Sebelumnya makasih untuk semuanya yang udah mendukung cerita Indiana😍😘😍, Cerita ini ditulis sesuai dengan mood penulis selain itu juga disibukkan oleh tugas-tugas kuliah. Jadi mohon maaf kalau lama update ceritanya 🙏🙏🙏.
-----------------------------------------------------------
_Semua orang bisa berubah kalau dia mau, dan kamu harus percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini_#SgAlunan musik menemani langkah Indiana ketika berjalan menaiki anak tangga satu demi satu.
Pejamkan matamu di hadapanku
Kan ku cium kau tuk terakhir kalinya
Sudahlah kita tak mungkin tuk bersama
Perbedaan membuat kita berpisah
Genggamlah tanganku ini.
Aku bahagia....
Saat bersamamu...
Alunan musik menemani setiap langkah Indiana menapaki anak tangga di kafe tersebut. Saat sampai diatas tatapan indiana terarah oleh satu meja dengan lilin dan bunga mawar yang berhiaskan diatas. Seperti sedang mendapatkan kejutan makan malam romantis dari sang kekasih.
Mata Indiana melihat sekeliling ternyata tempat ini begitu indah jika malam hari. Pandangannya pun terfokus melihat seorang pria menggunakan baju kaos berwarna abu-abu muda dan celana jeans hitam sedang berdiri membelakangi Indiana sambil menatap pemandangan didepannya.
Indiana bermaksut mendekatinya. Namun sayang langkahnya terhenti saat terdengar suara yang diputar melalui speker caffe. Seperti mengenali suara itu, dan suara itu mengingatkannya akan seseorang yang dulu pernah dia kenal. Sungguh sulit untuk mengingat wajah dan namanya.
"Hampir 5 tahun gue nyari lo, gue hanya ingin lo tau. Bahwa gue berhutang budi sama lo. Terimakasih atas kebaikan lo ke gue. Kalau lo tanya gue siapa, gue gak bisa jelasin karna gue gak akan tau harus mulai dari mana.
Terlihat sebuah foto cowo gendut diatas meja, bersama dengan benerapa foto yang lainnya. Adapula transformasi cowo. Tersebut dari yang jelek menjadi ganteng.
"Bukankah dia Aero?" ya kata itu lah yang terlontar dari mulut Indiana. Indiana masih sibuk memperhatikan foto yang terletak diatas meja. Kemudian pria yang ingin di hampirinya berjalan mendekati Indiana, senyum indah menghiasi wajah manis pria itu, tanpa sadar kini pria itu telah berdiri di depan Indiana. Suaranya yang lembut berhasil memecahkan lamunan dan keheningan malam.
Selamat malam Indiana, lama tidak bertemu, nama gue Gorpa Aero foto yang lo liat di atas meja adalah transformasi gue, ketika lo liat foto ini" Gorpa mengangkat sebuah foto seorang cowok yang waktu itu menggunakam seragam. Putih abu-abu dan sedang menikmati makanan diatas meja. "lo pasti mulai mengingat gue siapa sekarang"
Indiana hanya terdiam dan termenung, ingatannya kembali saat ia masih SMP saat dimana ia belum mengenali apa itu dunia balapan. Saat itu cuaca sedang sedang hujan. Ia menunggu di jemputan di depan halte sekolah saat itu dia melihat seorang cowo gendut, hitam, rambutnya panjang sedang tertunduk sendu memandangi seikat bunga mawar. Hampir setengah jam mereka duduk tanpa bersuara. Akhirnya Indiana memilih untuk menyapa cowo tersebut. Indiana memulai obrolan dengan bertanya namanya siapa namun tidak ada respon akhirnya Indiana memilih memperkenalkan diri dan menceritakan keseharian. Tanpa henti-hentinya Indiana bercerita sampai suara kelokson mobil jemputan Indiana berhenti tepat didepannya. Dan Indiana pun berkata
"Aku tau kakak lagi sedih, tapi kakak gak boleh murung. Kakak harus buktiin kalau kakak itu hebat dan bisa berubah. Buktiin kalau kakak bisa"
saat selesai berbicara Indiana pun bangkit dari tempat duduknya. Kemudian ia melihat name tag di baju seragamnya bertuliskan Aero.
"Jalo lo Aero? Apa maksud lo selama ini atau janagan-jangan yang selama ini neror gue itu adalah lo" masih menatap kearah Gorpa.
"iya Indiana gue Aero. Maaf atas ketidaknyamanan yang lo rasakan akhir-akhir ini. Tapi gue bersumpah kalau gue gak ada niat untuk meneror lo. Semua itu adalah ulah Gadis bukan gue. "
"Gadis? "
"iya cewek yang ngajakin lo balapan di stadion. Lo ingat? Dia adalah sepupu gue. Awalnya dia suka banget sama lo. Trus waktu gue bilang kalau gue suka lo. Dari situ dia mulai membenci lo dan dia yang neror lo."
Menarik kursi dan mempersilahkan Indiana untuk duduk kemudian Gorpa memanggil pelayan untuk mengantar makanan yang ia pesan."Gue gak tau apa yang membuat dia benci sama gue. Dan gue butuh alasan kenapa lo sekarang nyari gue dan tiba-tiba aja seperti ini" ungkap Indiana.
"Lo tau, awalnya ya gue hanya ingin berkenalan dan mengucapkan terimakasih. Tapi semakin lama gue mencari informasi lo. Gue gak tau gue sekarang jatuh cinta sama lo. "
"Hah !?"
Makanan yang masuk ke mulut seakan sulit untuk di telan.Jika boleh memberikan jawaban atas pilihan hidup ini, apa yang harus kalian lakukan disaat mereka yang tidak pernah kalian kenal, kini dengan senyum bahagia menyatakan bahwa dia menyukaimu?
Indiana hanya diam menanggapi ungkapan perasaan yang telah di lontarkan oleh Gorpa. Tanpa sadar kakinya melangkah meninggalkan gedung kafe tersebut. Begitu banyak kejutan dan kenyataan yang telah ia dengar hari ini.
Sehingga membuatnya untuk memilih pulang dan menenangkan fikirannya.
------------------------------------------------------------
"Pagi Indi, gue buatin nasi goreng kesukaan lo, ayo sini" ungkap orang yang selama beberapa hari ini tinggal bersamanya.
Indiana hanya diam, kemudian makan tanpa ada suatu percakapan sampai selesai makan.
"Indi?" Tanya bibo yang melihat perubahan Indiana tidak seperti biasanya.
"Hmmm" jawab Indiana sambil membuka kulkas untuk mengambil buah.
"Tadi gue dapat undangan kalau lo jadi pengisi acara balap di Medan, acaranya minggu depan, Lo bisa hadir kan?"
"Gue liat nanti, sekarang gue butuh istirahat" saat ini Indiana hanya memerlukan istirahat, tidak hanya badannya melainkan juga fikirannya. Tentang apa yang terjadi semalam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Indiana
RomanceBalajar hidup dari sebuah balapan, selain ada cinta karena menyukainya disana juga terdapat luka ketika jatuh di atasnya