Cerita ini sempat aku unpublish dan di Publish ulang pada 191018
ON-GOING
Walaupun dia banyak menyakitiku, dia akan selalu jadi cinta pertama dan terakhirku. Selalu
Aurelie Cassandra 18tahun, baru selesai mengikuti Ujian Akhir di Hantan Hight School...
Budayakan vote sebelum membaca:v hope you enjoy it:*
PS : Belum direvisi jadi jika terdapat typo mohon dikomen:)
¤¤¤
Malam itu setelah sandra dan dion puas bercanda dan tertawa bahagia, dionpun mengajak sandra ke tempat dinner yang sudah ia siapkan untuk menyambut ulang tahun sandra yang ke 19tahun.
"Dion kenapa mataku harus ditutup?"
"Tenanglah sun aku memiliki kejutan untukmu" dion membimbing sandra menuju meja yang telah disiapkan untuk dinner romantis mereka, pantaskah disebut dinner? Bahkan ini menghampiri tengah malam batin dion terkekeh.
Setelah sampai dion membuka penutup mata sandra "Bagaimana sun kau suka?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sandra menatap kagum meja yang sudah disiapkan dion untuknya, dimeja tersebut terdapat lilin yang membantu menerangi dinner mereka, meja itu juga dikelilingi kelopak bunga mawar merah yang menambah kesan romantis bagi sandra.
"Kau menyiapkan semua ini dion?" Sandra menatap dion dengan mata yang berbinar.
"Bukan sun" mendengar itupun raut wajah sandra berubah kecewa. Tapi dion melanjutkan kalimatnya.
"Aku menyuruh beberapa orang untuk menghias tempat makan malam kita ini agar lebih romantis, kau taukan ini malam yang sangat spesial bagimu dan hal yang spesial bagimu tentu juga spesial bagiku sun" sandra tampa ragu langsung memeluk dion dan menangis haru.
Baru kali ini sandra mendapatkan hal yang sangat romantis bahkan dari seseorang yang ia sayangi sedari dulu "Terima kasih yon kau sudah selalu ada untukku dan juga kau selalu membuatku bahagia setiap kau ada disampingku, Thankyou for everything" sandra terisak dalam pelukan dion.
"Hey sun, aku akan selalu ada untukmu kenapa kau berbicara seperti itu? aku melakukan semua ini hanya untuk membuatmu bahagia jangan menangis jika kau menangis itu hanya akan membuatku merasa gagal"
"Buk..bukan begitu yon, aku sangat menyukai ini semua tapi kau tau sendiri aku sangat mudah terbawa suasana, ini air mata bahagia karena haru bukan air mata kesedihan" sandra tersenyum dan mengecup singkat pipi dion.
"Baiklah sekarang saatnya kita menikmati malam yang romantis ini" dion membimbing tangan sandra dan mempersillahkanya duduk dan dionpun duduk tepat berhadapan dengan sandra.
Makan malam mereka ditemani deru ombak malam yang tidak begitu besar, sandra sangat menikmati hidangan yang telah disiapkan dion begitupun dion melihat sunnya yang sedari tadi tersenyum membuat ulu hati pria itu menghangat. Aku memang sudah sangat lama mencintai mu sun.
¤¤¤
Setelah makan malam romantis dion mengajak sandra untuk diduk dipasir putih sambil menunggu malam pergantian umur sandra yang ke 19tahun.
"5 4 3 2 1 HAPPY BIRTHDAY AURELIE CASSANDRA" dion berucap dengan semangat dan mengecup bibir sandra kilat.
Dion menatap mata sandra dengan perasaan yang menggebu "Aku harap kamu selalu dalam keadaan sehat, membanggakan orang tua dan yang terpenting jangan lupakan bahwa seorang DION CASTTONIO SANGAT MENCINTAIMU" dion tidak bisa lagi menahan diri, ditariknya tengkuk sandra lembut dan mengulum bibir mungil nan manis itu lagi.
Sandra tampa ragu membalas ciuman yang diberikan dion ia juga sangat mencintai dion bahkan sedari dulu. Mereka hanyut dalam ciuman lembut penuh cinta itu, ketika pasokan oksigen terasa tipis sandra melepas ciuman mereka dan tersenyum.
"Dion kau telah melakukan banyak hal yang sangat membahagiakan untukku bahkan melebihi dari perkiraanku" sandra menarik nafas panjang dan melanjutkan perkataanya "Aku juga mencintaimu bahkan sangat, sedari kita kecil kau yang selalu menolongku jika ada yang jahil padaku, kau adalah laki-laki pertama yang sangat aku cintai selain ayah, kau adalah segalanya dion disaat aku merasa sedih kau hadir dengan membawa kebahagiaan untukku dion" air mata mengalir begitu saja dipipi sandra dan dengan cepat dion menghapusnya dan menatap sandra lembut.
"Aku sangat ingin bersamamu yon tapi aku takut, takut jika disaat aku membutuhkanmu kau pergi seperti dulu" dion menarik sandra kedalam pelukanya, sandra tidak bisa lagi menahan tangisnya ia menangis dalam pelukan dion.
"Maafkan aku sun, aku dulu hanyalah bocah kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa disaat ayahnya memerintahkan untuk pergi, aku hanya menuruti perintah ayahku sun dan disaat kami baru satu minggu di London aku mendengar kabar kalau kau sakit disaat itu aku merengek pada ayah agar mengantarku untuk menemuimu sun tapi ayah tidak mengizinkanya dia hanya berpesan 'Jika kau memang laki-laki sajati maka jemputlah dia disaat kau sudah sukses dion' dan itu menjadi motivasi utamaku selama aku di London sun. Dan kau lihat sendiri aku datang kembali" sandra tidak menyangka bahwa dirinyalah yang menjadi motivasi dion selama ini membayangkan itu saja membuat sandra tersenyum.
Setelah keheningan yang cukup lama, dion berdehem dan menunjukan senyuman menggodanya kepada sandra "Sudah cukup untuk cerita masa lalunya. Sekarang sun kau memiliki hutang janji padaku" dion berucap dengan hangat.
"Hah? Hutang janji? Aku merasa tidak pernah menjanjikan apapun padamu yon" sandra membuat raut wajah kebingungan padahal didalam hatinya ia sudah tertawa sangat keras melihat raut wajah kesal dion yang dianggapnya lucu itu.
"Sun kau berjanji akan menjawab lamaranku pada ulang tahunmu yang ke 19tahun dan itu hari ini apa kau lupa?" Dion berucap kesal.
Melihat itu sandra tidak bisa lagi menahan tawanya "Hahahaha ak..aku tidak lupa yon aku hanya sedang menggodamu ternyata wajah kesalmu itu sungguh lucu" ucap sandra tertawa.
"Baiklah baiklah kau sudah puas melihat wajah kesalku hmm? Sekarang aku butuh jawabanmu sun" dion menatap wajah sandra dengan pandangan yang sangat tulus, seperti tidak ada keterpaksaan dan begitu hangat.
"Will you marry me? To be my wife and mother for our child sun?"
Sandra memandang wajah dion dengan senyuman hangat, kenapa pria baik seperti dion bisa mencintai dirinya? Bahkan saat ini hanya dionlah yang membuatnya tertawa bahagia tampa beban, apakah ia yakin? Tapi bagaimana jika dion mengetahui fakta bahwa dirinya memiliki saudara kembar? Apakah ia akan tetap mencintaiku seperti ini? Atau berubah dengan sangat membenciku. Katakan jika aku egois karena aku memilih dion dan melupakan rinna, karena aku memang egois.
"Yes i do" ucap sandra tampa ragu ia membalas senyum hangat dion dan memeluk pria itu.
Bahkan dinginya angin malam tak terasa bagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu, pelukan mereka menghangatkan satu sama lain. . . . . . . . . Cinta bisa membuatku merasakan sedih dan bahagia di saat yang sama.