Bab 16

329 30 14
                                    

"Tiffany, jangan pergi!" Taehyung melompat dari bangkunya begitu Tiffany memutar tumit untuk menyingkir jauh-jauh dari sana.

"Jangan pergi dariku." Dengan kedua lengannya yang kokoh, Taehyung menangkap tubuh Tiffany dan memeluknya dari belakang. "Jangan pergi lagi." Bisiknya penuh emosi. Segala perasaan rindu dan cinta tertumpah di dalamnya.

"Lepaskan aku. Biarkan aku pergi." Tiffany berkata pelan. "Aku tak bisa... Kita tak bisa lagi...." Ia menggigit bibir, kenapa suaranya malah tersendat-sendat begini?

"Jangan tinggalkan aku. Aku takkan sanggup berpisah sehari lagi darimu." Nafas Taehyung berhembus keras di leher Tiffany. Dadanya yang naik turun terasa begitu panas di punggung Tiffany.

Tiffany tahu pertahanan dirinya begitu rapuh. Ia khawatir jika dipeluk oleh Taehyung sedetik lagi, ia akan luluh dan takluk pada lelaki itu. Maka sebisa mungkin Tiffany berontak. Ia mencoba melepaskan diri dari kedua tangan Taehyung. Ia meronta-ronta, menendang tulang kering Taehyung dan menginjak kaki lelaki itu berulang kali. Tiffany bahkan mengigit lengannya keras-keras. Namun hingga lengannya berdarah sekalipun, Taehyung tetap tak melepaskan pelukannya.

Semua ini membuat Tiffany meneteskan airmata frustasi.

Taehyung memutar tubuh Tiffany dan mengangkat pinggang gadis itu hingga kepala keduanya sejajar dan tak berjarak.

"Tidakkah kamu tahu kalau aku begitu mencintaimu? Satu-satunya orang yang ada dalam hatiku hanyalah kamu...."

"Bohong."

"Aku hampir gila tanpamu, Fany... Rasanya duniaku menjadi gelap gulita dan hampa."

"Bohong...." Tiffany berkaca-kaca menatap kedua mata Taehyung.

"Bohong?" Taehyung tersenyum sedih. Matanya sendiri sudah terasa panas. "Apa kamu melihat kebohongan di kedua mataku ini? Apa kamu lebih senang melihatku mati putus asa, Fany?"

"Kamu bohong! Aku melihatmu bersama dengan perempuan itu! Kamu tak pernah berniat menebus dosamu dengan nyawamu, kan?" Tiffany memukul dada Taehyung dengan sia-sia. Hatinya terasa begitu kesal. Ia marah dan juga kecewa.

Ujung hidung Taehyung merah akibat menelan airmata berulang kali. "Aku hanya pergi dengan Seohee karena aku berniat untuk bunuh diri besok...."

Tiffany terpaku pada kedua mata Taehyung yang berkaca-kaca. Ia bisa melihat rasa putus asa yang terpantul di dalamnya. Ia terhenyak kaget. Tiffany sama sekali tak mengharapkan jawaban itu keluar dari bibir Taehyung.

"Kamu sedang berbohong padaku, kan Tae?" Bisiknya lemah dan penuh ketakutan. "Tak mungkin kamu berniat untuk mati."

Taehyung menggeleng pelan. "Sejak aku melihatmu malam itu dan berkata bahwa kamu tak mau lagi bertemu denganku, aku sudah ingin mati. Kukira mati itu mudah, tapi Seohee terus menggangguku. Dia bahkan menghalangiku terjun dari Jembatan Hangang." Bibir merah Taehyung melengkungkan sebuah senyum duka. "Karena aku ingin mati tanpa dibuntuti olehnya, aku setuju untuk pergi dengannya.... Itu adalah satu-satunya cara agar aku bisa melompat dari Jembatan Hangang esok."

"Bo... Bodoh. Apa aku memintamu untuk mati?"

"Apa bedanya bagiku? Hidupku sudah berakhir begitu kamu meninggalkanku."

Tiffany memukul dada Taehyung keras-keras. Ia ingin memaki lelaki itu, ia ingin menyalahkannya atas semua keadaan ini. Jika Taehyung tidak mabuk dan tidak menyentuh gadis itu, hubungan mereka takkan rusak seperti ini.

"Kamu ingin mati karena kutinggalkan?" Tiffany mendongak. "Lalu apa yang harus kulakukan dengan luka yang kamu torehkan di hatiku? Apa aku harus mati juga? Semudah itu kamu memutuskan ingin mati, sementara aku berjuang untuk terus hidup. Untuk terus hidup tanpa harus teringat padamu lagi. Tanpa harus teringat akan cinta yang pernah kamu berikan untukku-----"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 29, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

In the Dance of the Fireflies (Vfany Edisi Terjemahan) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang