Part-7

128 11 0
                                    

"Ta, gimana ceritanya lo bisa pacaran sama Alika?" Tanya Rian penasaran, namun tidak ada jawaban dari Ata. Cowok itu masih asik dengan PS nya.

"Buset dah, gua ngomong dikacangin. Kacang mahaaaal woooy. " Teriak Rian tepat ditelinga Ata, tetapi tetap tidak direspon.

Fian melihat kekesalan Rian hanya bisa terbahak." Kayak gak kenal Ata aja lo bro, dia lagi maen Ps make ditanya. " Sahut Fian geleng-geleng kepala.

" Gua kan cuma pengen tau gimana ceritanya si kalem ini bisa pacaran sama Alika. Cewek cantik dan populer disekolah kita. Kita semua kan tau Alika banyak nolak cowok-cowok yang katanya ganteng disekolah. Tapi kok dia mau sama si Ata ini? "

" Eh tapi, Ta." Fian meletakkan stik PS nya dan beralih menatap Ata. "Gua denger-denger dari Fahri, lo cuma di jadiin bahan taruhan sama Alika. Emang bener?"

"Buseet, parah juga tuh cewek. "

Ata masih berfokus sama permainan nya. " Buseet deh, Ta. Kalo ditanya,  dijawab kali. Jangan bikin kita makin penasaran. " Protes Fian mulai emosi.

Ata memang seperti itu, menjawab seadanya bila ditanya. Ia memang tertutup, jarang terbuka dengan orang apalagi orang yang belom dikenalnya. Ata sendiri sangat lah pemalu, makanya ia sering di jaili oleh ketiga sahabat nya terutama Fian.

"Iya, gua pacaran sama dia cuma buat taruhan. " Jawab Cowok itu santai.

Rian dan Fian mendekat, merasa antusias akan cerita sahabat pendiam nya itu." Terus lo mau dijadiin bahan taruhan? "

" Awalnya gua gak tau, dan gua sempet bingung karena sikap nya dia berubah. Dan akhirnya gua tau waktu dikantin tadi pagi,alasan dia cuekin dan marah-marah ke gua. Ditambah cerita dari Fahri. "

" Terus kenapa dia marah-marah kayak orang kesetanan begitu?" Tanya Fian menanggapi.

"Iya serem banget. " Tambah Rian.

" Karena dia kalah taruhan. "

" Kok bisa? Kan dia udah berhasil pacaran sama lo? "Rian makin penasaran.

" Dia nyuruh gua maen kerumah nya pas malem minggu kemaren. Tapi lo pada kan tau malem minggu kita maen Ps berempat sampe pagi. "

" Terus hubungannya sama taruhan,  apa? "

" Karena Alika gak berhasil bawa pacar, jadi dia di anggap kalah sama nyokap nya. Hukuman nya dia gak dapet uang jajan selama sebulan. "

" Gila, dia taruhan sama nyokap nya?" Ata hanya mengangguk.

"Terus lo gak marah sama tuh cewek?" tanya Fian penasaran. Ata menggeleng. Ia menaruh kepalanya diatas kasur sambil menatap langit-langit kamar nya.

"Gua marah waktu tau kebenaran itu, tapi pas tau dia taruhan sama nyokap nya. Entah kenapa gua jadi balik kasian sama dia. "

Fian dan Rian menatap heran pada sahabat nya itu. Mereka melihat sesuatu yang beda pada diri sahabat nya itu.

"Terus sekarang status lo sama dia apa? Masih pacar?" giliran Rian yang bertanya.

"Gak tau, gua juga bingung. "

Fian menepuk bahu sahabat dari Sd nya itu." Udah lah bro gak usah terlalu di pikirin, jalanin aja dulu. Lo baru ini juga kan pacaran, jadi nikmatin aja dulu. " Ucap Fian memberi semangat.

" Iya bro, kita pasti dukung kok semua keputusan lo. Apalagi ini pertama kalinya lo ngerasain pacaran. Alika juga cewek yang baik. Walau dia galak, gak ada salahnya kan di coba. Siapa tau aja jodoh. " Sambung Rian menyemangati.

Ata tersenyum pada dua orang sahabat nya itu. Selama ini mereka memang selalu ada buat Ata. Walau terkadang mereka sangat menyusahkan nya bahkan menjahili nya habis-habisan tetapi Ata sungguh beruntung bisa mengenal mereka.

My CALM boy friendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang