Bab 2

305 59 6
                                    

Umur mereka memang terpaut enam tahun, tapi Tiffany senang berteman dengan Taehyung. Pemuda itu selalu terlihat bersemangat. Bahkan ketika Festival Musim Gugur dimulai dan Akademi Tari Cheonguk mempertunjukkan Tarian Kipas, Taehyung mengajak serta beberapa teman sekolahnya untuk menonton dan membawa spanduk besar untuk memberi dukungan pada Akademi Tari Cheonguk, dan terutama pada Tiffany. Ia terus bergerak mengejar iring-iringan rombongan penari yang mempertunjukkan tarian mereka dari depan balai kota hingga ke Boulevard Ginko.

"Noona!" Taehyung berteriak melambaikan tangannya pada Tiffany yang segera menoleh di sela-sela gerakan rumit dari Tarian Kipas yang tengah ditarikan olehnya. Gadis itu tersenyum lebar melihat Taehyung masih saja merekamnya dengan handycam.

Tarian dari Akademi Tari Cheonguk memang selalu ditunggu oleh para penduduk Cheonguk meskipun tiap tahun mereka selalu membawakan tarian yang sama. Bagi para penduduk, murid-murid akademi adalah artis kebanggaan yang kemunculannya selalu dinanti-nanti dengan penuh antusiasme. Tak jarang para turis yang kebetulan datang ke Cheonguk menyempatkan diri untuk berfoto dengan para penari seusai penampilan mereka.

Hari itu juga banyak yang mengantri untuk berfoto dengan Tiffany. Gadis cantik itu tak henti-hentinya memamerkan senyum manisnya.

Taehyung mengulum senyum memerhatikan Tiffany dari layar handycamnya. Gadis itu terlihat sungguh sangat menawan dalam balutan hanbok warna merah muda dan hijau laut. Rambutnya yang digelung terlihat sangat mengkilat dan selembut sutra ditimpa oleh matahari musim gugur. Tiffany menepis dedaunan ginko yang jatuh ke atas hanboknya dengan perlahan. Semua gerakan yang dilakukan oleh Tiffany terlihat begitu anggun dan elegan. Taehyung tersenyum geli. Ia tak percaya kalau gadis yang tampak seperti puteri kerajaan di zaman Joseon itu adalah gadis yang sama yang tempo malam memukulinya secara bertubi-tubi.

Beberapa mahasiswa yang sedang berkunjung di Cheonguk menghampiri Tiffany. Mereka terlihat begitu akrab. Taehyung memasang telinga. Dari obrolan yang sengaja ia kuping, para mahasiswa tadi adalah bekas teman SMA Tiffany yang sudah lama meninggalkan Cheonguk untuk kuliah di kota lain.

Cheonguk sendiri memiliki sebuah universitas dengan beberapa jurusan menarik, tapi para penduduk menganggap kota kecil itu tidak menawarkan apa-apa untuk masa depan putera-puteri mereka. Setiap tahun, generasi muda Cheonguk selalu meninggalkan kampung halaman mereka dan merantau di daerah lain untuk sekolah atau bekerja demi meraih masa depan yang lebih cerah.

"Fany, Minwoo menitip salam untukmu." Salah seorang pemuda bekas teman sekolah Tiffany menyeletuk. "Kata Minwoo, dia urung kembali ke Cheonguk setelah tahu kalau kamu berpacaran dengan Siwon. Dia masih mencintaimu, tahu. Kembalilah padanya."

Tiffany tertawa mendengar celetukan temannya. "Aku tak pernah mau kembali pada bekas pacarku. Untuk apa memaksakan hubungan yang gagal?"

Taehyung menurunkan handycamnya. Ia melihat simbol baterai yang sudah berkelap-kelip merah. Ia mematikan alat perekam gambar itu dan melangkah meninggalkan Tiffany bersama teman-temannya.

Taehyung menyusuri Boulevard Gingko yang dihiasi oleh deretan lampu-lampu kecil. Ia menengadah ke atas dan memperhatikan daun-daun gingko yang jatuh satu persatu.

"Taehyung ssi." Pundaknya ditepuk. Ia spontan menoleh.

"Krystal ssi." Taehyung tersenyum pada teman satu kelasnya itu.

"Sedang melamun apa?"

"Tidak sedang melamun. Aku sedang mengagumi pemandangan di langit."

Krystal spontan menengadah. Hanya ada daun-daun gingko yang mulai berubah warna menjadi cokelat. Ia menatap Taehyung. "Tidak ada apa-apa di langit."

Taehyung nyengir.

"Tae,"

"Ya?"

"Kita pergi ke bazar yuk." Ajak Krystal.

In the Dance of the Fireflies (Vfany Edisi Terjemahan) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang