo sembuh Sha," Brandon mencoba mendekatkan kapas itu lagi pada sudut bibir Alsha, namun dengan cepat Alsha menepis tangan Brandon.

"Ga gue ga mau" ucap Alsha yang kini berdiri didepan Brandon.

Pemuda itu tak habis akal, dia pantang dibantah apalagi ditolak.

Brandon menarik tangan Alsha agar gadis itu kembali duduk didepannya. Lantas menarik kepala Alsha agar dekat dengannya.

"Mau ngapain lo?" Bentak Alsha cukup keras yang justru membuatnya meringis kesakitan diakhir kalimat.

"Mau ngobatin lo lah, lo pikir gue cowok apaan yang macem-macem sama cewek yang gue sayang" ucap Brandon yang kembali menarik kepala Alsha.

Jarak wajah keduanya hanya beberapa jengkal saja, sangat dekat. Dan Alsha gadis itu pasrah saat Brandon kembali mengobati lukanya.

Alsha memejamkan matanya, menahan perih disekujur tubuhnya. Bahkan ditubuhnya banyak luka lebam dari perkelahian tadi. Belum lagi kepalanya yg terasa amat berat dan sakit, serta rambut yang berantakan menambah lengkap penderitaannya.

"Lo bayangin aja yang indah-indah. Misalnya masa kecil lo atau masa depan impian lo" ucap Brandon.

Jika dilihat dari arah belakang Alsha, mereka berdua seperti orang yang sedang berciuman.

Alsha,mengabaikannya. Karna dia pikir tak ada siswa atau orang lain yang berada disini, di jam ini.

"Buka mata lo!"

Entah dapat sihir dari mana, Alsha bisa sepatuh itu pada Brandon yang notabennya adik kelas yang baru dikenalnya.

"Kalo gue cium lo,"

Dengan cepat Alsha menampar pipi Brandon,keras.

"Jangan kurang ajar!"

"Ya elah, itu kan cuma kalo, perumpamaan Sha. Kan gue udah bilang gue ga akan macem-macem sama cewek yang gue sayang"

"Lo tuh adik kelas gue, jangan kurang ajar!"

"Udah ah, ngajak berantem mulu lo. Balik badan!"

Alsha mengernyitkan dahinya, tangannya terangkat bersiap menampar Brandon untuk yang kedua kalinya.

"Ga usah nething sama gue, ini rambut lo udah kaya rambut mak lampir tau ga"

Brandon mulai merapihkan rambut Alsha dengan sisir yang selalu berada disaku celananya.

"Ok sip. Sekarang princess gue udah cantik banget"

"Alay" gumam Alsha.

"Lo ngomong sesuatu Sha?"

****

Alsha berjalan dikoridor sekolah diikuti oleh Brandon dibelakangnya.
Pemuda itu sudah persis seperti bodyguard Alsha. Dengan tangan yang dilipat didada dan wajah yang sedikit mendongak.

Alsha menahan tawa melihat tingkah aneh adik kelas nya itu. Diakui atau tidak, Brandon adalah orang kedua yang bisa melunakkan seorang Alsha Fadya Narandra, setelah Justin.

Entahlah seharian ini Alsha tak melihat batang hidung pemuda itu. Tak ada candaan receh, dan gombalan untuknya hari ini. Alsha sedikit merindukan pemuda itu.

Rindu?

Tidak. Alsha menggeleng pelan, mana mungkin ia merindukan pemuda aneh itu.

"Lo sehat kan?" Brandon meletakan telapak tangannya di kening Alsha.

"Ga usah kurang ajar, bra.." Alsha membekap mulutnya.

Brandon menampilkan wajah penuh tanya dengan alis yang terangkat sebelah.

"Maksud gue don.."

Brandon semakin dibuat bingung oleh Alsha.

"Yak susah banget sih manggil nama lo"

"Panggil aja gue sayang, gampang kan?"

"Itu mah mau lo curut"

"Ya udah deh, panggil bra aja" ucap Brandon pasrah yang diakhiri kekehan.

Mereka berhenti tepat didepan kelas Alsha.

"Tunggu disini! Jangan kemana-mana, ngerti!" Brandon berlari kecil meninggalkan Alsha.

****

Alsha berjalan dengan menuntun sepedahnya. Belum sampai melewati gerbang langkah kakinya kembali terhenti saat sebuah sepedah motor berhenti tepat disampingnya.

"Bandel ya lo,"

"Gue kan udah bilang tunggu didepan kelas lo, kenapa lo malah disini?"

"Pulang" singkat, padat dengan muka yang datar pula. Brandon kembali menghembuskan napasnya kasar.

Gadis aneh

Alsha tetap diam ditempat, saat Brandon berjalan menuju pos satpam.

"Naik!"

1 menit
2 menit
3 menit

"Yak Alsha, lo tau bahasa manusia ga sih?"

Sabar, Brandon mengelus dadanya pelan. Lantas turun lagi dari motornya dan memakaikan helm pada Alsha.

*****

Brandon bukan mengatar Alsha pulang ke rumah, melainkan membawa gadis itu menuju salon langganan mamanya.

"Ngapain lo bawa gue kesini?"

"Berenang,"

Alsha mengernyitkan dahinya, bingung kesal semuanya tercampur jadi satu.

"Ya bikin lo cantik lah, lo pikir nyokap bokap lo bakal ngenalin lo gitu dalam keadaan buruk rupa kaya gini?"

"Lo ga perlu repot-repot ngelakuin hal kaya gini"

"Sayang, ga ada hal yang sia-sia kalo gue lakuin buat lo" Brandon tersenyum manis, sangat manis sampai-sampai membuat Alsha ingin muntah.

~bersambung~

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa vote dan coment ya😊😊

Jumat,30 maret 2018
11.17

Sayap PelindungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang