(namakamu)
Terimakasih telah hadir kembali,
Kembali kepelukan ku selama bertahun-tahun aku menunggu.
Aku sadar akan arti cinta sejati
Dan cinta sejati itu kamu, kamu yang buat aku jatuh cinta terlalu dalam sama kamu.
Dengan kesederhanaan yang kamu miliki, buat aku makin sayang untuk tinggalin kamu.
Aku tidak pernah merasakan rindu yang sangat berat ini sebelumnya, rindu dengan gadis seceria kamu.Kadang aku tidak mengerti setiap makna yang kamu ucapkan.
Apa dibalik perkataan kamu, semuanya.
Tapi sekarang aku mengerti.
Kamu gadis yang ceria, menyembunyikan segala rasa sakit kamu, tangisan kamu dengan senyuman.Kamu sembunyikan semuanya dengan senyuman manis kamu, walau aku tau yang sebenarnya kamu sedang terluka. Terluka dengan masa lalu kamu.
"baal kamu nulis apa sih?" (namakamu) menghampiri iqbaal yang sedang menulis disebuah lembaran kertas buku.
"cuma buat puisi" iqbaal.
(namakamu) menautkan kedua alisnya menatap curiga iqbaal.
"apa?" iqbaal.
"enggak."
(namakamu) duduk disamping iqbaal menyandarkan kepalanya dipundak iqbaal.
"lah kamu sendiri kenapa jadi gini?" iqbaal.
"aku udah lama nggak lakuin ini sama kamu, waktu berjalan begitu cepat. Nggak kerasa aku, kamu dan teman-teman kita udah dewasa. Kamu tau kadang aku takut dengan kenyataan yang harus aku jalani." curhat (namakamu).
"maksudnya? Kamu takut dengan kenyataan? Kenapa harus takut?" iqbaal.
"aku takut kalau nanti mama bakal pergi ninggalin aku sendirian untuk selamanya. Aku nggak bisa nerima itu walaupun aku harus rela jika itu memang takdir. Aku cuma hidup dengan mama, papa ninggalin mama dan aku. Kamu tau... Aku juga nggak bisa tebak siapa yang akan pergi nanti, skenario Tuhan pasti bakal beda dengan skenario aku." ujar (namakamu).
Iqbaal memeluk gadis itu dan terus mendengarkan curahan hati kekasihnya.
(namakamu) benar-benar takut kehilangan orang yang dia sayang.
"justru aku yang takut (namakamu). Aku yang mungkin saja jadi salah satu diantara orang yang kamu sayang itu, aku takut orang yang dipilih Tuhan untuk ninggalin kamu adalah aku. Entah perasaan apa yang menghantui aku, aku jadi takut kalau kenyataannya aku yang akan pergi."
Iqbaal menghela napas pelan. Dirinya tidak menolak saat (namakamu) menggenggam tangannya erat dengan senyuman yang begitu manis diwajah gadis itu.
(namakamu) melepaskan genggamannya lalu bangkit berdiri.
"kenapa?" tanya iqbaal.
"nggak papa. Besok hari minggu gimana kita jalan-jalan?" ajak (namakamu).
"jalan-jalan kemana?"
"ya kemana aja, yang penting kita seneng." ujar (namakamu) diakhiri senyuman.
Gadis itu melangkah pergi meninggalkan iqbaal dihalaman kampus.
*
Raina sampai di rooftop dengan beberapa foto yang ia pegang, berjalan kearah tempat sampah.Raina ingin membakar sebuah foto? Foto siapa itu?
Raina menatap benci foto itu dan tersenyum miring melihat dua orang yang ia kenal sedang tersenyum bahagia menatap kamera.
"kalian nggak bakal bahagia! Gue jamin itu." ujar raina.
Orang yang ada didalam foto tersebut adalah Iqbaal dan (namakamu). Raina mengambil korek api yang ia simpan disaku jaketnya lalu membakar foto tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Remember Me? [COMPLETED]
RomanceApa kamu sama sekali tidak mengingat aku?